RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan buku ajar ataupun untuk keperluan lain. Namun, sebelum itu anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai 7 Format Buku Ajar.
Seperti yang sudah kita ulas bersama di kesempatan yang lalu, kita sudah mengerti mengenai arti dari buku ajar. Buku yang sering digunakan sebagai pedoman dalam kegiatan belajar mengajar pada suatu perkuliahan ini, pastinya memiliki format tersendiri yang membedakannya dari buku bahan ajar lain.
Namun, apa itu format? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), format memiliki arti sebagai bentuk dan ukuran. Dari sini bisa kita simpulkan bersama jika format buku adalah suatu bentuk atau ukuran baku yang dimiliki oleh buku.
Buku ajar atau buku karya dosen ini memiliki beberapa format yang sama seperti dengan buku pendidikan pada umumnya. Meski demikian buku ajar memiliki isi yang berbeda dari buku pendidikan lain.
Buku ajar atau buku teks cenderung berisi dari kumpulan-kumpulan materi pada suatu cabang ilmu tertentu dan disajikan secara komprehensif sehingga dapat memenuhi segala kebutuhan dari penggunanya. Dari tujuan tersebut pastinya format yang dimiliki oleh buku ajar haruslah runtut dan jelas atau memiliki tujuan instruksional di dalamnya.
Secara umum, sebuah buku pastinya terbagi menjadi tiga bagian yakni bagian pembuka, batang tubuh, dan penutup. Pada format buku ajar pastinya juga memiliki tiga bagian tersebut. Jadi apa saja unsur-unsur yang terdapat dalam tiga bagian itu? Mari kita ulas bersama format dan unsur-unsur yang terdapat dalam buku ajar!
1. Prakata
Seperti yang kita ketahui, setiap buku pasti memiliki bagian prakata sebagai pembukanya. Tetapi perlu kita ketahui jika bagian prakata dengan bagian kata pengantar memiliki kedudukan yang berbeda. Tentunya kita tidak boleh salah membedakan kedua bagian ini agar dapat tersusun sesuai dengan format yang tepat.
Bagian prakata haruslah dibuat sendiri oleh si penulis buku ajar dan berisikan tujuan, ringkasan pembahasan, kelebihan buku, pesan penulis, dan ucapan terima kasih si penulis pada pembaca bukunya. Sedangkan jika pada kata pengantar dapat atau bisa dituliskan oleh orang lain dan bukan dari penulis langsung. Pada bagian ini berisi apresiasi dan memberikan ringkasan mengenai kelebihan serta alasan mengapa buku tersebut perlu dibaca oleh konsumen.
2. Daftar Isi, Daftar Gambar, Daftar Tabel
Dalam bagian daftar-daftar ini, kita sebagai penulis akan lebih baik jika menggunakan sistem pengaturan buku dengan metode otomatis. Hal itu dilakukan untuk mempermudah proses kita dalam memperbaiki atau memperbarui isi yang terdapat dalam buku (biasanya dilakukan oleh penerbit).
Tidak hanya pemilihan judul buku, terdapat beberapa hal lain yang dapat menambah daya tarik buku kita. Contohnya pada saat kita membuat suatu judul bab atau judul sub bab dengan cara yang menarik tapi tidak mengurangi penyampaian dari isi yang dibahas buku.
Pada saat membuat judul bab atau sub bab, kita perlu membuatnya dengan jelas, ringkas, menarik, dan bersambung antar judulnya.
3. Pembagian BAB pada Batang Tubuh
Pastinya sudah terdapat suatu silabus atau kerangka rencana pembelajaran yang haruslah kita masukan pada batang tubuh buku ajar kita. Silabus sangat perlu kita perhatikan dengan cermat karena materi dalam silabus inilah yang nantinya akan membedakan antara buku ajar dengan buku referensi.
Pada saat membuat batang tubuh buku ajar, kita perlu memperhatikan tiga bagian utama yakni capaian yang diinginkan dalam satu bab, isi materi utama yang dibahas, dan terdapat bagian evaluasi. Bagian evaluasi ini sangatlah penting untuk kita masukkan dalam buku ajar, banyak sekali penulis yang sering melupakan bagian terpenting ini.
Dari tiga bagian utama tersebut, mari kita bahas bersama secara terpisah.
a) Capaian yang diinginkan
Seperti yang mungkin sudah diketahui beberapa orang, pada buku ajar terdapat beberapa tujuan tersembunyi di dalamnya. Kita sebagai penulis akan memberikan misi dengan tujuan agar pembaca dapat memahami pembahasan yang disampaikan dalam buku tersebut. Buku ajar dibuat sebagai pelengkap dan juga sebagai pengganti cara penyampaian penulis yang merupakan seorang dosen pada pembacanya atau mahasiswa.
Maka dari itu, buku ajar harus memiliki tolak ukur atau suatu target pencapaian yang diberikan si penulis pada pembaca dengan harapan agar si pembaca dapat memenuhi target capaian setelah membaca buku ajar tersebut.
Cara menulis atau menentukan capaian dalam buku ajar sendiri mirip seperti penulisan tujuan instruksional umum dan khusus, kompetensi atau capai pembelajaran. Jadi, kita sebagai penulis akan membuat capaian pada saat awal bab dibuat setelah judul bab dan sebelum menuliskan isi babnya.
Format penulisannya kurang lebih seperti berikut ini:
BAB I Judul Bab
Capaian
Pembahasan 1
Pembahasan 2, dan seterusnya
Evaluasi
BAB 2 Judul Bab
Dan begitu seterusnya.
TIU (Tujuan Instruksional Umum) dapat kita pahami dengan tujuan yang perlu untuk dicapai dalam bentuk umum pada suatu bidang pembelajaran (Sanjaya, 2008), pemilihan katanya cenderung pada hal bersifat umum dan secara garis besar.
TIK (Tujuan Instruksional Khusus) merupakan kebalikan dari TIU yakni penggunaan kata pada kalimatnya cenderung lebih detail sehingga nilai dari pencapaiannya jauh lebih terukur.
Perlu kita ketahui, TIU dan TIK sama-sama berasal dari capaian pembelajaran yang berdasar pada suatu silabus atau kerabat atau capaian yang lebih tinggi misalnya capaian program studi, jurusan, ataupun bidang.
Sedangkan capaian pembelajaran sendiri, kebanyakan penulisnya menggunakan gabungan antara format TIU dan TIK di dalam buku ajar mereka. Capaian pembelajaran ini diringkas dan ditulis dalam bahasa sederhana, lugas, serta jelas.
b) Isi materi utama
Isi materi utama yang dibahas dalam buku ajar ditulis bebas oleh kita sebagai penulis. Bentuk isinya pun tidaklah dibatasi, bersifat deskriptif – naratif, didominasi oleh gambar sebagai penjelasan materi, terdapat tabel atau materi Instruksional di dalamnya. Faktor terpenting pada penulisan isi materi ini adalah terdapat pada sistematika penyampaian penulisan yang runtut, dimulai dengan pendahuluan hingga kemudian sampai pada materi utama dan terakhir atau kesimpulan.
Kita sebagai penulis perlu mempersiapkan dan menyediakan materi yang nantinya harus bisa diterima oleh pembaca dengan baik. Tidak hanya itu, materi yang diberikan haruslah bertujuan mencapai capaian bab atau sesuai dengan tujuan instruksional yang sudah dibuat pada awal bab.
Dalam penulisan materi haruslah tetap memperhatikan apa yang sudah ditargetkan pada pembaca. Selain itu, penyajian materi harus dibuat dengan kalimat yang jelas, menarik, dan rinci atau lengkap. Serta dianjurkan agar kita menggabungkan antara tulisan dengan gambar sebagai ilustrasi pembahasan materi agar dapat terlengkapi isinya.
c) Evaluasi
Pastinya, jika terdapat acuan capaian atau target pembelajaran maka kita memerlukan konfirmasi atau suatu bentuk yang dapat digunakan dalam mengukur sejauh manakah materi yang disajikan pada pembaca sudah terpahami. Oleh karena itu, kita sebagai penulis haruslah membuat evaluasi di dalamnya.
Evaluasi ini kita buat dengan tujuan untuk kita jadikan alat ukur dalam mencapai target pembelajaran yang telah ditetapkan pada awal buku. Evaluasi ini diwajibkan ada dalam tiap buku ajar dan perlu juga dilampirkan lembar jawaban pada bagian akhir sehingga pembaca dapat mengukur secara mandiri sejauh manakah mereka memahami materi yang telah disampaikan.
Pada tiap babnya, evaluasi menggunakan tes formatif yang digunakan sebagai bentuk timbal balik atas proses penyerapan informasi yang sudah dilakukan pada suatu bab tertentu. Kita dapat membuatkan soal dalam bentuk analitik atau tugas berbentuk deskripsi, dan juga membuatkan soal dengan pilihan yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana materi telah dikuasai. Tidak hanya menggunakan pembuatan soal, tetapi bisa juga dengan menggunakan evaluasi submatif, atau yang berkaitan dengan keseluruhan bab dalam satu buku.
Jadi, dapat kita simpulkan bersama jika evaluasi adalah suatu alat ukur yang digunakan dalam menentukan atau mengetahui seberapa jauh pemahaman informasi dan pengetahuan yang sudah disampaikan dalam buku ajar. Tentunya, kita perlu memerhatikan tingkat kesulitan dalam evaluasi ini agar tidak memberatkan dan agar tidak meringankan pembaca dalam mengerjakan soal evaluasi.
4. Daftar Pustaka
Salah satu pembeda antara buku umum dan buku pendidikan adalah pada bagian daftar pustaka. Daftar pustaka ini merupakan salah satu syarat utama dalam buku pendidikan dan perlu dibuat secara baik, benar, serta konsisten. Terdapat banyak sekali penulisan daftar pustaka yang dijadikan rujukan, akan tetapi semuanya memiliki konteks yang sama yakni digunakan sebagai tanda legalitas sumber data dan acuan keilmuan terkait pada buku.
Dalam penulisan daftar pustaka, gaya penulisan yang bisa kita ambil tergantung pada mazhab keilmuan yang didalami. Biasanya, gaya penulisan daftar pustaka ini berbeda dan menyesuaikan pada kebutuhan, hanya saja yang perlu kita perhatikan adalah konsistensi penulisan. Terdapat beberapa buku pendidikan yang membedakan golongan penulisan daftar pustaka misalnya tergantung sumber referensinya.
5. Lampiran
Bagian lampiran ini bersifat opsional, bisa kita sajikan ataupun tidak. Akan tetapi bagian ini bisa kita masukkan apabila terdapat beberapa materi yang tidak memungkinkan untuk masukan ke dalam isi buku.
Lampiran ini bersifat komplementer sebagai penjelas dari materi yang disampaikan pada pembahasan buku. Contohnya seperti lampiran gambar, hasil riset, hasil ujia, detail data, tabel khusus, dan selainnya
6. Glosarium
Glosarium ini merupakan kumpulan istilah yang dimuat dalam buku, entah istilah yang sudah dikenal maupun asing bagi pembaca bukunya. Glosarium ini berfungsi untuk memperjelas suatu konteks dari istilah yang dipakai pada buku terkait dengan tujuan agar pembaca dapat memahami makna kata tersebut dan mengetahui konteks yang sedang dibahas.
7. Indeks
Indeks memiliki kegunaan yang hampir mirip seperti glosarium, bedanya adalah terdapat halaman di mana kita bisa menemukan istilah tersebut dalam buku. Jadi, indeks akan membantu pembaca dalam menemukan di manakah letak istilah-istilah yang sudah disebutkan dalam glosarium.
Pada dasarnya, indeks ini merupakan peta penggunaan glosarium pada buku dan berfungsi untuk memberikan informasi mengenai di mana istilah tersebut dapat ditemukan.
Begitulah readers 7 format dalam buku ajar. Dari format-format atau unsur-unsur yang sudah diberikan, hendaklah kita bisa memasukan semua formatnya agar dapat menyajikan materi yang lengkap dan tepat pada pembaca buku ajar kita. Jika kalian mengalami kesulitan dalam melakukan proses penulisan, kalian dapat menggunakan jasa kami untuk mempermudah pekerjaan kalian.
Dalam RuangBuku, kami menghadirkan layanan profesional berupa kepenulisan, editing, dan proofreading tidak hanya untuk buku ajar saja tetapi beberapa jenis buku lainnya juga. Selain itu, jasa pembuatan untuk buku ajar yang kami berikan tergolong murah dan dapat kalian semua percaya.
Demikian artikel mengenai Mengamati 7 Format Buku Ajar! apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk buku bahan ajar ataupun untuk keperluan lain dapat menghubungi admin RuangBuku.
