Mengenal Monograf dan Cara Membuatnya dengan Baik dan Benar

Monograf adalah jenis karya ilmiah yang sangat penting dan umum dijumpai dalam dunia akademik. Sebagai peneliti atau mahasiswa, Anda mungkin pernah mendapatkan tugas untuk membuat monograf sebagai salah satu bentuk penilaian. Namun, bagi sebagian orang, membuat buku ilmiah bisa menjadi hal yang membingungkan dan sulit dilakukan. Oleh karena itu, dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai pengertian monograf dan juga cara membuatnya dengan baik dan benar.

Pengertian Buku Monograf

Secara umum, buku monograf adalah tulisan ilmiah dalam bentuk buku yang substansi pembahasannya hanya pada satu topik dalam satu bidang ilmu kompetensi penulis.

Misalnya saja seorang dosen ilmu pemasaran, maka bisa menulis buku ilmiah dengan topik pemasaran digital melalui marketplace. Bisa juga menyusun topik pemasaran digital di Instagram.

Jadi, di dalam satu judul buku hanya akan ada satu topik yang dibahas dan dikupas secara tuntas dari bab awal sampai akhir. Buku ilmiah jenis ini juga termasuk buku terbitan tunggal yang artinya terbit hanya sekali, tidak berseri seperti jurnal.

Adapun sumber tulisan atau sumber isi buku monograf adalah dari hasil penelitian dosen tersebut. Kemudian ditambahkan dengan data dari referensi lain, baik dalam bentuk jurnal, buku ilmiah, maupun yang lainnya.

Meskipun begitu, buku jenis ilmiah tidak lantas bersumber dari skripsi, tesis, maupun disertasi. Melainkan murni dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh dosen. Sebab monograf bukanlah hasil konversi karya tulis ilmiah menjadi buku.

Apa Saja Karakteristik Buku Monograf?

Berikutnya adalah pembahasan tentang karakteristik dari buku monograf, dimana ada beberapa poin. Berikut penjelasannya:

1. Berasal dari Hasil Penelitian

Karakteristik yang pertama adalah sumber isi buku monograf yakni dari hasil penelitian dosen. Sehingga penulisan dan penerbitannya menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma terkait tugas penelitian.

Sebab dengan menulis buku ilmiah ini, dosen bisa menyebarluaskan hasil penelitian yang sudah dilakukan. Sehingga bisa dimanfaatkan oleh dosen lain baik untuk mendampingi kegiatan mengajar maupun meneliti.

2. Digunakan Dosen untuk Mengajar dan Meneliti 

Dilihat dari segi penggunaan, buku ilmiah digunakan oleh dosen untuk mengajar dan meneliti. Sehingga bisa menjadi buku pegangan saat mengajar mahasiswa, dan bisa dijadikan referensi saat menjalankan penelitian. Khususnya penelitian lanjutan.

3. Pemaparan Sesuai Alur Logika 

Buku ilmah berisi satu topik dari suatu bidang keilmuan yang kemudian dipaparkan menurut alur logika keilmuan. Yakni berurutan dari pembahasan paling mendasar menuju ke pembahasan lebih kompleks.

Selain itu, buku ilmiah jenis ini juga diketahui memaparkan mengenai peta penelitian atau peta keilmuan. Sehingga selain disampaikan dengan alur logika juga harus ditambahkan peta keilmuan ataupun penelitian.

4. Gaya Penyajian Formal 

Buku jenis monograf termasuk buku ilmiah atau publikasi ilmiah dalam bentuk buku. Sehingga ada aturan terkait gaya bahasa di dalamnya yakni menggunakan gaya bahasa atau gaya penyajian formal.

Tidak masalah jika menggunakan banyak istilah ilmiah, karena memang target pembaca buku jenis ini adalah kalangan dosen dan peneliti.

Bagaimana Cara Membuat Buku Monograf?

Jika sudah memahami apa itu buku monograf, lalu bisa berlanjut ke pembahasan mengenai cara pembuatannya atau cara penyusunannya.

Terdapat beberapa tahapan yang perlu dilakukan oleh dosen untuk bisa menulis monograf dengan baik dan benar. Berikut adalah beberapa tahapan yang dimaksudkan:

1. Paham Kode Etik Kepenulisan 

Tahap pertama dan yang utama bagi dosen yang hendak menulis buku adalah memahami kode etik kepenulisan. Mencakup beberapa hal berikut ini:

– Jujur pada sumber atau rujukan yang digunakan.

– Mengutip yang persis sama tidak boleh lebih dari 10%.

– Karya intelektual dianggap sebagai public domain setelah 50 tahun, dan juga

– Jangan merubah dalil, istilah, atau rumusan hanya untuk tidak dikatakan menjiplak .

2. Memahami Pengertian Buku Monograf 

Tahap selanjutnya adalah memahami pengertian buku monograf agar tahu isinya tentang apa, struktur penulisannya bagaimana, dan alasan kenapa perlu menulis lalu menerbitkannya.

Semakin paham semakin sadar kewajiban dan kebutuhan untuk menulis dan menerbitkannya. Hal ini penting agar dosen produktif menulis ilmiah, karena tidak mungkin dosen hanya menulis satu judul saja.

Mengingat buku ilmiah perlu ditulis dan diterbitkan sepanjang karir dosen tersebut.

3. Paham Struktur Isi Buku 

Tahapan selanjutnya adalah memahami seluruh struktur isi buku, mulai dari bagian luar buku sampai bagian isi. Bagian isi sendiri sesuai penjelasan sebelumnya terdiri dari beberapa bagian yang tentunya perlu diikuti karena sudah standar umum.

4. Paham Standar Buku Monograf 

Salah satu dasar atau alasan dosen menulis monograf adalah untuk pengembangan karir akademiknya. Jadi, buku ilmiah tersebut perlu disesuaikan dengan ketentuan di dalam PO PAK 2019. Mulai dari jumlah halaman, ukuran fisik buku, dan lain-lain.

5. Menentukan Topik 

Berikutnya adalah menentukan topik, karena memang buku ilmiah membahas satu topik di satu bidang keilmuan. Silahkan memilih topik sesuai penelitian dan bisa disesuaikan dengan kondisi.

6. Mengumpulkan Data 

Jika topik sudah ditentukan, maka tahap berikutnya adalah mengumpulkan data. Data utamanya adalah hasil penelitian, kemudian ditunjang dengan data dari referensi lain berupa jurnal, buku ilmiah, dan lain-lain.

Demikian, dalam menulis monograf, hal yang terpenting adalah memiliki pemahaman yang mendalam tentang topik yang dibahas dan mampu mengemukakan argumentasi yang jelas dan terstruktur dengan baik. Dengan mengikuti panduan cara membuat monograf dengan benar, diharapkan penulis dapat menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan bermanfaat bagi pembaca. Untuk pembahasan yang lebih detail silahkan kunjungi website Ruang Buku. Selamat mencoba dan teruslah berinovasi dalam menulis!