Pengertian Bahasa Baku dalam kepenulisan

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain. Namun apakah Anda tahu mengenai pengertian bahasa baku? Jika belum, silakan simak artikel yang telah kami susun berikut ini.

Bahasa Baku

Pengertian bahasa baku dapat didefenisikan sebagai bentuk bahasa yang telah dikodifikasi, diterima oleh dan difungsikan sebagai model bagi masyarakat secara luas.

Pengertian bahasa baku di atas diikuti clan diacu pakar bahasa dan pengajaran bahasa baik di Barat maupun di Indonesia. Pengikut dan pengacu itu antara lain adalah J.S.Badudu yang mengatakan bahwa bahasa baku adaleth bahasa pokok, bahasa utama, bahasa standar, yaitu bahasa yang tunduk pad.a ketetapan yang telah dibuat dan disepakati bersama mengenai ejaan, tatabahasa, kosakata, dan istilah.

Dari kutipan di atas, jelas diketahui bahwa bahasa baku itu adalah satu ragam bahasa dari berbagai ragam bahasa yang telah dikodiirkasi, diterima dan dijadikan model bagi masyarakat luas. Dalam pengertian bahasa baku ini , ada tiga aspek yang saling menyatu, yaitu aspek kodif,rkasi, aspek keberterimaan, dan aspek model. Di bawah ini di kemukakan ketiga aspek itu.

Istilah kodifikasi adalan terjemahan “codification” dari bahasa Inggris. Alwasilah berp:ngertian “bahu,a kodihkasi adalah hal memberlakukan suatu kode atau aturan untuk dijadikan norrna d’i data* berbahasa oleh masyarakat”

Ikidalaksana berpengertian bahwa kodifikasi adalah proses pencatatan norrna – norma yang telah dihasilkan oleh proses standardisasi.

Kodipikasi kebahasaan juga dikaitkan dengan masalah bahasa menurut situasi pemakai dan pemakaian. Kodifikasi kebahasaan ini akan menghasilkan ragam bahasa. Perbedaan ragam bahasa itu akan tanrpak dalam lisan dan tulis. Dengan demikian kodihkasi kebahasaan bahasa baku akan tampak di dalam pemakaian bahasa ragam baku. Bahasa baku atau strandar diterima oleh masyarakat bahasa.

Penerimaan ini sebagai kelanjutan kodifikasi bahasa baku itu. Dengan penerimaan ini bahasa baku mempunyai kekuatan untuk mempersatukan dan rnenyimbolkan masyarakat bahasa baku. Acuan ini dijadikan sebagai ukuran yang disepakati secara umum tentang kode bahasa baku dan kode pemakaian bahasa dalam situasi tertentu atau pemakaian bahasa terlentu.

Dari uraian di atas aspek yang terkandung dalam bahasa baku pada bahagian terdahulu, jeias tergambar bahwa bahasa baku itti berkesatuan utuh dan saling berkait, baik dalam menentukan kode kebahasaan maupun ukuran pernakaian kode bahasa.

Pengertian Kata Baku. Penggunaan pengertian kata baku harus dipahami dan diterapkan dengan tepat. Hal ini karena pengertian kata baku masih dipakai di berbagai aspek untuk tata penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penggunaan kata baku ini juga tidak boleh sembarangan dan harus diperiksa tepat atau tidaknya.

Dalam berkomunikasi atau beraktivitas, beberapa aspek masih menggunakan pengertian kata baku untuk penerapannya, baik secara lisan maupun tertulis. Jika di sebuah tulisan, pengertian kata baku biasanya digunakan untuk surat-menyurat instansi, penulisan karya ilmiah, dan pidato.

Selain sebagai alat komunikasi di instansi atau di institusi, penggunaan pengertian kata baku ini seharusnya digunakan di aspek-aspek lain yang tetap menyesuaikan kondisi dan suasana yang berlaku. Pengertian kata baku biasanya sudah terdapat di aturan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Tak hanya itu, pemakaian bahasa Indonesia yang tepat, yang sesuai dengan penulisan, dan memenuhi kriteria kata baku sudah diatur penggunaannya di dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat ditandai dengan pemilihan kata yang digunakan.

Pengertian Kata Baku

kata baku yang terdapat di dalam pengertian kata baku merupakan alat tolok ukur yang berlaku untuk kuantitas atau kualitas yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan dan standar yang berlaku. Dalam konteks ini, pengertian kata baku bisa diartikan sebagai tolok ukur kata yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan dan standar.

Ada berbagai aturan dan kesepakatan mengenai ragam pemakaian bahasa, seperti bagaimana pengertian kata baku tercipta. Karena dalam konteks komunikasi, penutur akan mempertimbangkan lawan bicara, isi pembicaraan, dan kondisi pembicaraan.

Kosakata pengertian kata baku adalah kosakata bahasa Indonesia yang sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Ejaan yang Disempurnakan (EYD), atau yang saat ini menjadi Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Mengingat sejarah yang berlaku, EYD sudah berlaku sejak tahun 1972. Selanjutnya pada tanggal 26 November 2016, EYD resmi digantikan dengan keberadaan PUEBI. Dan hingga sampai saat ini, PUEBI lah yang menjadi pedoman dan saat ini PUEBI masuk edisi keempat berdasarkan oleh Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2015 tanggal 26 November 2016.

Atas berbagai dasar yang sudah disebutkan di atas, maka pengertian kata baku digunakan sebagai acuan resmi di dalam kaidah bahasa, agar masyarakat memiliki rujukan ragam bahasa yang sama dan seragam. Penggunaan kata baku ini bisa secara tertulis maupun tidak tertulis.

Penggunaan pengertian kata baku ini memiliki tujuan bahasa yakni mempersatukan bangsa. Terlebih kita tahu di Indonesia ada lebih dari 800 bahasa yang berbeda. Sehingga secara tidak langsung, penerapan kata baku menjadi pemersatu bangsa dan kata baku yang baik dan benar jika digunakan mampu mempersatukan masyarakat-masyarakat menjadi satu bangsa.

Menurut PUEBI & Sastra Indonesia (2019), pengertian kata baku biasa dipakai dalam hal situasi-situasi resmi, misalnya seperti saat pidato kepresidenan, undang-undang pidato kenegaraan, surat menyurat di dalam kedinasan, karya ilmiah.

Seorang ahli yakni Kosasih dan Hermawan (2012) mengemukakan pendapatnya bahwa pengertian kata baku adalah kaidah standar yang dimaksud, dapat berupa Ejaan yang Disempurnakan (EYD), tata bahasa baku, dan kamus.

Selanjutnya, seorang ahli yakni Sukirman (2016) mengungkapkan bahwa pengertian kata baku ada yang berasal dari bahasa Indonesia, ada pula yang berasal dari bahasa daerah atau bahasa asing yang sudah disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia resmi.

Sementara itu, Moeliono (1988) berpendapat bahwa kata baku di dalam bahasa Indonesia baku adalah salah satu dari variasi bahasa Indonesia yang ada, bahasa yang baik dan benar. Artinya, pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan yang di samping akan mengikuti kaidah bahasa yang tepat.

Di sisi lain, Ernawati Waridah mengungkapkan bahasa baku di dalam pengertian kata baku adalah ragam bahasa yang cara pengucapan dan penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah standar. Kaidah standar yang paling baru adalah Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), tata bahasa baku, dan kamus umum.

Pengertian kata baku biasanya digunakan pada penulisan formal. Contoh penulisan formal seperti di pengadilan, rapat organisasi, presentasi ilmiah, dan lain sebagainya. Kata baku di dalam ragam ilmiah maupun ragam formal memiliki tujuan untuk memanfaatkan potensi bahasa Indonesia, seperti memaparkan fakta, konsep, prinsip, teori, atau gabungan dari keempat aspek tersebut.

Sedangkan suatu kata dianggap tidak baku apabila kata yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Tidak bakunya sebuah kata tidak hanya disebabkan karena salah penulisan, tetapi juga disebabkan oleh pengucapan yang salah dan bisa juga karena penyusunan kalimat yang kurang tepat dan biasanya dipakai untuk percakapan sehari-hari.

Kesimpulannya bahwa pengertian kata baku adalah kata yang sesuai dengan kaidah dan pedoman kebahasaan yang telah ditetapkan. Pedoman kebahasaan tersebut di antaranya EYD atau yang selanjutnya ada di PUEBI, KBBI, dan kamus bahasa. Pengertian bahasa baku digunakan untuk hal yang bersifat resmi, seperti teks pidato dan surat resmi.

Tujuan Penggunaan Kata Baku

Penggunaan dan pemahaman pengertian kata baku ini digunakan berdasarkan tujuan yang memang sudah ditetapkan. Pada dasarnya, tujuan pembakuan bahasa adalah agar tercapai bahasa yang cermat, tepat, dan efisien di dalam komunikasinya; dalam hubungan ini perlu ditetapkan kaidah berupa aturan pegangan yang tepat di bidang ejaan, kosakata, tata bahasa, dan peristilahan (Halim: 1976). Ada beberapa langkah untuk mencapai tujuan kata baku.

1. Kodifikasi

Kata baku di dalam penggunaan bahasa perlu dilakukan kodifikasi atau pencatatan kaidah terlebih dahulu. Kodifikasi dilakukan melalui inventarisasi agar menghasilkan kodifikasi yang sesuai dengan kaidah yang berlaku.

2. Elaborasi

Setelah melakukan tahap kodifikasi dan sudah dikelompokkan di dalam inventarisasi, maka diperlukan elaborasi. Elaborasi dilakukan guna menyebarluaskan hasil kodifikasi yang sudah dilakukan sebelumnya.

3. Implementasi

Implementasi atau pelaksanaan hasil usaha pada langkah kodifikasi dan elaborasi yang sudah dilakukan sebelumnya.

Fungsi Kata Baku

Pengertian kata baku bukan tanpa alasan. Selain seperti yang sudah dijelaskan pada pengertian kata baku bahwa kata baku ini memiliki tujuan sebagai pedoman kebahasaan agar seragam dan sama sehingga diharapkan mampu menjadi pemersatu bangsa, inilah berbagai fungsi penggunaan pengertian kata baku yang lain.

1. Sebagai Pemersatu

Pengertian kata baku diterapkan sebagai pemersatu masyarakat di Indonesia. Hal ini karena di Indonesia memiliki lebih dari 800 bahasa yang berbeda. Sehingga kata baku digunakan untuk menghubungkan semua penutur dari berbagai macam bahasa daerah yang berbeda-beda. 

Dengan menggunakan bahasa baku di dalam kata baku, maka masyarakat-masyarakat di berbagai daerah Indonesia seolah dipersatukan menjadi satu bangsa dengan identitas yang sama yakni bangsa Indonesia.

2. Sebagai Pemberi Ciri Khas

Penggunaan pada pengertian kata baku ini juga sebagai ciri khas suatu negara. Di Indonesia, masyarakatnya diwajibkan atau diharuskan menggunakan bahasa baku yaitu bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Melalui fungsi tersebut, maka pengertian kata baku di bahasa Indonesia diharap mampu memperkuat rasa nasionalisme masyarakat daerah.

3. Pembawa Kewibawaan

Pengertian kata baku juga diharap mampu membawa wibawa atau prestise seseorang atau masyarakat Indonesia. Tujuan pembawaan kewibawaan bersangkutan dengan usaha seseorang dalam mencapai kesederajatan dengan peradaban yang dikagumi melalui pemerolehan bahasa baku.

Seperti yang kita tahu, orang yang terbiasa atau mahir menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dan memahami pengertian kata baku dinilai lebih berwibawa dan berpendidikan di mata masyarakat luas.

4. Sebagai Kerangka Acuan

Pengertian kata baku memiliki fungsi sebagai tolok ukur untuk menilai dan menentukan penggunaan bahasa yang tepat sesuai dengan acuan dan kaidah yang telah disepakati.

Ciri – ciri Kata Baku

Untuk membedakan apakah kata yang digunakan merupakan pengertian kata baku atau tidak baku, maka diperlukan karakteristik untuk membedakannya. Karakteristik atau ciri-ciri pengertian kata baku digunakan sebagai acuan menilai kata tersebut baku atau tidak. Berikut ini merupakan ciri-ciri kata baku yang perlu diketahui.

1. Tidak Dipengaruhi Bahasa Daerah

2. Tidak Dipengaruhi Bahasa Asing

3. Eksplisit

4. Bukan Bahasa Percakapan

5. Digunakan Sesuai dengan Konteks Kalimat

6. Tidak Terkontaminasi atau Tidak Rancu

7. Tidak Mengandung Arti Pleonasme

8. Tidak Mengandung Hiperkorek 

Demikian referensi buku ajar dengan judul Pengertian Bahasa Baku apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.