Program Dan Evaluasi Kesehatan Mental 1-1

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Buku Ajar Kesehatan Mental.

Pendahuluan

Dalam lima dasa warsa terakhir ini psikiatri telah memberikan kesan yang lain, yaitu dari kesan sebagai “rumah penjara” ke bentuk rumah sakit yang modern, dan dari pelayanan individual ke pelayanan masyarakat. Dengan perubahan ini diharapkan pelayanan kepada masyarakat akan dapat paralel dengan kebutuhan masyarakat untuk mendapat kesehatan yang lebih baik.

Perubahan Sosial Dan Implikasinya

         Sekarang ini kita berada dalam masyarakat yang selalu berubah, yaitu perubahan di berbagai bidang kehidupan, di antaranya sosial, ekonomi, dan budaya. Perubahan itu secara historis terus terjadi dan merupakan bagian dari dinamika masyarakat. Perubahan-perubahan ini tidak dapat dielakkan sebagai akibat dari industrialisasi dan penerapan teknologi modern dalam berbagai lapangan kehidupan.

          Sebelum teknologi modern diterapkan, hanya perubahan kecil saja yang terjadi pada struktur masyarakat, atau perubahan-perubahan itu terjadi secara bertahap, sehingga keluarga dapat menyesuaikan dirinya; mobilitas geografis dan sosial di masyarakat hanya kecil saja terjadi; masyarakat memberikan tunjangan terhadap keluarga.

        Peran suami, istri, dan anak-anak lama terbentuk dengan keten tuan yang jelas; keluarga yang terintegrasi dalam kebudayaan yang jelas pula. Bila ada stress dalam interaksi di keluarga, gangguan dan kesukaran emosional dapat diperlunak oleh norma yang stabil bagi peran keluarga dan dalam hubungan kelompok yang lebih luas serta ikatan-ikatan dalam kepentingan bersama.

        Sekarang ini, sejalan dengan adanya perubahan-perubahan sosial, hubungan keluarga terhadap masyarakat sekarang ini pun turut berubah. Ikatan yang ada bagi keluarga terhadap masyarakat dan sebaliknya menjadi lebih longgar. Perubahan ekonomi dan sosial di masyarakat sangat berpengaruh pada pola hidup, struktur dan fungsi keluarga.

         Suatu ciri yang menonjol di negara yang berkembang adalah terjadinya perubahan yang berlangsung dengan sangat cepat dalam peri kehidupan masyarakatnya. Perubahan yang cepat ini disebabkan karena penerapan teknologi modern dan industrialisasi.

         Industrialisasi bagi negara berkembang sangat diperlukan untuk meningkatkan taraf kehidupan rakyatnya. Namun demikian pene rapan yang tidak tepat guna dapat menimbulkan disintegrasi sosial dan konflik. Kita harus mengingat bahwa sekalipun industrialisasi dapat merupakan bagian integral bagi pembangunan ekonomi nasio nal, tetapi bukanlah merupakan tujuan pembangunan. Industrialisasi hanya “alat” untuk mencapai tujuan yang fundamental untuk men capai standar kehidupan dan kesehatan yang lebih baik. Reuben Hill (1960) menyatakan: “industrialization and urbalization are not necesserily destructive for family stability”.

Kebutuhan Program Kesehatan Mental

        Dalam dunia yang berubah ini, yang kita perlukan adalah suatu program kesehatan mental yang komprehensif. Kita harus dapat merumuskan kesehatan mental dalam secara positif, bukan hanya tiadanya sakit/gangguan mental, bukan hanya bagi pribadi perorangan atau pengertian yang tidak jelas seperti di antaranya “maturitas, serasi, dan bahagia”.

         Freud mendefinisikan kesehatan mental sebagai kemampuan untuk mencintai dan bekerja (Lieben und Arbeiten). Namun tidak ada orang yang dapat mencintai dan bekerja tanpa adanya orang lain. Bennett (1987) mengartikan kerja adalah kegiatan yang mencakup 3 S yaitu status, salary, dan success. Bennett menganggap bekerja itu sendiri tidak mempunyai efek terapi namun yang penting adalah peranan sosial yang didapat sebagai penerima kerja.

         Erich Fromm (1956) mengatakan “from the standpoint of function in society one can call a person normal or healthy if he is able to fulfill his social roles if he is able to participate in the reproduction of society”.

           Sebagai pertimbangan dalam menetapkan suatu keadaan kese hatan mental, (Johada, 1958) mengemukakan lima kriteria, yaitu: (1) tidak didapatkan tanda-tanda sakit jiwa, (2) perilaku yang normal, (3) penyesuaian terhadap lingkungannya, (4) kepribadian yang utuh, dan (5) persepsi yang benar mengenai realitas.

         Dalam masyarakat yang berubah ini dan mengacu pada berbagai pengertian kesehatan mental, maka mengusahakan program Kesehatan mental yang efektif dan komprehensif adalah suatu keharusan, bukan barang “lux”. Kita semua membutuhkan suatu kesehatan mental sejalan dengan prinsip healthy for all, dalam pengertian kesehatan itu juga mencakup kesehatan mental masyarakat.

          Berkaitan dengan perubahan dan pekembangan yang terjadi, kita mendapat tantangan dari masyarakat untuk dapat lebih bertang gung jawab menangani berbagai problem kesehatan mental. Kita harus dapat menjawab bagaimana cara memberikan pelayanan yang bukan hanya pencegahan, perawatan, pengobatan, dan rehabilitasi penderita mental, melainkan juga dapat memberi pelayanan kepada masyarakat agar tumbuh kembang secara normal.

Strategi Perencanaan

          Secara teoretis, program kesehatan mental dapat terlaksana apabila perencana dapat mengendalikan seluruh pendekatan. Suatu program kesehatan mental masyarakat dapat dikatakan komprehensif dan efektif apabila: (1) program tersebut menjangkau semua anggota masyarakat yang dilayani dan adanya pengobatan yang adekuat bagi setiap anggota masyarakat yang memerlukan; (2) program mencakup elemen-elemen yang dapat meningkatkan perwujudan diri (self realization) dari seluruh warga masyarakat; karena kesehatan mental merupakan realisasi dari kapasitas setiap orang; dan (3) program mencakup kegiatan-kegiatan yang dirancang untuk mencegah gang guan mental dan emosional sejak lahir.

        Agar efektif, program kesehatan mental yang baik harus menye diakan beberapa perlengkapan untuk aksi sosial supaya keseluruhan lingkungan masyarakat juga sehat mentalnya.

Jangka Waktu Perencanaan

        Jangka waktu penanganan kesehatan mental dapat diklasifikasi kan ke dalam tiga macam, yaitu perencanaan jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek.

        Perencanaan dalam jangka panjang merupakan perencanaan yang mencapai sepuluh tahun atau lebih. Perencanaan ini dapat digunakan untuk memformulasi tujuan-tujuan jangka panjang dan untuk penentuan kebijakan. Perencanaan jangka menengah yang berjangka waktu lima hingga delapan tahun merupakan perencanaan yang banyak dan dapat untuk program-program yang lebih detail. Se dangkan perencanaan jangka pendek yang mencapai jangka waktu tiga tahun seringkali dijalankan sebagai dasar-dasar untuk memper siapkan anggaran tahunan dan bukan untuk merencanakan dalam hal-hal yang bersifat teknis.

Demikian referensi buku ajar dengan judul Kesehatan Mental apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.

Sumber: Kesehatan Mental Konsep dan Penerapan Moeljono Notosoedirdjo, Latipun (2001)