RuangBuku.id – Kami melayani jasa pembuatan buku, jasa penulisan buku, jasa ghost writer, jasa konversi KTI, jasa penulisan buku biografi, ataupun untuk keperluan lain. Sebelum memasuki artikel ini, apakah Anda tahu mengenai Pengertian Kata Serapan? Jika belum, silakan simak artikel yang telah kami susun berikut ini.
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian kata serapan adalah kata yang diserap oleh bahasa lain berdasarkan kaidah bahasa penerima. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa arti dari kata serapan adalah kata tersebut sesuai dengan kaidah bahasa induknya, yaitu bahasa Indonesia.
Di dalam bahasa Jawa kata “Sepur” memiliki arti kereta api. Kata tersebut juga termasuk kedalam kata serapan dari bahasa Belanda yakni Spoor. Masih banyak lagi kata-kata lainnya yang biasa Anda gunakan dalam sehari-hari, ternyata kata itu semua tergolong sebagai kata serapan dari bahasa asing.
Sebelum mempelajari lebih lanjut tentang kata serapan, Anda perlu memahami dan mempelajari arti kata serapan. Simak artikel yang membahas tentang kata serapan, seperti berikut ini.
Pengertian Kata Serapan
Kata serapan adalah kata yang berasal dari kata asing yang digabungkan ke dalam kata bahasa Indonesia tanpa mengubah atau mengubah gaya penulisan dan bacaan, yang kemudian ditulis, diucapkan dan ditulis, disesuaikan dengan cerita rakyat Indonesia untuk menambah kosa kata untuk memperkaya.
Kata serapan (kata pinjam atau kata pungutan) adalah kata-kata dari bahasa asing yang telah diintegrasikan ke dalam bentuk bahasa yang berlaku umum. Setiap masyarakat bahasa memiliki caranya masing-masing dalam mengungkapkan pikiran dan perasaan, atau dalam menyebutkan atau merujuk pada benda-benda di lingkungannya. Sampai suatu hari kata-kata persetujuan masyarakat sendiri akan cukup untuk kebutuhan itu,
Namun jika dalam kaitannya dengan masyarakat bahasa lain, besar kemungkinan akan muncul ide, konsep atau barang baru dari luar budaya masyarakat tersebut. Oleh karena itu diperlukan kata baru. Salah satu cara untuk mengatasi kebutuhan ini, yang seringkali dianggap lebih sederhana, adalah dengan mengambil kata yang digunakan oleh orang luar dari mana asalnya kebaruan.
Pengertian Kata Serapan Menurut Para Ahli
Berikut beberapa pengertian kata serapan menurut para ahli, yaitu:
Sompi pada Tahun 2017
Pengertian kata serapan merupakan akata-kata yang berasal dari bahasa asing maupun bahasa daerah, kemudian dipakai sebagai bahasa asli.
Firdaus pada Tahun 2011
Definisi kata penyerap adalah kata yang berasal dari bahasa asing, diintegrasikan ke dalam ucapan dan diterima secara umum untuk digunakan. Proses penyerapan ini mengakibatkan saling meminjam dan saling pengaruh dari unsur asing.
Rohbiah pada Tahun 2017
Makna dari kata serapan, menurut Rohbiah, adalah bahwa serapan suatu bahasa terjadi melalui kontak yang terus menerus dalam jangka waktu yang lama dengan penutur bahasa yang berbeda. Kontak bahasa ini merupakan hubungan kebahasaan yang berkembang antara satu masyarakat bahasa dengan masyarakat bahasa lainnya.
Hockett pada Tahun 1965
Makna, perubahan dan perkembangan kata serapan berikut dalam salah satu bahasa tersebut merupakan hal yang wajar terjadi akibat kontak bahasa antar pengguna bahasa yang berbeda. Komunikasi langsung antara orang yang berbeda bahasa dan budaya ini dapat menimbulkan kontak bahasa yang pada akhirnya saling mempengaruhi. Ini disebut rekaman suara.
Junanah pada Tahun 2010
Pengertian kata serapan adalah upaya mereproduksi dalam satu bahasa suatu pola yang sebelumnya terdapat dalam bahasa lain.
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, dapat ditarik simpulan bahwa kata serapan adalah kata yang direproduksi oleh bahasa penerima dengan memperhatikan kaidah-kaidah kebahasaan. Kata serapan berasal dari adanya kontak bahasa asing yang kemudian diintegrasikan menjadi bahasa penerima. Maka dari itu, banyak kata serapan yang hampir sama dengan kata asing yang sebenarnya.
Jenis-Jenis Kata Serapan
Menurut proses penyerapan, berikut ada 2 jenis kata serapan yang berlaku di dalam bahasa Indonesia, yaitu:
1. Kata Serapan Adopsi
Adopsi adalah pengambilan kosa kata asing ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah pengucapan, ejaan, atau tulisan. Contoh adopsi adalah:
a) Data berasal dari bahasa inggris yaitu date.
b) Film berasal dari bahasa Inggris yaitu film.
c) Angka berasal dari bahasa sansekerta angka.
d) Aneka berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti aneka.
e) Bola berasal dari kata Portugis yakni bola.
f) Rekening Berasal dari bahasa Belanda yaitu rekening
2. Kata Serapan Adaptasi
Adaptasi adalah suatu proses dimana pemerolehan kosakata asing ke dalam bahasa Indonesia berubah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Perubahan ejaan, penulisan, dan pengucapan. Contoh penyesuaian penyerapan adalah:
a) Bisnis berasal dari bahasa Inggris yaitu business.
b) Aktor berasal dari bahasa inggris yaitu actor.
c. Baca berasal dari kata Sansekerta vaca.
d) Bahasa berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu bhasa.
e) Mentega berasal dari kata Portugis manteiga.
f) Dosen berasal dari bahasa Belanda yaitu docent.
Penyebab adanya Kata Serapan
Arsia (2019:35) menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan suatu bahasa mengadopsi model dari bahasa lain. Misalnya, munculnya bahasa serapan yang muncul pada bahasa ini dalam bahasa Indonesia tidak hanya disebabkan oleh faktor interaksi masyarakat, tetapi juga karena pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan di berbagai bidang dan kehidupan. Kemajuan penelitian ini di berbagai bidang ilmu pengetahuan, sains, seni dan teknologi dapat memperluas kosakata bahasa dunia, termasuk bahasa Arab.
Elemen penyerapan berbasis proses dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu: (a) Adopsi, (b) Penyesuaian, dan (c) Penghargaan Terjemahan. Adopsi adalah unsur penyerap yang tersusun secara utuh tanpa ada perubahan atau adaptasi pada bahasa penerima. Adaptasi adalah unsur pengisapan yang disesuaikan dengan ejaan dan lafal bahasa Indonesia. Perubahan atau adaptasi kata asing tersebut bergantung pada sistem fonologis dan morfologis bahasa Indonesia (Soedjito, 1990:14).
Secara umum, ada 2 (dua) sumber pengembangan kosa kata. Berikut penjelasan 2 (dua) sumber pemekaran kosakata berdasarkan Arsya (2019) diantaranya:
Sumber Internal
Sumber internal adalah agen penerimaan ujaran, yaitu swadaya bahasa dalam bahasa internalnya. Artinya, pengayaan bahasa dapat dilaksanakan melalui beberapa model, antara lain:
- Aktivasi kata-kata lama
- pembentukan kata-kata baru
- menciptakan kata-kata baru
- Pengakroniman
Pengaktifan kata lama dalam bahasa Indonesia ditunjukkan misalnya pada kemunculan beberapa kata, seperti “baheula” dari bahasa Sunda yang berarti “zaman dahulu”, atau pada kemunculan kata baru, seperti “hari ini”. , artinya masa kini.
Sumber Eksternal
Sumber luar atau sumber eksternal dapat muncul melalui penyebaran berbagai bahasa terkait dan lain-lain. Tersebarnya suatu bahasa dari bahasa lain atau bahasa terkait biasanya disebabkan oleh interaksi sosial dan intensitas komunikasi.
Misalnya, penyebaran bahasa Indonesia mungkin berasal dari bahasa Arab. Para ahli bahasa memperkirakan bahwa kosakata bahasa Indonesia dan Melayu merupakan serapan dari bahasa-bahasa yang relatif banyak jumlahnya, terutama bahasa Arab. Karena diperkirakan hingga 2000-3000 kata atau sekitar 10 hingga 20 % bahasa Indonesia dan Melayu jadi satu.
Syarat-Syarat Penerapan
Dalam proses penyerapan suatu kata kedalam bahasa Indonesia bisa dilakukan bila memenuhi beberapa syarat, diantaranya:
- Istilah serapan ditentukan oleh makna yang sesuai.
- Masa serapan yang ditentukan lebih pendek dari terjemahan bahasa Indonesia.
- Istilah serapan yang jelas dapat memudahkan kesepakatan ketika istilah bahasa Indonesia memiliki banyak sinonim.
Proses penyerapan dapat dilakukan tanpa adanya pengubahan apapun. Ini juga dapat dilakukan melalui perubahan ejaan atau lafal.
Kata Serapan dari Bahasa Sansekerta
Dapat dikatakan bahwa bahasa Sanskerta memiliki pengaruh yang paling besar terhadap perkembangan bahasa Melayu. Bahasa ini merupakan bahasa tertua dengan unsur-unsur yang tergabung dalam bahasa Melayu. Berdasarkan sumber tersebut, proses asimilasi bahasa Sansekerta ke dalam bahasa Melayu atau bahasa Indonesia terjadi ketika bahasa Melayu bersentuhan dengan umat Hindu yang menggunakan bahasa Sanskerta sebagai media penyebaran agama Hindu Budha di Indonesia.
1. Penulisan Unsur Serapan
Ada beberapa aturan penulisan kata yang dipinjam dari bahasa Sansekerta. Berikut beberapa kaidah penulisan kata serapan dalam bahasa Sansekerta yang diambil dari berbagai sumber, antara lain:
a) Vokal panjang
Kata Sansekerta dengan vokal panjang menjadi vokal pendek dalam bahasa Indonesia. Ini karena Indonesia tidak memiliki vokal panjang. Contoh kata serapan bahasa Sanskerta yang mengandung vokal panjang adalah:
– Kata nama menjadi bahasa Indonesia ketika ditransisikan menjadi sebuah nama.
– Kata mudha menjadi bahasa Indonesia ketika ditransisikan menjadi sebuah nama.
b) Huruf c
Kata-kata dari bahasa sansekerta yang mengandung huruf c bila diserap kedalam bahasa Indonesia menjadi huruf s. Contoh kata serapan dari bahasa sansekerta yang mengandung huruf c, diantaranya:
– kata castra, jika diserap kedalam bahasa Indonesia menjadi sastra.
– Kata cabda, jika diserap kedalam bahasa Indonesia menjadi sabda.
2. Imbuhan Serapan
Selain kata serapan, ternyata ada unsur serapan lain yang disebut imbuhan yang dibawa ke dalam bahasa Indonesia dari bahasa Sanskerta. Imbuhan atau secara umum sebagai sufiks serap dalam bahasa Sansekerta terdiri dari:
a) Prefiks a-
Prefiks a-, atau nama awalan yang umum dikenal, masuk ke dalam bahasa Sanskerta mengandung makna tidak. Contoh imbuhan serapan a- adalah kata “amoral” yang berarti tidak bermoral.
b) Sufiks -man
Sufiks -man, atau nama akhiran yang umum dikenal, berfungsi sebagai bentuk kata nominal. Sufiks –man membawa arti menjadi orang yang ahli atau orang yang memiliki. Contoh imbuhan serapan -man adalah kata seniman. Artinya orang yang ahli dalam bidang seni.
c) Sufiks –wan dan –wati
Sufiks -wan dan -wati memiliki fungsi yang sama dengan sufiks -man, dimaksudkan untuk membentuk kata nominal. Sufiks -wan berasal dari kata Sanskerta -van. Sufiks -wan menunjukkan arti maskulin dari kata tersebut. Sedangkan sufiks -wati berasal dari bahasa Sansekerta yaitu -vati. Sufiks -wati digunakan untuk menunjukkan kata feminin.
d) Prefiks tuna-
Eddy (1989) mengatakan bahwa prefiks tuna- sebenarnya tidak termasuk dalam prefiks aslinya. Karena kata tuna dapat berdiri sendiri sebagai morfem bebas. Namun dalam bahasa Indonesia kata tuna selalu dilekatkan pada kata dasarnya, sehingga kata ini dimaksudkan sebagai prefiks atau awalan. Sebagai contoh, sufiks penyerap dari prefiks tuna adalah sufiks pada kata tuna aksara ini, artinya ketidakmampuan membaca dan menulis.
Demikian wawasan mengenai referensi buku ajar dengan judul Pengertian Kata Serapan apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa konversi KTI, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain dengan harga terjangkau mulai 2,8 juta untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi admin RuangBuku, dengan menghubungi via telepon/WA ke nomor 081252300775
