RuangBuku.id – Kami melayani jasa pembuatan buku, jasa penulisan buku, jasa ghost writer, jasa konversi KTI, jasa penulisan buku biografi, ataupun untuk keperluan lain. Sebelum memasuki artikel ini, apakah Anda tahu mengenai Struktur Sosial? Jika belum, silakan simak artikel yang telah kami susun berikut ini.
Struktur sosial dikenal sebagai adanya kumpulan dari beberapa orang dengan contoh perilaku yang dimiliki yang kemudian berikatan membina hubungan yang baik dalam masyarakat berasosiasi dengan kehidupan sehari-hari. Dalam masyarakat struktur ini dapat terjadi apabila pola perilaku tersebut terjadi repetsi dan adanya Hubungan timbal balik antara peranan sosial dengan kedudukannya.
Struktur sosial adalah tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat yang didalamnya terkandung hubungan timbal balik antara status dan peranan dengan batas-batas perangkat unsur-unsur sosal yang mengacu pada suatu keteraturan perilaku di dalam masyarakat.
Perbedaan membentuk struktur yang membangun struktur sosial yang ada di masyarakat. Bagaimana setiap kelompok memiliki tujuan yang berbeda, baik berupa kelompok atau komunitas hobi, kelompok atau komunitas pekerjaan kamu, dan masih banyak lagi.
Setiap perbedaan yang ada tersebut seringkali disebut dengan perbedaan sosial. Dimana, perbedaan sosial yang ada baik secara vertikal maupun horizontal merupakan hal yang membentuk struktur sosial yang ada di masyarakat. Supaya mengetahui lebih dalam, yuk simak artikel yang sudah kami susun. Berikut penjelasan mengenai struktur sosial.
Pengertian Struktur Sosial
Berdasarkan KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, struktur sosial adalah suatu konsep untuk merumuskan asas hubungan antar individu dalam kehidupannya di masyarakat, yang menjadi pedoman perilaku manusia.
Menurut Encyclopedia Britannica, dari perspektif sosiologis, konsep struktur sosial diartikan sebagai lingkungan institusional yang unik dan stabil dimana setiap individu berinteraksi dan hidup bersama membentuk lingkungan sosial. Struktur sosial juga dianggap sebagai salah satu ilmu yang ada dalam sosiologi, berurusan dengan hubungan internal yang dilembagakan oleh individu-individu yang tergabung dalam suatu kelompok.
Menurut para ahli, ada juga pengertian tentang struktur sosial. Menurut George C. Homans, yang mendefinisikan struktur sosial sebagai subjek sosiologi yang berhubungan atau terkait dengan kepribadian dan perilaku sosial semua orang dalam kehidupan sehari-hari, untuk menyesuaikan diri dengan aturan atau norma yang berlaku di lingkungan itu.
Berdasarkan pengertian struktur sosial di atas, struktur sosial secara umum adalah pola hubungan sosial yang terbentuk antara seorang individu dengan individu lain yang membentuk suatu kelompok dalam suatu tatanan masyarakat.
Pengertian Struktur Sosial Menurut Para Ahli
Untuk Mengetahui lebih dalam, simak pengertian struktur sosial menurut para ahli berikut inii.
Talcott Parsons
Parson mendefinisikan struktur sosial sebagai aspek yang relatif statis daripada aspek fungsional dari sistem sosial.
Koentjaraningrat
Menurut Koentjaraningrat, konsep struktur sosial adalah suatu kerangka yang dapat menggambarkan hubungan antar elemen masyarakat yang berbeda.
James M. Henslin
Struktur sosial adalah pola khas suatu kelompok, seperti hubungan antar individu, individu dengan kelompok, dan hubungan antar kelompok.
Soerjono Soekanto
Menurut Soerjono Soekanno, struktur sosial adalah hubungan timbal balik antara posisi sosial dan peran sosial yang dimiliki oleh setiap individu atau kelompok dalam struktur tersebut.
Abdulsyani
Seperti yang dipahami oleh Soerjono Soekanto, struktur sosial menurut Abdulsyan adalah suatu tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat yang menyangkut hubungan timbal balik antara status dan peranannya serta batas-batas seperangkat unsur sosial. Hubungan ini mengacu pada tatanan perilaku sehingga dapat membentuk suatu masyarakat.
Berdasarkan definisi para ahli, dapat disimpulkan bahwa struktur sosial berkaitan dengan hubungan antarlembaga sosial yang membentuk kesatuan sistem sosial guna mengatur pola perilaku masyarakat.
Jenis Struktur Sosial
Berikut struktur sosial dibedakan menjadi 5 bagian, berikut jenis-jenis strukturnya.
1. Struktur Sosial Homogen dan Heterogen
Struktur homogen adalah jenis struktur sosial di mana elemen-elemennya memiliki pengaruh atau posisi yang sama di dunia luar seperti yang ada. Kemudian struktur heterogen adalah jenis struktur sosial yang unsur-unsurnya memiliki pengaruh atau posisi yang berbeda di dunia luar.
2. Struktur Sosial Kaku dan Luwes
Jenis struktur sosial ini merupakan jenis struktur sosial yang memiliki pola organisasi yang dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.
3. Struktur Sosial Mekanis dan Statis
Struktur mekanis adalah jenis struktur sosial yang mensyaratkan status yang sama bagi semua anggota kelompok agar fungsi-fungsi yang ada berjalan dengan baik. Sementara itu, struktur status merupakan jenis struktur sosial yang dapat berjalan dengan baik jika setiap anggota kelompok dipuaskan terlebih dahulu.
4. Struktur Sosial Formal dan Informal
Struktur formal adalah jenis struktur sosial yang diakui oleh mereka yang bertanggung jawab dan diatur berdasarkan hukum yang berlaku. Dan struktur informal adalah jenis struktur sosial yang tidak diakui oleh mereka yang bertanggung jawab dan tidak diatur oleh hukum, tetapi dalam kehidupan kelompok masyarakat struktur ini masih digunakan.
5. Struktur Sosial Atas dan Bawah
Struktur atas adalah jenis struktur sosial, biasanya dikuasai atau dikendalikan oleh pihak atau kelompok yang berkuasa. Partai-partai ini mendominasi aspek ekonomi, politik, dan sosial budaya dari struktur sosial yang ada. Kemudian struktur yang lebih rendah adalah jenis struktur sosial yang biasanya digunakan oleh kelas bawah atau pihak dengan taraf hidup yang lebih rendah.
Fungsi Struktur Sosial
Dengan berkembangnya zaman, sangat penting adanya pembagian tanggung jawab yang jelas dalam masyarakat. Fungsi struktur sosial dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
1. Struktur sosial dapat membuktikan bahwa setiap individu memiliki peran dan kelas yang berbeda dalam masyarakat, karena kita tahu bahwa setiap individu memiliki keunikan dan kelebihannya masing-masing dan termasuk dalam kelompok tertentu.
2. Struktur sosial sebagai kontrol sosial masyarakat, yaitu struktur sosial yang jelas dengan norma dan peraturan yang jelas untuk mengatur setiap individu, menghindari resiko pertengkaran atau konflik antar tingkatan atau kelompok.
Masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda. Jika kelemahan seseorang dapat menjadi kekuatan yang lain, mereka dapat saling melengkapi dalam struktur sosial ini dan bekerja bahu membahu untuk mencapai tujuan bersama.
Ciri-Ciri Struktur Sosial
Berdasarkan penjelasan di atas, kita dapat melihat bahwa struktur sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Dalam pembentukan suatu kelompok, dalam suatu komunitas terdapat individu-individu yang semuanya berbeda-beda, namun seringkali individu-individu yang memiliki kesamaan atau kepentingan yang sama membentuk suatu kelompok yang menciptakan suatu struktur sosial.
2. Terus berkembang dan berubah dimana seperti yang kita ketahui sendiri, seseorang pada tingkat atau kelompok sosial tertentu dapat mengalami perubahan, baik naik maupun turun. Seperti halnya kelas sosial manusia yang selalu berubah dari waktu ke waktu.
3. Ada dimensi vertikal dan horizontal, dapat kita lihat dari penjelasan di atas bahwa struktur sosial terdiri dari jenis-jenis yang berbeda dengan tingkatan yang berbeda yang disebut stratifikasi sosial dan juga tingkatan yang serupa disebut diferensiasi sosial.
4. Hubungan dengan individu lain yang mencakup semua budaya masyarakat, selalu ada struktur sosial dimana seorang individu berusaha menjalin hubungan dengan orang lain yang memiliki budaya berbeda.
Klasifikasi Struktur Sosial
Struktur sosial dibagi menjadi dua kategori berdasarkan klasifikasi yang dibuat oleh para sosiolog untuk lebih memahami distribusi dan jenis struktur sosial yang ada. Kedua kategori ini dibedakan berdasarkan aspek-aspek tertentu, yaitu diferensiasi sosial dan stratifikasi sosial. Berikut penjelasannya.
Diferensiasi Sosial
Perbedaan tingkat diferensiasi sosial atau klasifikasi sosial secara horizontal merupakan salah satu bentuk struktur sosial dalam masyarakat yang memiliki nilai yang sama atau setara antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Contoh diskriminasi sosial termasuk diskriminasi ras dan etnis, diskriminasi agama, dan diskriminasi etnis.
Soerjono Soekanto, Dosen Sosiologi dan Common Law Fakultas Hukum Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa diferensiasi sosial adalah perubahan pekerjaan, prestise dan kekuasaan suatu kelompok dalam masyarakat. proses interaksi sosial. Diferensiasi sifat sosial dibagi menjadi tiga kelompok yaitu ciri fisik, ciri sosial, dan ciri budaya, yang dijelaskan sebagai berikut.
- Ciri Budaya
Ini adalah perbedaan sosial yang terjadi ketika ada perbedaan budaya antara individu. Contoh karakteristik budaya meliputi perbedaan agama individu, suku, ras, bahasa, kepercayaan, adat istiadat, dan norma atau nilai.
- Ciri Fisik
Ini adalah diferensiasi sosial yang terjadi ketika ada perbedaan penampilan fisik individu dan individu lain dalam masyarakat. Contoh ciri fisik tersebut adalah bentuk mata, warna dan rambut.
- Ciri Sosial
Ini adalah diferensiasi sosial yang terjadi ketika status sosial seseorang berbeda. Contoh karakteristik sosial ini adalah status, pekerjaan atau kekuasaan seseorang.
Stratifikasi Sosial
Stratifikasi sosial atau klasifikasi sosial dengan tingkatan yang berbeda secara vertikal merupakan bentuk struktur sosial dalam masyarakat, dimana setiap tingkatan memiliki nilai yang berbeda dari tingkatan ke tingkatan. Dalam stratifikasi sosial, dapat dibagi lagi menjadi tiga klasifikasi, yaitu stratifikasi sosial terbuka, stratifikasi sosial tertutup, dan terakhir stratifikasi sosial campuran.
- Stratifikasi Sosial Terbuka
Ini adalah stratifikasi sosial yang menggambarkan bahwa sangat mungkin individu dan kelompok pada tingkat tertentu mengalami mobilitas sosial, atau yang dimaksud dengan perpindahan status dari satu tingkat ke tingkat lain, baik meningkat maupun menurun.
Contoh dari stratifikasi sosial yang nyata ini adalah ketika seseorang yang sebelumnya adalah seorang pekerja memulai bisnis dan menjadi cukup sukses untuk menjadi seorang taipan, atau sebaliknya ketika seorang taipan mengalami kerugian dan bangkrut.
- Stratifikasi Sosial Tertutup
Stratifikasi sosial lah yang mengungkapkan ketidakmampuan seseorang atau kelompok pada satu tingkat untuk mencapai mobilitas sosial, atau apa arti perubahan status dari satu tingkat ke tingkat lainnya. Contoh stratifikasi sosial yang tertutup ini adalah sistem kasta yang ada pada masyarakat Bali di Indonesia.
- Stratifikasi Sosial Campuran
Ini adalah stratifikasi sosial yang muncul ketika hierarki sosial terbuka dan hierarki sosial tertutup bergabung. Contoh hierarki sosial campuran ini dapat ditemukan pada masyarakat Hindu Bali yang dikenal memiliki sistem kasta yang tidak dapat diubah.
Jika seseorang dari kasta yang lebih rendah pindah ke ibu kota dan menjadi pengusaha sukses, secara akademis atau finansial di sana, status sosialnya akan naik, tetapi tidak dapat berpindah kasta.
Demikian wawasan mengenai referensi buku ajar dengan judul Struktur Sosial apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa konversi KTI, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain dengan harga terjangkau mulai 2,8 juta untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi admin RuangBuku, dengan menghubungi via telepon/WA ke nomor 081252300775
