Rahasia Menulis Buku Ajar(2)

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Rahasia Menulis Buku Ajar(1)

 Sarana mengungkapkan gagasan

Salah satu sarana yang paling baik untuk mengungkapkan gagasan adalah melalui karya tulisan, baik itu artikel, puisi, buku, dan lain sebagainya. Melalui tulisan orang-orang dapat mengerti tentang apa yang kita pikirkan tentang topik tertentu.
Dalam menulis buku ajar kita juga dibebaskan untuk menyampaikan gagasan. Walaupun untuk buku-buku ilmiah sains sudah ada teori-teori paten yang menjadi referensi, tetapi penulis dapat menjelaskan teori-teori tersebut dengan bahasanya sendiri. Seringkali Bahasa penulisan dosen yang mengajar mata kuliah dan menulis buku ajar lebih dapat dipahami oleh mahasiswa daripada buku referensi yang asli.

1. Sarana Berwirausaha

Buku ajar yang ditulis oleh dosen sebaiknya juga diterbitkan secara resmi. Artinya buku tersebut tidak hanya untuk konsumsi mahasiswanya, tetapi juga dapat dinikmati oleh mahasiswa lain dan masyarakat umum. Ketika buku ajar telah diterbitkan karya tersebut dapat dijadikan modal berwirausaha. Selain insentif dari penerbit, penulis juga dapat mendapatkan uang tambahan dari menjual karyanya kepada mahasiswa.
Langsung saja, untuk membangkitkan keinginan menulis buku, tentunya Anda perlu tahu apa saja benefit yang dapat Anda peroleh jika menulis buku. Berikut adalah beberapa manfaat menulis buku untuk seorang dosen:

  • Membantu mempromosikan nama Jurusan, Fakultas, dan Universitas tempatnya bekerja karena memiliki penulis dan pengajar handal (terbukti dari buku-buku yang berhasil diterbitkan). Nama Universitas biasanya melekat pada seorang dosen. Dengan begitu nama Universitas, Fakultas, dan Jurusan pun akan menjadi lebih terkenal, berkelas, dan terpercaya. Menunjukkan pada dunia bahwa Anda memang mahir di bidangnya. Dengan cara ini, akan banyak pihak lain yang mungkin meminta bantuan atau sekedar konsultasi tentang bidang tersebut. Dengan kata lain, menulis buku merupakan alat untuk membangun trust .
  • Sebagai media promosi diri dan meningkatkan value Promosi dengan media buku lebih banyak plusnya dibanding promosi konvensional. Dengan menulis, selain nama menjadi populer, terkenal, serta peningkatan value diri menjadi sangat tinggi. Perlu diketahui, pembaca biasanya tidak merasakan bahwa tulisan Anda menjadi promosi bagi mereka, melainkan menjadi guru tersabar mereka. Sebagai alat

membangun jaringan ( networking ). Bukan hanya sekedar promosi, tetapi lebih luas dari itu. Relasi sponsor, perusahaan, sektor industri, pemerintah, dan pihak terkait lainnya, akan semakin kuat terjalin berkat tulisan-tulisan dalam buku Anda.

  • Mendapatkan pemasukan tambahan. Bukan hanya royalti >20% dari Penerbit Deepublish, melainkan juga kemungkinan efek lain dari Misal, Anda diminta menjadi pembicara dalam sebuah acara yang berkaitan dengan bidang keahlian Anda. Bahkan berkat buku yang Anda tulis, Anda dianggap seorang pakar dan menjadi konsultan. Apabila hal ini terjadi, selain pendapatan dari royalti >20% dari Penerbit Deepublish, honor sebagai pembicara/konsultan akan mengalir deras ke kantong Anda. Dengan rajin menulis dan menerbitkan buku, Anda akan terpacu untuk lebih kreatif, semakin dalam tingkat kepakarannya, lebih giat bekerja, memiliki kebanggaan diri, dan lebih menikmati pekerjaan.
  • Membagikan dan menyebarkan ilmu pengetahuan kepada orang lain. Tujuan sangat mulia ini jelas akan mendapatkan pahala yang tiada Balasan-Nya pasti akan lebih dahsyat daripada sekedar materi yang diperoleh dalam waktu <30 hari jika bekerjasama dengan Penerbit Deepublish. Menulis memang sangat bermanfaat dan menimbulkan efek positif yang terus menerus serta kadang berasal dari arah yang tak terduga.
  • Mendapat poin dengan angka kredit 20 poin (buku ajar) per judul buku dengan batas kepatutan masing- masing 1 judul buku per tahun. Tentu saja poin ini dapat membantu Anda meningkatkan jenjang karier Anda sebagai dosen serta kemungkinan mendapat insentif penulisan buku dari

Dengan demikian, dapat disimpulkan kembali bahwa berbagai manfaat dari menulis adalah:

  1. Memperoleh passive income
  2. Sebagai media untuk kenaikan pangkat/jabatan
  3. Promosi diri sendiri dan Institusi tempat bekerja
  4. Mendapatkan kebanggaan yang tak ternilai
  5. Mendapat angka kredit poin
  6. Memberi suatu sumbangsih kepada orang banyak
  7. Menghindari kepikunan dan meningkatkan kualitas diri
  8. Mewariskan ilmu bagi peradaban mendatang

Ciri-Ciri Buku Ajar Yang Baik

Buku ajar adalah naskah yang ditulis oleh dosen dalam rangka menunjang materi pokok mata kuliah yang diajarkan. Hal ini dapat dilihat dari cara menyusun, penggunaannya dalam pembelajaran, dan teknik penyebarannya. Buku ajar disusun dengan alur dan logika sesuai dengan rencana pembelajaran. Buku ajar disusun sesuai kebutuhan belajar mahasiswa. Buku ajar disusun untuk mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi tertentu

Mengingat ada 3 tugas utama dosen dalam pembelajaran. Pertama, merancang rencana pembelajaran termasuk diantaranya tugas membuat bahan ajar (buku ajar). Kedua, melaksanakan pembelajaran dan ketiga, melakukan evaluasi terhadap pencapaian belajar peserta didiknya. Terlihat jelas bahwa menulis buku ajar adalah sebagai keniscayaan dari para dosen dalam menyusun rencana pembelajaran. Jadi, agak aneh jika seorang dosen yang selama karirnya tidak pernah sekalipun menulis buku ajar.

Intinya, buku ajar disusun sesuai dengan mata kuliah tertentu, diterbitkan secara resmi dan disebarluaskan, artinya buku tersebut haruslah ber-ISBN. Untuk kebutuhan promosi kenaikan pangkat, buku ajar dihargai dengan angka kredit sebesar 20 poin, dan masuk dalam kategori pendidikan (A).

Perkembangan buku ajar sangat bervariasi tidak hanya berbentuk cetak, tetapi juga e-Book , sistem tutor on – line dan materi perkuliahan melalui video. Menulis buku ajar adalah permainan bahasa, di mana bahasa merupakan aktivitas jiwa sekaligus aktivitas otak.

Bahasa yang digunakan dalam buku ajar adalah ilmiah populer. Tujuan menulis naskah buku ajar, selain untuk memotivasi para dosen agar aktif menulis, meneliti, dan mengikuti perkembangan ilmunya, juga untuk memperlihat- kan kemampuan kritis mereka dalam membumikan ilmu mereka dalam konteks berbahasa Indonesia. Penulisan buku ajar merupakan program andalan di lingkungan DP2M Ditjen Dikti Kemendikbud RI semenjak tahun 2000.

Program ini dilakukan dalam upaya memberi peluang kepada intelektual kampus untuk memunculkan penemuan serta karya tulis baru buatan Indonesia.

Tentu saja, penulisan buku ajar pasti mengandung nilai ekonomi jika dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Hal menarik dari buku ajar adalah tentang kualitasnya. Disini akan terlihat keahlian, kecendekia-an, dan kualitas keilmuan dari penulisnya. Semakin hebat seseorang dalam menguasai suatu bidang ilmu, maka penyampaian dalam buku tersebut akan semakin berbobot, mudah dibaca dan dipahami, serta menyertakan contoh-contoh kasus dan soal yang membuka wawasan para pembaca lebih luas. Dosen yang selama ini lebih memilih mengajar ke sana kemari tanpa bergerak meneliti dan kemudian menulis buku secara bertahun-tahun tak ubahnya bagai “penjual kecap” keliling. Padahal kehidupan akademik dewasa ini dapat tercermin dari gairah para intelektual kampusnya dalam menulis buku. Situasi dan kondisi demikianlah yang mendorong Penerbit Deepublish untuk selalu konsisten dalam memfasilitasi para dosen untuk menerbitkan buku-buku karya mereka dengan sistem bisnis yang memungkinkan dosen mendapat royalty >20% dalam waktu <30 hari.

Berikut adalah ciri-ciri buku ajar yang baik:

  1. Format buku sesuai dengan ketentuan UNESCO, yaitu maksimal ukuran kertas A4 (21 x 29,7cm) dan minimal menurut Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi A5 (14,8 x 21cm) dengan jumlah minimal 49
  2. Memiliki ISBN ( International Standard Book Number ).
  3. Menggunakan gaya bahasa semi
  1. Struktur kalimat minimal SPOK (Subjek Predikat Objek Keterangan).
  2. Mencantumkan TIU, TIK, dan
  3. Disusun sesuai dengan Rencana
  4. Menyertakan pendapat atau mengutip hasil penelitian pakar.
  5. Menggunakan catatan kaki/catatan akhir/daftar pustaka, dan jika mungkin menyertakan
  6. Mengakomodasi hal-hal/ide-ide
  7. Diterbitkan oleh penerbit yang kredibel (Penerbit Deepublish).
  8. Tidak menyimpang dari falsafah

Setiap halaman buku sebaiknya mengindahkan hal-hal berikut ini:

  1. Setiap alinea berisi satu pokok
  2. Menggunakan alinea yang
  3. Menggunakan kalimat-kalimat pendek, agar mudah diingat (10-20 kata per kalimat).
  4. Setiap halaman dibuat menarik dan mudah diingat secara verbal maupun visual (mengindahkan kaidah penggunaan tipografi dan tata letak yang baik).
  5. Setiap halaman berisi teks, grafik/diagram, tabel, gambar (berupa foto maupun ilustrasi), inset pengingat, inset
  6. Tuliskan kalimat motivasi dan

Buku ajar harus berfungsi sebagai penarik minat dan motivasi peserta didik dan pembacanya. Motivasi pembaca bisa timbul karena bahasa yang sederhana, mengalir, dan

mudah dipahami. Motivasi bisa timbul karena banyak gagasan dan ide-ide baru. Motivasi bisa timbul karena buku ajar tersebut mengandung berbagai informasi yang relevan dengan kebutuhan belajar peserta didik dan pembaca, serta bukan informasi yang disampaikan berulang-ulang dan bertele-tele.

Demikian Referensi Buku Ajar Tentang Rahasia Menulis Buku Ajar apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku