Bab 12 Pemilihan Dan Penggunaan Bahan Ajar Dalam Proses Pembelajaran 2

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Bab 12 Pemilihan Dan Penggunaan Bahan Ajar Dalam Proses Pembelajaran 2

Pemilihan Wallchart

Untuk memilih wallchart, kita perlu mempertim bangkan beberapa hal yang terkait dengan penyajiannya, antara lain:

  • Substansi materi yang disajikan dalam bentuk wall chart harus memiliki relevansi dengan kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik.
  • Bagan atau grafik yang disajikan harus benar secara substansi, atau dengan kata lain tidak menampilkan data yang salah.
  • Ditampilkan dengan skala yang sesuai, sehingga terlihat logis.
  • Ada perimbangan antara besarnya kertas dan bagan yang ada di dalamnya, sehingga bagan tampak indah dipandang. Biasanya, sebuah lembaran wallchart tidak akan habis oleh bagan yang ada di dalamnya, melainkan terdapat sisa di sisi kanan, kiri, atas, dan bawahnya.
  • Beberapa wallchart dapat dibeli di toko.
  1. Pemilihan Foto atau Gambar

Dalam memilih foto atau gambar, kita juga harus mempertimbangkan beberapa hal yang terkait dengan penyajiannya, antara lain:

  • Substansi materi yang disajikan dalam bentuk foto atau gambar mesti memiliki relevansi dengan kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik.
  • Gambar yang disajikan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.
  • Ditampilkan dengan skala yang sesuai, sehingga terlihat logis dan enak dilihat.
  • Gambar menampilkan judul atau keterangan.
  • Beberapa foto atau gambar dapat dibeli di toko buku.
  1. Pemilihan Bahan Ajar Model atau Maket

Model atau maket belum banyak dijual di pasaran. Umumnya, bahan ajar tersebut (terutama model) diimpor dari luar negeri. Model bidang fisika misalnya, banyak diimpor dari Jerman. Adapun beberapa pertimbangan dalam memilih model atau maket sebagai bahan ajar, antara lain:

  1. Model atau maket memiliki relevansi dengan ma teri yang akan diajarkan.
  2. Model atau maket memiliki ukuran yang tidak terlalu besar dan bobotnya juga tidak terlalu berat, sehingga dapat dipindah-pindahkan oleh satu orang.
  3. Model untuk biologi harus berukuran sama dengan benda aslinya.
  4. Model atau maket bisa diperoleh di toko, dan dapat juga dilihat di sumber belajar, seperti museum atau perpustakaan.
  1. Pemilihan Bahan Ajar Audio

Dalam hal ini, ada dua jenis bahan ajar audio yang bisa menjadi pilihan kita, yakni radio dan kaset/PH/CD. Pertimbangan yang digunakan dalam pemilihan kedua jenis bahan ajar audio tersebut tentu saja tidak sama. Berikut ini adalah pertimbangan-pertimbangan untuk masing-masing jenis bahan ajar tersebut.

  1. Pemilihan Bahan Ajar Radio

Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam memilih radio sebagai bahan ajar, antara lain:

  • Substansi materi yang disajikan dalam program radio harus memiliki relevansi dengan kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik.
  • Program radio yang disajikan dapat dipertang gungjawabkan kebenarannya.
  • Direkam terlebih dahulu atau siaran langsung yang baik, agar bisa didengar dengan jelas.
  • Dilengkapi dengan keterangan tertulis.
  • Beberapa radio siaran menyediakan program

 

  1. Pemilihan Bahan Ajar Kaset/PH/CD

Beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam memilih jenis bahan ajar kaset/PH/CD, antara lain:

  • Substansi materi yang disajikan dalam bentuk kaset/PH/CD harus memiliki relevansi dengan kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik.
  • Kaset/PH/CD yang disajikan dapat dipertang gungjawabkan kebenarannya.
  • Direkam pada pita kaset/PH/CD yang baik agar jelas didengar.
  • Dilengkapi dengan keterangan tertulis.
  • Beberapa kaset/CD dapat dibeli di toko buku.
  1. Pemilihan Bahan Ajar Audio Menurut Anderson

Sementara itu, Anderson (1987) menawarkan per timbangan lain dalam pemilihan bahan ajar audio. Per tama-tama, pertimbangkan tujuan dan materi pelajaran. Setelah itu, media audio harus memiliki paling tidak satu dari kriteria

Sebagai catatan penting, alat-alat audio mempunyai kerangka waktu yang tidak dapat diubah dalam penyajian pengajaran. Secara tak langsung, ini berarti aspek kecepatan sendiri (self pacing) dalam pengajaran dan pemilihan isi harus dimasukkan ke dalam materi pelajaran.

  1. Pemilihan Bahan Ajar Audiovisual

Bahan ajar audiovisual meliputi dua jenis, yaitu video (film) dan orang. Secara lebih rinci, cara memilih masing masing jenis bahan ajar audio visual tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Pemilihan Bahan Ajar Video atau Film

Video atau film untuk keperluan pendidikan me mang belum banyak tersedia di pasaran. Namun, jika suatu ketika diperlukan untuk membeli, maka dalam memilihnya perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut:

  • Substansi materi yang disajikan dalam video atau film harus memiliki relevansi dengan kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik.
  • Alur cerita yang ada dalam program video atau film merupakan sajian menarik dan diturunkan dari standar kompetensi atau kompetensi dasar dalam kurikulum.
  • Ditampilkan dalam satu cerita yang menarik, sehingga peserta didik tertarik untuk mempela jarinya.
  • Kebenaran materi dapat dipertanggungjawabkan.
  • Durasinya tidak terlalu lama, paling lama 20 menit.
  • Pilih video atau film yang sesuai, misalnya tentang suatu situasi diskusi, dokumentasi, promosi suatu produk, interview, atau bahkan menampilkan suatu percobaan yang berproses.

Adapun secara khusus untuk pemilihan video seba gai bahan ajar, Anderson mengungkapkan bahwa ada be berapa hal penting yang perlu kita lakukan dan dijadikan pertimbangan, di antaranya analisis tujuan pembelajaran, materi yang akan disajikan, serta pertimbangan pendis tribusian untuk menentukan apakah video merupakan media terbaik. Dan, semua jawaban harus “Ya”.

Apakah “gerak” merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dalam pelajaran kita? Ada kalanya kita menganggap bahwa “gerak” merupakan hal yang penting dalam kegiatan pembelajaran, padahal sesungguhnya bukan, bahkan tak perlu. Untuk menjawab “Ya” terhadap pertanyaan ini, sekurang-kurangnya satu dari kriteria yang tersaji dalam Tabel 3 harus terpakai dalam bahan pelajaran kita.

  1. Pemilihan Bahan Ajar Orang

Orang atau narasumber, di samping sebagai bahan ajar, dapat juga sebagai sumber belajar. Sebagai bahan ajar, maka orang harus memiliki kriteria sebagai berikut:

  • Memiliki latar belakang pendidikan/pengalaman/ keahlian yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan kepada peserta didik.
  • Memiliki kemampuan untuk menyampaikan ke pintarannya atau keahliannya kepada orang lain, ditunjukkan dengan adanya biodata atau matriks
  • Narasumber dapat dijumpai di instansi pemerintah atau swasta.
  1. Pemilihan Bahan Ajar Interaktif

Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam memilih bahan ajar interaktif, antara lain:

  1. Substansi materi yang disajikan dalam program interaktif harus memiliki relevansi dengan kom petensi yang harus dikuasai oleh peserta didik.
  2. Program interaktif yang disajikan dapat dipertang gungjawabkan kebenarannya.
  3. Disajikan dalam bentuk disket atau CD.
  4. Dilengkapi dengan keterangan tertulis.
  5. Penyajiannya menarik.

Sementara itu, dalam sudut pandang Anderson, jika bahan ajar yang digunakan berbasis komputer atau meng gunakan komputer, maka ada sejumlah pertimbangan yang perlu diperhatikan. Pertimbangan-pertimbangan tersebut termuat dalam bentuk daftar cek seperti terli hat pada Tabel 4. Karena banyaknya persoalan kompleks yang perlu dipertimbangkan, daftar ini tidak mungkin sepenuhnya komprehensif. Pertanyaan-pertanyaan da lam daftar cek ini hanya menanyakan beberapa persoalan yang paling sering dan umum, yang harus dipertimbang kan bila merencanakan pengembangan suatu sistem ber dasarkan komputer.

Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, kita mempunyai alternatif cara untuk membuat pertimbangan dalam mengidentifikasi dan memilih bahan ajar interaktif bagi kegiatan pembelajaran peserta didik. Apakah cocok atau tidak, serta tepat atau tidak, semua itu dapat kita lihat dan cek sendiri dengan kriteria-kriteria dan pertimbangan-pertimbangan yang telahaaa kita bicarakan di atas. Dengan upaya ini pula, bahan ajar interaktif yang kita sajikan kepada peserta didik akan menjadi suatu pilihan yang layak dan tepat bagi peserta didik.

  1. Penggunaan Bahan Ajar dalam Kegiatan Pembelajaran

Bahan ajar merupakan unsur yang amat penting dalam suatu pembelajaran. Tanpa kehadiran bahan ajar, mustahil tujuan pembelajaran akan tercapai dan kom petensi dasar dikuasai oleh peserta didik. Hal ini sekali

gus menegaskan bahwa bahan ajar merupakan hal yang pokok dan sangat penting dalam kegiatan pembelaja ran.

Bahan ajar digunakan untuk tujuan dan maksud ter tentu. Hal ini dikarenakan bahan ajar memiliki karakter istik dan jenis-jenis tertentu pula. Oleh karena itu, agar kita tidak keliru dalam me manfaatkan bahan ajar, kita perlu memahami cara peng bahan ajar tersebut. Sehing pemanfaatan bahan ajar mau pun kegiatan pembelajaran itu sendiri.

Anderson (1987), dalam bukunya yang berjudul Selecting and Developing Media for Instruction, menerangkan bahwa penggunaan bahan ajar dalam proses pembelajaran dapat dipetakan menjadi tiga macam, yaitu untuk tujuan kognitif, psikomotorik, dan afektif. Lalu, bagaimana penggunaan setiap jenis bahan ajar (cetak, model/maket, audio, audio-video, dan bahan ajar interaktif) pada tiga tujuan (ranah) tersebut? Simak penjelasan detailnya berikut.

Demikian referensi buku ajar dengan judul Bab 12 Pemilihan Dan Penggunaan Bahan Ajar Dalam Proses Pembelajaran  apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.

Sumber Prabowo A. (2013) PanduanKReatif Membuat Bahan Ajar Inovatif (DIVA Press)