Bab 4 Handout Buku Ajar(2)

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini Bab 4 Handout Buku Ajar(2)

. Jenis-Jenis Handout

Berdasarkan keterpaduan dengan buku utama, handout dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu haandout yang terlepas sama sekali dari buku utamanya dan handout yang menjadi bagian tak terpisahkan dari buku atau modul yang digunakan untuk materi tertentu. 23 Sementara itu, berdasarkan karakteristik mata pelajaran, handout dibedakan menjadi dua macam, yaitu handout mata pelajaran praktik dan nonpraktik. Karakteristik dua jenis mata pelajaran ini ternyata berimplikasi terhadap susunan dari handout yang tidak sama. Untuk lebih jelasnya, simaklah uraian berikut ini.

  1. Handout Mata Pelajaran Praktik

Pada jenis mata pelajaran praktik, susunan handoutnya memiliki ketentuan sebagai berikut.

Andi Prastowo

  1. Dalam materi pokok kegiatan praktik, terdiri atas langkah-langkah kegiatan atau proses yang harus dilakukan peserta didik, yakni langkah demi lang kah dalam memilih, merangkai, dan mengguna kan alat/instrumen yang akan diguna kan atau dipasang kan dalam unit/ rangkaian kegiatan praktik.
  2. Pembelajaran de ngan melakukan dengan pembe lajaran teori. Pe ngalaman dan ke terampilan peserta didik sangat diharapkan dalam penggunaan alat atau instrumen praktik (harus mutlak benar). Salah dalam merangkai atau meng gunakan akan berakibat fatal, kerusakan, atau bah kan kecelakaan.
  3. Perlu bahkan sering kali dilakukan pre-test terlebih dulu sebelum peserta didik memasuki ruangan laboratorium atau bengkel, untuk mengetahui sejauh mana peserta didik telah siap dengan segala apa yang akan dilakukan dalam praktik tersebut.
  4. Penggunaan alat evaluasi (reported sheet) sangat diperlukan untuk umpan balik dan melihat tingkat ketercapaian tujuan serta kompetensi-kompetensi yang harus dikuasai dan dicapai oleh setiap peserta didik.

Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif

  1. Keselamatan kerja di laboratorium bengkel perlu dibudayakan dalam kegiatan praktik, baik di laboratorium maupun bengkel.
  2. Format identitasnya sama dengan penjelasan sebelumnya, sedangkan isi handout disesuaikan dengan kekhususan materinya.
  3. Handout Mata Pelajaran Nonpraktik

Untuk jenis mata pelajaran nonpraktik, susunan handoutnya memiliki ketentuan sebagai berikut.

  1. Sebagai acuan handout adalah SAP (Satuan Acara Pembelajaran).
  2. Format handout:
  • bebas (slide, transparansi, paper based) dan dapat berbentuk narasi kalimat tetapi singkat atau skema /flowchart dan gambar ; dan
  • tidak perlu memakai header maupun footer untuk setiap slide, cukup halaman pertama saja yang menggunakanny
  1. Konten (isi) handout terdiri atas overview materi dan rincian materi.
  2. Memahami Langkah-langkah Penyusunan Handout

Dalam menyusun handout, maka handout tersebut paling tidak harus mengandung beberapa komponen, seperti menuntun pembicara secara teratur dan jelas, berpusat pada pengetahuan hasil dan pernyataan padat,

serta grafik dan tabel yang sulit digambar oleh pendengar dapat dengan mudah didapat.

Selaras dengan penjelasan sebelumnya bahwa handout dibuat atas dasar kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta duduk, maka penyusunan handout harus diturunkan dari kurikulum. Adapun langkah langkah penyusunannya adalah sebagai berikut.

  1. Lakukan analisis kurikulum.

Contoh 1:

Mata Kuliah: Pengembangan Sumber Belajar

Program Studi : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Semeter : VI (Enam)

Standar Kompetensi:

1. Mahasiswa mampu memahami konsep, jenis, dan bentuk sumber belajar, serta terampil dalam mengembangkan sumber belajar dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah.

 

Matriks Analisis Kurikulum Mata Kuliah Pengembangan Sumber Belajar pada Prodi PGMI semester VI

KD Indikator

 

Materi Pokok

 

Pengalaman Belajar

 

Jenis Bahan Ajar

 

Mahasiswa mampu menganalisis kebutuhan bahan ajar Mahasiswa dapat:

a.       Menganalisis kurikulum,

b.       Menganalisis sumber belajar, serta

c.       Memilih dan menentukan  bahan ajar.

Analisis kebutuhan bahan ajar. Mahasiswa mendiskusikan tentang pengertian analisis kebutuhan bahan ajar.

 

Mahasiswa mendiskusikan tentang analisis kurikulum.

 

Mahasiswa mendiskusikan tentang peta badan ajar

 

Mahasiswa mendiskusikan tentang struktur bahan ajar.

Handout.

Andi Prastowo

  1. Tentukan judul handout dan sesuaikan dengan kompetensi dasar serta materi pokok yang akan dicapai. Pada tahap ini, lakukan dengan berdasarkan hasil penyusunan peta bahan ajar yang telah dibuat.

Contoh 2:

Berikut ini adalah contoh peta bahan ajar untuk mata kuliah Pengembangan Sumber Belajar semester VI Prodi PGMI standar kompetensi 1, kompetensi dasar poin “a” (Mahasiswa dapat menganalisis kurikulum), di mana materi pokok sebagai judul bahan ajar yaitu “Analisis Kurikulum”.

 

Peta Kebutuhan Bahan Ajar Mata Kuliah Pengembangan

Sumber Belajar pada Prodi PGMI semester VI

 

Standar Kompetensi

 

Kompetensi Dasar

 

Materi Pokok/ Judul Bahan Ajar

 

Mahasiswa mampu memahami konsep, jenis, dan bentuk sumber belajar, serta terampil dalam mengembangkan sumber belajar dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah.

 

Mahasiswa mampu menganalisis kebutuhan bahan ajar.

 

a. Analisis kurikulum.

b. Analisis sumber belajar.

c. Memilih dan menentukan bahan ajar.

Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif

  1. Kumpulkan referensi sebagai bahan penulisan. Usahakan referensi yang digunakan terkini dan relevan dengan materi pokoknya.
  2. Dalam menulis, usahakan agar kalimat yang digunakan tidak terlalu panjang. Untuk peserta didik di MI/SD, upayakan dengan kalimat yang sederhana dan diperkirakan jumlah kalimat per paragrafnya hanya sekitar 3-4 kalimat. Adapun untuk peserta didik di MTs/SMP, upayakan dengan kalimat yang sederhana, namun jumlah kalimat per paragrafnya diperbanyak sedikit, yaitu sekitar 3-5 kalimat. Sedangkan untuk siswa SMA, diperkirakan jumlah kata per kalimatnya tidak lebih dari 25 kata, dan dalam satu paragraf usahakan jumlah kalimatnya kira-kira 3-7 kalimat. Berbeda lagi dengan peserta didik di perguruan tinggi. Untuk mereka, kita dapat menyuguhkan jumlah kalimat per paragraf yang lebih banyak. Namun, perlu diingat bahwa semakin sederhana dan pendek paragraf dengan kalimat-kalimat yang efektif dan efisien, hal itu justru lebih baik dan disarankan. Jadi, ukurannya bukan banyaknya kalimat dalam satu paragraf, tetapi bobot dari kalimat yang lebih diutamakan. Sehingga, penyajian paragraf bisa singkat, namun sudah mampu menjelaskan secara gamblang informasi yang ingin disampaikan kepada peserta didik.

89

Andi Prastowo

Contoh 3:

Berikut ini adalah contoh handout untuk mata kuliah Pengembangan Sumber Belajar semester VI prodi PGMI standar kompetensi 1, kompetensi dasar poin “a” (Mahasiswa mampu menganalisis kurikulum), di mana materi pokok sebagai judul bahan ajar, yaitu “Analisis Kurikulum”.

Judul:

ANALISIS KURIKULUM

Disusun oleh:

Andi Prastowo, M.Pd.I

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MI

 FAKULTAS TARBIYAH

 UIN SUNAN KALIJAGA

 YOGYAKARTA

 

 

Informasi Pendukung:

 

Analisis kurikulum disusun dengan tujuan, yaitu un tuk menentukan kompetensi-kompetensi mana yang memerlukan bahan ajar dengan cara mempelajari 5 hal sbb:

1. Standar kompetensi (SK).

2. Kompetensi dasar (KD).

3. Indikator ketercapaian hasil belajar.

4. Materi pokok (MP).

5. Pengalaman belajar yang akan dilakukan oleh peserta didik.

 

 

 

90

Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif

  1. Evaluasi hasil tulisan dengan cara dibaca ulang. Bila perlu, mintalah orang lain membaca terlebih dahulu untuk mendapatkan masukan.
  2. Perbaiki handout sesuai dengan kekurangan kekurangan yang ditemukan.
  3. Gunakan berbagai sumber belajar yang dapat memperkaya materi handout, misalnya buku, majalah, internet, atau jurnal hasil penelitian.

Mengembangkan Handout Menjadi Bahan Ajar “Luar Biasa”

Handout, sebagai bahan ajar dituntut untuk mampu menampilkan sebuah isi dan tampilan yang “luar biasa”. Isi dan tampilan luar biasa tersebut tentunya adalah yang menarik dan menyenangkan bagi peserta didik. Atau, dengan kata lain, melalui handout, peserta didik dapat termotivasi untuk belajar. Melalui handout, keingintahuan (curiosity) peserta didik terhadap ilmu pengetahuan meningkat, sehingga mereka selalu terdorong untuk belajar dan terus belajar.

Guna mewujudkan hal tersebut, handout perlu dikembangkan sedemikian rupa agar mampu menjadi bahan ajar yang luar biasa. Beberapa tahapan yang bisa kita ikuti untuk pengembangan tersebut adalah sebagai berikut. Pertama, lakukan evaluasi bahan ajar menggunakan standar kompetensi dan kompetensi dasar sebagai dasarnya. Kedua, berdasarkan hasil evaluasi, putuskanlah materi yang harus dikembangkan dengan

Andi Prastowo

menggunakan handout, apakah materi baru atau pengayaan. Ketiga, putuskan isi handout, apakah overview atau ringkasan. Keempat, putuskan cara penyajian, apakah narasi, tabel, gambar, diagram, atau kombinasi dari ketiganya.

Sementara itu, berkaitan dengan isi handout, ada beragam isi yang bisa kita temukan dalam pengemba ngan handout. Pertama, peta atau diagram konsep yang menghubungkan antartopik atau bagian dalam topik. Kedua, annotated bibliography. Ini merupakan kumpulan abstrak dari sumber yang relevan dengan materi yang sedang dipelajari. Handout yang memiliki kandungan annotated bibliography ini akan membantu peserta didik yang membutuhkan informasi le bih lanjut tentang materi ajar tertentu. Ketiga, informasi tambahan untuk meluruskan kesalahan dan bias yang ada dalam bahan ajar. Keempat, memberikan contoh baru dan contoh tambahan untuk konsep yang sulit dipaha mi oleh peserta didik. Kelima, memberikan kasus untuk dipelajari dan diselesaikan, baik secara individu maupun kelompok.

Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif

  1. Contoh Penggunaan Grafis dan Gambar dalam Pengembangan Handout

Sebagaimana telah disinggung di depan bahwa ada beberapa bentuk penyajian handout, seperti naratif, tabel, gambar, diagram, atau kombinasi antara ketiganya. Untuk menentukan bentuk penyajian handout yang paling pas, maka kita perlu memperhatikan materi yang akan kita sajikan. Yang pasti, penggunaan tabel, gambar, diagram, atau kombinasi antara ketiganya digunakan sebagai penjelas terhadap kata-kata yang tidak/kurang jelas atau sulit mencerminkan konsep yang diinginkan.

Berikut ini adalah contoh penggunaan grafis dan gambar dalam pengembangan handout.

  1. Grafis

1) Naratif deskriptif

Contoh 4:

Narasi yang ditampilkan tidak menarik.

 

Penggunaan handout dalam proses pembe lajaran, di antaranya sebagai bahan rujukan, pemberi motivasi, pengingat, pemberi um pan balik, dan penilai hasil belajar.

Versus

Penggunaan handout dalam proses pembe lajaran meliputi 5 fungsi, yaitu:

1. bahan rujukan,

2. pemberi motivasi,

3. pengingat,

4. pemberi umpan balik, dan

5. penilai hasil belajar.

 

 

Andi Prastowo

2) Tabel

Bentuk tabel yang dapat digunakan untuk mengisi handout ada dua macam, yaitu tabel yang berisi kata kata dan tabel yang berisi angka. Contohnya sebagai berikut.

  1. a) Tabel yang berisi kata-kata

Contoh 5:

No. Aspek-Aspek dari Program Strategis

 

Tonggak-Tonggak Kunci Keberhasilan

 

A Pemerataan dan perluasan akses pemerataan.

 

1. Penekanan angka putus sekolah.

 

Angka putus sekolah di SMP Negeri 1 Kota Bengkulu mencapai 0%.

 

2. Pemberian bantuan kepada siswa kurang mampu.

 

Sebanyak 100 buku da pat dimanfaatkan oleh siswa yang tidak mampu dalam rangka memperke cil disparitas prestasi belajar antarsiswa yang mampu dan siswa yang tidak mampu.
3. Disparitas belajar ber dasarkan ekonomi.

 

Pada tahun 2006/2007, disparitas belajar ber dasarkan ekonomi men capai 8% dalam rangka mengurangi angka putus sekolah.

 

Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif

  1. b) Tabel yang berisi angka

Contoh 6 :

Rata-Rata Pendapatan Orang Tua Siswa

di SMP Negeri 1 Kota Bengkulu

 

Pekerjaan Jumlah

(%)

Penghasilan /Bulan Jumlah Tingkat

Pendidikan

Jumlah

(%)

PNS (Pegawai Negeri Sipil) 65 5 SD/lebih

rendah

–
TNI/Polri 5 10 SLTP 5
Swasta 12 15 SLTA 30
Petani 10 20 PT 65
Pedagang 10 50
Nelayan 3

 

 

Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif

  1. Alasan Digunakannya Gambar dalam Pembuatan Bahan Ajar

Gambar banyak digunakan dalam berbagai kesempatan pembuatan handout. Setidaknya ada sepuluh alasan yang menyebabkan gambar banyak digunakan dalam pembuatan bahan ajar, sebagaimana diuraikan berikut ini.

  1. Gambar dapat menjadi hiasan yang membuat ba han ajar semakin menarik. Maksudnya, gambar yang berfungsi sebagai hiasan atau dekorasi dalam handout dapat membuat bahan ajar semakin me mikat. Karena handout menarik perhatian peserta didik, rasa bosan yang mungkin muncul pada pe serta didik pun dapat diatasi..
  2. Gambar mampu mem berikan motivasi. Mak sudnya, gambar (apabi la dipilih dengan tepat) dapat dimanfaatkan un tuk memotivasi peserta didik agar belajar dan terus belajar.
  1. Gambar sebagai pe terus belajar. Melalui gambar, dapat juga dikirimkan pesan yang mencerminkan niat untuk mencapai target tertentu.
  2. Gambar dapat mempengaruhi orang yang melihatnya.
  3. Gambar dapat membantu untuk membayangkan pesan yang ingin disampaikan.

Andi Prastowo

  1. Dengan gambar, informasi yang ingin disampaikan dapat lebih jelas dipahami. Sebab, informasi secara naratif sering kali masih kurang mencukupi.
  2. Satu gambar dapat menjelaskan beberapa kata atau bahkan beberapa kalimat sekaligus.
  3. Dengan menggunakan gambar, kita dapat melakukan penyederhanaan cara penyampaian konsep tanpa mengurangi artinya.
  4. Melalui penggunaan gambar, dapat memudahkan orang menerima pesan yang disampaikan.
  5. Gambar dapat digunakan untuk memunculkan masalah. Misalnya, gambar kebakaran hutan dapat menimbulkan polemik tentang perlunya menjaga kelestarian hutan.
  6. Beberapa Hal Penting yang Harus Diperhatikan saat Menggunakan Gambar

Dari kesepuluh kegunaan gambar tersebut, masing masing tidak bisa berdiri sendiri-sendiri. Satu gambar dapat memiliki lebih dari satu fungsi pada waktu yang bersamaan. Kita hanya perlu ingat bahwa pada saat menggunakan gambar, manfaat yang kita inginkan dari satu gambar tertentu tidak dikalahkan oleh manfaat lain yang mungkin bertolak belakang dengan manfaat yang kita inginkan tersebut. Agar peristiwa seperti itu tidak terjadi, berikut ini ada enam hal penting yang mesti kita perhatikan pada waktu menggunakan gambar.

  1. Terangkan fungsi gambar dengan sejelas-jelasnya. Gambar yang dimaksudkan untuk menjelaskan atau memunculkan masalah sebaiknya diinformasi

Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif

kan secara eksplisit, sehingga peserta didik mem perhatikan gambar tersebut.

  1. Seimbangkan fungsi. Maksudnya, jangan sampai fungsi gambar yang lebih minor (tambahan) berakibat negatif terhadap fungsi mayor (utama) yang sebenarnya kita tuju.
  1. Tentukan aktivitas yang harus dilakukan peserta didik. Apabila menggunakan gambar, maka pasti kan bahwa peserta didik membaca gambar terse but. Informasi yang diberikan gambar jangan di ulang dalam penjelasan secara naratif, baik secara lisan ataupun tertulis, sehingga peserta didik harus melihat gambar untuk dapat memahami materi.
  2. Jelaskan konvensi gambar. Maksudnya, pastikan bahwa peserta didik memahami konvensi yang digunakan dalam gambar. Apabila perlu, jelaskan dalam teks, sehingga pesan yang ingin disampaikan dalam gambar dapat diterima dengan benar.
  3. Batasi informasi. Jangan memunculkan terlalu banyak informasi pada satu gambar. Walaupun secara teori satu gambar dapat memberikan banyak informasi, cobalah untuk membatasi informasi ingin disampaikan.
  4. Hindari SARA. Maksudnya, jangan gunakan gam bar yang dapat memicu SARA dan bias gender.

demikian referensi buku dengan judul Bab 4 Handout Buku Ajar(2)  membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku