Bab 8 Model(Market) Buku Ajar(2)

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Bab 8 Model(Market) Buku Ajar(2)

  • Memahami Fungsi, Tujuan, dan Kegunaan Model (Maket)

Model atau maket sebagai bahan ajar, jika disiapkan dan dibuat secara baik, maka akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi proses pembelajaran. Oleh karena model yang digunakan dalam proses pembelajaran hendaknya dibuat oleh pendidik atau para peserta didik. itu, Sebab, model atau maket dapat memberikan makna yang hampir sama dengan benda aslinya. Weidermann mengungkapkan bahwa dengan melihat dan berinteraksi dengan benda aslinya, yang berarti dapat dipegang, maka peserta didik akan lebih mudah mempelajarinya,” Hal ini sebenarnya juga tidak terlepas dari manfaat besar yang bisa ditimbulkan oleh bahan ajar ini bagi proses pembelajaran, yaitu menciptakan pembelajaran yang bermakna dan mengesankan.

Sebagai contoh, penggunaan model penampang struktur kulit bumi untuk pelajaran sains di SD/MI. Dengan model itu, peserta didik dapat melihat secara langsung bagian-bagian struktur kulit bumi. Pada umumnya, model semacam ini dibuat dalam bentuk miniaturnya, artinya benda yang dilihat memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dari benda aslinya. Hal ini mengingat bumi memiliki ukuran yang teramat besar dan mustahil dihadirkan di kelas. Nah, jika peserta didik dapat mengamati struktur bumi pada model menyerupai aslinya (meskipun dalam bentuk yang mini), maka hal itu akan mempermudah peserta didik untuk memahami dan menangkap informasi yang terkandung dalam pelajaran itu. yang

  1. Tujuan dan Fungsi Model (Maket)

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, dapat kita pahami bahwa penggunaan model sebagai bahan ajar memiliki beberapa tujuan, di antaranya sebagai berikut:

  1. Menyederhanakan objek atau benda yang terlalu sulit, terlalu besar, terlalu jarang, terlalu jauh, terlalu kecil, atau terlalu mahal jika dihadirkan di kelas secara langsung dalam bentuk aslinya. Contohnya, bumi, planet, tengkorak manusia, dan lain sebagainya.
  2. Memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik terhadap suatu objek atau benda, meskipun hanya dalam bentuk tiruannya.
  3. Memudahkan penjelasan tentang suatu objek atau benda dengan menunjukkan tiruan benda aslinya.

Sementara itu, fungsi model dalam kegiatan pembelajaran antara lain menjadi tiruan objek atau benda aslinya dalam bentuk tiga dimensi, serta menjembatani kesulitan-kesulitan yang mungkin timbul jika objek atau benda asli didatangkan ke kelas untuk diobservasi peserta didik.

  1. Kegunaan Model (Maket)

Secara umum, kegunaan model dalam kegiatan pembelajaran dibedakan menjadi dua, yaitu kegunaan bagi peserta didik dan kegunaan bagi pendidik.

  • Kegunaan bagi Peserta Didik

Bagi peserta didik, dengan adanya model atau maket, maka mereka dapat belajar dengan lebih mudah. Mereka dapat mengamati objek atau benda secara lang Penjelasan-penjelasan secara oral yang disampai kan oleh pendidik pun dapat dicerna secara langsung sung. oleh mereka dengan membandingkannya dengan model yang mereka amati atau buat sendiri. Hal-hal yang bersifat abstrak menjadi konkret ketika model ada di depan mereka. Selain itu, mereka juga mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dari kegiatan yang mereka lakukan, sehingga mereka memperoleh banyak hal yang mengesankan. Padahal, seperti kita ketahui, jika suatu kegiatan pembelajaran mampu memberi kesan mendalam bagi peserta didiknya, berarti pembelajaran itu bermakna bagi mereka. Jika proses pembelajaran tersebut bermakna, maka kegiatan pembelajaran itu telah berjalan secara efektif.

Sementara itu, menurut jenisnya, kegunaan model bagi peserta didik adalah sebagai berikut:

  1. Untuk model padat (solid model), kegunaannya adalah:
    • dapat mengembangkan konsep realisme peserta didik;
    • dapat menjadi tantangan bagi peserta didik untuk memecahkan masalah-masalah pengajaran dalam berbagai bidang studi yang dipelajarinya; dan Nana Sudjana dan Ahmad Rival, loc. cit.
    • hasil belajar akan lebih mendalam dan lebih mantap.
  2. Untuk model penampang (cutaway model), kegunaannya adalah:
    • dapat menggantikan objek atau benda sesungguhnya; dan
    • dapat memperjelas objek atau benda yang sebenarnya karena dapat diperbesar atau diperkecil.
  3. Untuk model kerja (working model), kegunaannya adalah:
    • dapat mendorong keingintahuan peserta didik; dan
    • dapat meningkatkan ketertarikan peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran.
  4. Untuk mock-ups, kegunaannya adalah:
    • membantu peserta didik dalam membaca diagram (gambar di atas kertas) atau objek dua dimensi dan memindahkannya ke dalam objek yang sesungguhnya; serta
    • dapat membantu membaca objek atau benda yang sama sebagaimana terdapat pada objek atau benda aslinya.
  5. Untuk diorama, kegunaannya adalah:
    • sangat cocok untuk pengajaran mata pelajaran ilmu fisika, biologi, sejarah, dan berbagai mata pelajaran lainnya; serta macam
    • dapat memberikan gambaran situasi (kondisi) objek seperti aslinya, sehingga peserta didik mudah dalam menghayatinya.
  • Kegunaan bagi Pendidik

Bagi pendidik, keberadaan model memiliki beberapa kegunaan, antara lain:

  1. membantu pendidik dalam memberikan penjelasan tentang suatu objek atau benda yang rumit dan/ atau asing bagi peserta didik;
  2. membantu pendidik dalam menjelaskan sesuatu yang abstrak menjadi sesuatu yang konkret;
  3. menyajikan proses pembelajaran yang bermakna dan berkesan;
  4. menampilkan proses pembelajaran yang menarik dan inovatif,
  5. menjadi tantangan untuk menguji kompetensi dan kreativitas sebagai seorang pendidik; serta
  6. menjadi sumber penghasilan baru.

Itulah kegunaan model bagi kita sebagai pendidik. Apabila kita mampu membuat model yang baik, variatif, dan inovatif untuk berbagai mata pelajaran, maka model itu dapat dipasarkan secara langsung ke sekolah-sekolah, perguruan tinggi, ataupun secara online melalui internet. Dengan cara itu, uang akan dengan sendirinya membanjiri kita. Sebab, setiap sekolah, madrasah, ataupun perguruan tinggi rata-rata membutuhkan model sebagai salah satu bahan ajarnya. Sementara, sekarang ini masih jarang para pebisnis yang mau menekuni bisnis pembuatan model.

  • Unsur-Unsur Model (Maket) sebagai Bahan Ajar

Sebagaimana telah kita ketahui, setiap jenis bahan ajar memiliki struktur yang berbeda-beda. Maka dari itu, kita perlu mengetahui struktur dari masing-masing bahan ajar. Pada bahan ajar berbentuk model (maket), strukturnya memiliki kemiripan dengan bahan ajar berbentuk foto atau gambar. Struktur model terdiri atas lima unsur, meliputi judul, kompetensi dasar atau materi pokok, informasi pendukung, tugas atau langkah kerja, dan penilaian. Namun, perlu dicatat bahwa keempat unsur terakhir (dimulai dari kompetensi dasar atau materi pokok hingga penilaian) terdapat pada lembaran kertas lain.

Bahan ajar model tidak dapat berdiri sendiri, tetapi harus dibantu dengan bahan tertulis agar memudahkan pendidik dalam mengajar maupun peserta didik dalam belajar. Dalam memanfaatkan model (maket) sebagai bahan ajar, kita harus menggunakan kompetensi dasar dalam kurikulum sebagai pedomannya.

  • Langkah-Langkah Pembuatan Model (Maket) yang Efektif

Setiap bahan ajar disusun dan dibuat dengan langkah langkah tertentu, begitu pula dengan pembuatan bahan ajar model (maket). Untuk membuat sebuah model (maket), ada beberapa langkah efektif yang perlu kita ketahui, sebagaimana ditunjukkan dalam Pedoman Umum Pengembangan Bahan Ajar (Diknas, 2004) berikut ini.

  1. Judul diturunkan dari kompetensi dasar atau materi pokok sesuai dengan besar kecilnya materi.
  2. Membuat rancangan sebuah model yang akan dibuar, baik substansinya ataupun bahan yang akan digunakan sebagai model Misalnya, kardus, karton, bubur kertas, bubur kertas nape, kayu, tanah liat, malam atau lilin, plester paris, dan bahan metal
  3. Informasi pendukung diterangkan secara jelas. padat, dan menarik pada selembar kertas. Karena, tidak mungkin sebuah model memuat informasi tertulis, kecuali keterangan-keterangan singkat saja, Gunakan berbagai sumber yang bisa memperkaya informasi, contohnya buku, majalah, internet, dan jurnal hasil penelitian.
  4. Supaya hasil yang didapatkan memuaskan, sebaiknya pembuatan model atau market dikerjakan oleh orang yang memiliki keterampilan untuk membuatnya. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan bagi kita semua untuk belajar dan menguasainya. Kemudian, bahan yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan kemudahan dalam mencarinya. Bahkan, sangat dianjurkan jika kita mampu untuk memanfaatkan berbagai limbah rumah tangga atau per kantoran, sehingga bisa dibuat menjadi model atau maket. Hal ini tentunya juga akan sangat mendo kung program PBB maupun pemerintah untuk menyelamatkan bumi dari dampak buruk rumah kaca.
  5. Tugas dapat diberikan pada akhir penjelasan sebuah model dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan Selain itu, tugas juga dapat ditulis dalam lem bar kertas lain, contohnya berupa tugas menjelas kan secara tertulis tentang struktur lempeng bumi (mata pelajaran IPA). Tugas dapat kita berikan secara individu atau kelompok.
  6. Penilaian dapat dilakukan terhadap jawaban secara lisan atau tertulis dari pertanyaan yang kita berikan.

Demikian referensi buku dengan judul Bab 8 Model(Market) Buku Ajar(2) membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin Ruang Buku.