BAB 9 BAHAN AJAR AUDIO 3

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai BAB 9 BAHAN AJAR AUDIO

Pembuatan Bahan Ajar Radio

Sebagaimana telah sedikit kita singgung di awal, radio broadcasting adalah media yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar, yang dengannya peserta didik bisa belajar sesuatu.

Namun, untuk membuat suatu bahan ajar radio, kita perlu memperhatikan beberapa poin penting yang menentukan tingkat keefektifan bahan ajar radio dalam penyampaian pesan. Karena, seperti kita ketahui bahwa penyampaian pesan radio diarahkan pada pendekatan stimulus-response dalam belajar, yang artinya materi pesan

harus memungkinkan timbulnya respons proses pembe lajaran yang terarah. Dan, itu semua akan bergantung pada perencanaan dan pelaksanaan produksi materi siar an, prinsip-prinsip belajar melalui radio, landasan kegia ran komunikasi pembelajaran melalui radio, dan kemam puan media siaran radio dalam penyelenggaraan kegiatan pengajaran (Wijaya dkk, 1992).61

1) Materi Siaran Radio Pendidikan

Keefektifan siaran radio pendidikan di antaranya bisa ditentukan oleh kualitas materi yang dipergunakan. Kualitas materi ini bergantung pada pengembangannya dalam mengatasi permasalahan aspek-aspek belajarnya. Kemudian, untuk mencapai tujuan pendidikan melalui radio, terlebih dahulu kita harus meneliti dan meng analisis keadaan sasaran. Analisis ini akan mengarahkan pendekatan tujuan pengajaran, pemanfaatan kegiatan pembelajaran, dan penelitian terhadap pencapaian hasil proses kegiatan pembelajaran.

2) Prinsip-Prinsip Belajar dengan Radio

Ada sebuah pandangan yang perlu kita pahami bahwa belajar adalah suatu proses psikologis untuk mencapai tujuan. Oleh sebab itu, dalam merencanakan program siaran radio, kita harus memperhatikan prinsip-prinsip perubahan melalui siaran radio. Adapun prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

  1. a) Program siaran harus membangkitkan minat sasa ran (peserta didik) agar mau mempelajari materi yang disampaikan.

 

  1. b) Pemilihan topik harus relevan dengan keinginan dan kebutuhan peserta didik dari segi pentingnya atau kegunaannya.
  2. c) Materi harus disajikan menurut urutan yang logis dari awal sampai akhir siaran.
  3. d) Penyajian bahan melalui satu cara akan mudah. dalam pelaksanaan programnya, tetapi akan sulit dalam memungkinkan pemartisipasian peserta didik secara aktif.
  4. e) Materi yang disajikan secara ceramah saja akan mengurangi antusiasme pendengar (peserta didik). Maka, supaya antusiasme pendengar tinggi, materi harus disajikan secara lebih hidup untuk memungkinkan partisipasi mereka.
  5. f) Penekanan (reinforcement) sesuatu pesan sangat penting untuk membuat daya serap yang tinggi.
  6. g) Kecerdasan, perasaan, dan imajinasi pendengar harus dijadikan dasar atau tekanan utama dalam penyusunan materi supaya peserta didik mendapat kepuasan dalam pencapaian hasil belajar.

Prinsip-prinsip belajar di atas semuanya berdasarkan atas analisis kondisi psikologis dan keadaan peserta didik sebagai sasaran. Untuk melakukan analisis seperti ini, kita memerlukan data peserta didik yang diperoleh dengan melakukan observasi dan penelitian terhadap mereka, meliputi kebutuhan, tingkat pengetahuan, sikap, tingkah laku, dan konteks komunikasi mereka. Untuk mengetahui hal ini, kita dapat mencermati uraian Theroux dalam Wijaya, dkk (1992) sebagai berikut.

Pertama, kebutuhan (need) sasaran. Kebutuhan di sini diartikan sebagai kesenjangan antara kondisi nyata seka rang dan kondisi yang ideal atau kondisi yang diharap kan, yang belum tercapai. Pemenuhan kebutuhan pada umumnya bisa membangkitkan motivasi. Kebutuhan nyata mereka yang bersifat nafsu, perasaan, atau rasio, harus diberi tekanan langsung oleh program siaran untuk memberikan kepuasan kepada sasaran.

Kedua, tingkat pengetahuan (knowledge). Yang dimak sudkan di sini adalah tingkat pengetahuan yang mereka miliki tentang subjek yang disajikan atau dibicarakan. Jika sasaran telah mengetahui tentang apa yang sedang dibicarakan, akan sukar mencegah adanya kebosanan. Informasi baru atau konsep baru akan membuat tanta ngan bagi mereka. Tantangan ini harus dibangkitkan dan dimunculkan secara saksama supaya mereka tidak merasa frustasi terhadap kesulitan yang tidak bisa mereka pecah kan. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui secara pasti tingkat pengetahuan yang mereka miliki ten tang konsep, materi, peristilahan, atau batasan-batasan, sehingga tingkat kesukaran dapat diperhitungkan untuk bisa dipecahkan oleh mereka.

Ketiga, sikap (attitude). Sikap di sini adalah sikap me yang mempunyai implikasi penting terhadap desain reka perencanaan program untuk bisa memenuhi harapan mereka, yaitu harapan-harapan yang ingin mereka wu judkan. Jika sikap dan harapan yang mereka kemukakan masih menghambat pencapaian tujuan, maka pembuat program harus lebih mengarahkan pada sikap mereka yang paling mendasar dan lebih spesifik, seperti apakah

sikap mereka menyangkut soal-soal keagamaan, tradisi, keamanan, uang, atau mungkin yang lainnya.

Keempat, tingkah laku (behaviour). Suatu kebenaran bahwa pengetahuan tentang tingkah laku ini bisa membuat isi dan corak suatu program itu atraktif serta akan membuat program tersebut berhasil efektif. Maka, bahwa tingkah laku itu sendiri bisa tidak mengarahkan program secara pasti adalah pernyataan yang benar pula. Hal ini bisa terjadi karena kelemahan dalam menentukan hubungan antara apa yang sering dilakukan orang, tidak menggambarkan apa yang sebenarnya mereka perbuat.

Kelima, konteks komunikasi (communication context). Konteks komunikasi adalah suatu hal yang sulit dite rapkan. Akan tetapi, penjelasan pada poin 3) berikut ini akan mencoba menggambarkan segala faktor yang bisa mempengaruhi bagaimana bahan ajar bisa dianggap atau diterima oleh sasaran. Sebenarnya, faktor ini tidak meru pakan karakteristik sasaran, namun justru merupakan pengaruh terhadap karakter suatu bahan ajar siaran.

3) Faktor-Faktor yang Melandasi Kegiatan Komu nikasi Pengajaran Melalui Siaran Radio

Proses pendidikan atau kegiatan pengajaran pada dasarnya adalah proses komunikasi, yang berarti pen didikan sebagai upaya mengomunikasikan gagasan, sikap, dan tindakan (Miarso dalam Wijaya dkk., 1992). Faktor-faktor penyeimbang untuk menentukan perenca naan dan bentuk kegiatan komunikasi pengajaran, ber dasarkan pendapat Schramm dalam Wijaya dkk. (1992), didasari oleh tiga pertimbangan, yaitu analisis kebutuhan

dan permasalahan yang ada pada sasaran; penentuan me dia yang dipergunakan dengan cara menganalisis keefek tifan, kecocokan, serta kemudahan penggunaannya; dan pertimbangan ekonomi (cost) atas analisis pemanfaatan sumber-sumber dengan biaya yang dikeluarkan. Ketiga faktor ini, dalam perencanaannya saling mempengaruhi secara intensif.

4) Kemampuan Bahan Ajar Siaran Radio dalam Kegiatan Pengajaran

 

Semakin banyak menggunakan simbol dalam proses pembelajaran (mu timedia), maka proses belajar akan menjadi semakin efektif. Berkaitan dengan simbol, ada tiga macam kode simbol yang biasa digunakan dalam kegiatan pengajaran, yaitu ikonik, digital, dan analog. Nah, kegiatan pengajaran siaran radio mampu menyajikan simbol-simbol informasi, simbol-simbol digital, serta simbol-simbol analog, bahkan radio vision dapat menyajikan ketiga jenis simbol tersebut di depan.

Adapun persyaratan yang harus kita penuhi agar pemanfaatan bahan ajar radio ini bisa efektif adalah sebagai berikut. Pertama, bahan ajar siaran radio dalam kegiatan pengajaran harus bisa menciptakan situasi komunikasi manusiawi, bukan sekadar komunikasi elektronika. Oleh karena itu, dalam menyusun bahan ajar siaran radio sebaiknya kita juga memperhitungkan timbulnya ide ide baru pada waktu komunikasi sedang berlangsung, dengan mengutamakan pesan-pesan yang dipersiapkan terlebih dahulu, untuk memungkinkan proses interaksi kegiatan pembelajaran bisa saling mempengaruhi.

 

Kedua, bahan ajar siaran radio harus mampu me munculkan partisipasi semua pihak dalam komunikasi pengajaran, sehingga bisa menghasilkan suatu akibat dari adanya pesan yang dikirimkan terlebih dahulu. Sementara, hasil akhir yang diharapkan harus berupa pencapaian penguasaan kompetensi dasar yang telah ditetapkan dalam kurikulum.

Berikut ini adalah enam hal yang perlu diperhatikan dalam langkah-langkah penyusunan bahan ajar siaran radio.62

  1. Judul diturunkan dari kompetensi dasar atau materi pokok sesuai dengan besar kecilnya materi.
  2. Petunjuk penggunaan radio perlu disertakan, agar peserta didik mengetahui bagaimana cara menggunakan radio sebagai bahan ajar.
  3. Informasi pendukung dijelaskan secara jelas, padat, dan menarik dalam bentuk tertulis yang kemudian dibacakan atau diputar dengan pita kaset/CD audiolaudio file pada program siaran radio. Adapun beberapa hal yang hendaknya diperhatikan pada waktu menulis naskah untuk bahan ajar siaran radio adalah sebagai berikut:

 

  • Tulislah naskah untuk didengar dan bukan untuk dilihat. Maksudnya, tulislah dalam bahasa lisan, bukan bahasa tulisan.
  • Susunlah sesederhana mungkin. Harus diingat, naskah kita mungkin akan didengar sekali saja.

Oleh karena itu, buatlah sederhana, sehingga pendengar dapat menyebutkan kembali pokok pokok utamanya. Ulangi beberapa kali pokok pokok utama dalam naskah.

  • Buatlah bersifat personal (pribadi). Dalam hal ini, tulislah seolah-olah kita berbicara kepada satu orang. Ribuan orang mungkin akan mendengar kan, tetapi radio adalah suatu alat pribadi, jadi tulislah demikian.
  • Berpikirlah dalam arti suara. Maksudnya, guna kan kata-kata yang sesuai untuk media suara. Se mua pengertian dalam naskah kita harus menjadi kata-kata yang deskriptif dan mengalir.
  1. Tulis tugas-tugas dalam lembar kertas lain, con tohnya berupa tugas mendengarkan program radio dan membuat laporan tentang apa yang mereka dengar.
  2. Lakukan penilaian terhadap hasil karya dari tugas yang diberikan, yaitu sewaktu mereka menyusun laporan.
  3. Gunakan berbagai sumber belajar yang bisa mem perkaya materi, contohnya buku, majalah, internet, atau jurnal hasil penelitian sebagai bahan dalam membuat program radio.