Rahasia Menulis Buku Ajar(4)

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Rahasia Menulis Buku Ajar(4)

 Menulis Rutin dan Lawan Hambatan                       

  Sebuah   buku   rata-rata   terdiri   lebih   dari   seratus halaman.    Buku    saku    berkisar    50-100    halaman.    Buku pegangan berkisar antara  100-150 halaman, buku yang lebih lengkap   tebalnya   mungkin   150-200   halaman,   dan   buku referensi bisa jadi sampai lebih dari 250 halaman. Sedangkan buku komprehensif biasanya lebih dari 250 halaman. Coba      kita      balik      sudut      pandangnya,      tidak menganggapnya  sebagai  beban,  namun  tantangan.  Jika  kita menganggap    menulis    adalah    tantangan,    sudah    dapat dipastikan   bahwa   tiap   saatnya   kita   akan   terus   menerus merasa  bergairah  dalam  menulis.  Anggap  saja  ini  adalah tantangan    terbesar     yang    harus    dimenangkan    dalam kehidupan Anda, niscaya apabila buku tersebut telah selesai, Anda akan mendapatkan kepuasan yang tiada taranya. Selain itu  jika  proses  penulisan  dilakukan  setahap  demi  setahap seperti bernapas, maka menulis adalah hal yang amat sangat mudah.  Kita  tidak  perlu  memikirkan  berapa  halaman  yang harus  ditulis.  Namun,  ingatlah  untuk selalu menulis  sedikit demi sedikit. Tahukan Anda, sepuluh atau dua puluh artikel bisa menjadi sebuah buku? Ya, Anda hanya butuh 10 sampai 20  artikel  saja  untuk  menjadi  buku.  Sedikit  bukan?  Saran kami, sebaiknya Anda menyediakan waktu sekitar 30 menit   sampai  1  jam  setiap  hari.  Buat jadwal yang  rutin  agar  Anda bisa   menulis.   Jika   Anda   memang   memiliki   waktu   lebih, menulis  rutin  2  jam  setiap  hari  jauh  lebih  baik.  Apa  yang akan terjadi jika Anda menulis rutin 30 menit sampai 1 jam setiap hari? Anda pasti akan terkejut melihat hasilnya. Anggap  saja  dalam  30  menit Anda  bisa menulis  dua halaman    maka    dalam    sebulan    bisa    menghasilkan    60 halaman.  Dalam  tiga  bulan,  Anda  memiliki  180  halaman. Jumlah  halaman  yang  sama  pada  buku-buku  ajar  (buku pegangan).   Artinya,   kita   sudah   bisa   menghasilkan   buku dalam  waktu  tiga  bulan.  Syaratnya,  jika  anda  rutin  menulis setiap hari. Dalam hal apapun di hidup ini, termasuk dalam proses    penulisan    buku,    Anda    pasti    akan    mengalami hambatan. Hambatan Anda itu dapat berupa:

  • Tidak Fokus dan tidak punya waktu karena terlalu sibuk dengan pekerjaan. Sebenarnya, w aktu bisa disiasati, kitalah yang mengatur waktu bukan waktu yang mengatur
  • Bingung untuk memulai menulis, harus mulai dari mana? Mulailah dari yang Tidak punya ide dan materi? Padahal handout, file presentasi mata kuliah punya banyak sekali dan amat sangat lengkap.
  • Takut salah dan kurang percaya diri . Padahal punya pengalaman segudang, ilmu, dan pengetahuan selangit di bidang
  • Merasa memiliki tata bahasa yang buruk. Padahal sering menulis jurnal penelitian dan mengoreksi pekerjaan

 

  • Mau yang sempurna. Padahal sudah tahu bahwa di dunia ini tidak ada yang

Sebenarnya, cara untuk menghancurkan beberapa hambatan di atas cukup mudah. Yakni, tekad dan komitmen kuat untuk menulis buku. Hanya tekad dan komitmen kuat yang bisa membuat Anda mampu menulis. Tanpa komitmen, mustahil Anda bisa menulis. Apalagi jika Anda punya hambatan tak punya waktu atau kesulitan membagi waktu. Dengan komitmen kuat dan memahami bagaimana rasanya jika telah berhasil nanti, tantangan itu dapat ditaklukan dengan sendirinya

  Menulis Tanpa Plagiat

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di indonesia saat ini menjadi dosen dengan mengajar saja tidaklah cukup. Sudah menjadi keharusan bagi seorang dosen untuk menulis buku, salah satunya buku ajar. Akantetapi saat ini para dosen merasa ketakutan dengan adanya permasalahan plagiarisme dalam penulisan buku. oleh karena itu plagiarisme menjadi salah satu hal yang penting dipahami oleh mahasiswa dan dosen, untuk menghindarkan diri dari praktik-praktik plagiat. Menurut   Peraturan   Menteri   Pendidikan   Republik Indonesia  Nomor  17  Tahun  2010,  dikatakan  Plagiat  apabila secara  sengaja  atau  tidak  sengaja  dalam  penulisan  suatu karya  ilmiah  penulis  mengutip  sebagian  atau  seluruh  karya pihak lain diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber   secara   tepat.   Namun   plagiarisme   ini   sebenarnya   dapat dicegah dengan melindungi karya-karya yang sudah dibuat maupun berhati-hati saat menuliskan karya. Plagiarisme terdapat beberapa tipe sebagai berikut ;

  1. Plagiarisme Kata demi Kata (Word for word Plagiarism

) penulis menggunakan kata-kata penulis lain sama persis tanpa menyebutkan sumbernya.

  1. Plagiarisme atas sumber (Plagiarism of Source) Penulis tidak menyebutkan secara lengkap referensi yang digunakan. Menggunakan gagasan orang lain tanpa memberikan pengakuan yang
  2. Plagiarisme Kepengarangan (Plagiarism of Authorship) Penulis mengaku sebagai pengarang karya tulis karya orang
  3. Self Plagiarism penulis mempublikasikan satu artikel pada lebih dari satu redaksi publikasi. Dan mendaur ulang karya tulis/ karya ilmiah. Yang penting dalam self plagiarism adalah bahwa ketika mengambil karya sendiri, maka ciptaan karya baru yang dihasilkan harus memiliki perubahan yang berarti. Artinya Karya yang lama merupakan bagian kecil dari karya baru yang dihasilkan.

  Menghindari  plagiarisme pada   dasarnya  hanya dengan berlaku jujur pada saat kita menggunakan karya orang lain sebagai referensi. Supaya dapat menghindari plagiarisme penulis dapat mengikuti panduan batasan plagiarisme yang terdapat dalam Peraturan Menteri Nomor   17 tahun 2010, yang terlampir juga dalam buku ini. Selain itu cara mudah menghindari plagiarisme adalah sebagai berikut;

  1. Melakukan pengutipan dengan benar
    1. Memakai tanda kutip saat mengambil langsung satu kalimat, dengan menyebutkan
    2. Menuliskan daftar pustaka,dari referensi yang digunakan, dengan baik dan benar. Maksudnya menulis daftar pustaka sesuai panduan yang ditetapkan masing-masing institusi dalam penulisan daftar
  2. Menulis dengan pharaprase

Parafrase adalah menuliskan ide atau gagasan orang lain dengan menggunakan kata-katanya sendiri, tanpa merubah arti dari ide gagasan tulisan dengan tetap menyebutkan sumbernya. Adapun untuk membuat parafrase dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.

  • Baca secara lengkap referensi yang dijadikan pedoman. Penulis harus memahami topik atau tema dari referensi yang akan digunakan, sedangkan untuk teks berbentuk narasi perlu memahami pula alur pikirnya.
  • Cari ide pokok pada kalimat utama pada setiap paragraf. Ide pokok itu adalah isi yang menjiwai  seluruh teks. Untuk kalimat penjelas, hanya  bagian  yang penting saja yang diambil. Kalimat utama adalah kalimat yang menjadi inti dalam sebuah
  • Catat ide pokok pada setiap

 

  • Pahami makna tersurat yang jelas tertulis langsung dalam bacaan, memahami makna kata, frase, kalimat, paragraf, subbab,
  • Pahami makna tersirat yang tidak ditulis secara jelas dalam
  • Tuliskan kembali inti pikiran penulis lain dengan kalimat sendiri. Ketika menulis kembali gagasan tersebut, pilihlah kata atau kalimat yang efektif, menggunakan bahasa yang lebih sederhana, mudah dipahami dan
  • tulis sumber cantumkan dalam daftar

Dengan langkah-langkah tersebut kita dapat menghindari dan mencegah terjadinya plagiarisme Demikian Referensi Buku Ajar Tentang Rahasia Menulis Buku Ajar apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku