Bab 5 Modul Buku Ajar(2)

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Bab 5 Modul Buku Ajar(2)

  • Mengenal Jenis-Jenis Modul

  1. Menurut Penggunanya

Dilihat dari penggunanya modul terbagi menjadi dua macam, yaitu untuk peserta didik dan modul untuk pendidik. Modul untuk peserta didik berisi kegiatan belajar yang dilakukan oleh peserta didik, sedangkan modul untuk pendidik berisi petunjuk pendidik, tes akhir modul, dan kunci jawaban tes akhir modul.

  1. Menurut Tujuan Penyusunannya

Jenis modul lainnya dikemukakan oleh Vembriarto. Ia mengatakan bahwa menurut tujuan penyusunannya, modul dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu modul inti (modul dasar) dan modul pengayaan.

  • Modul Inti

Modul inti adalah modul yang disusun dari kuriku lum dasar, yang merupakan tuntutan dari pendidikan dasar umum yang diperlukan oleh seluruh warga negara Indonesia. Modul pengajaran ini merupakan hasil pe nyusunan dari unit-unit program yang disusun menu rut tingkat (kelas) dan bidang studi (mata pelajaran). Adapun unit-unit program itu sendiri diperoleh dari hasil penjabaran kurikulum dasar. Sedangkan kurikulum dasar disusun guna memberikan pendidikan dasar umum un tuk semua sekolah dasar dan menengah. Dan, perlu kita pahami bahwa program pendidikan minimum yang me liputi tujuan-tujuan pendidikan yang terdiri atas penge tahuan, keterampilan fisik dan intelektual, serta sikap adalah pendidikan dasar umum tersebut.

 

  • Modul Pengayaan

Modul pengayaan adalah modul hasil dari penyusunan unit-unit program program pengayaan yang bersifat memperluas (dimensi horizontal) dan/atau memperdalam (dimensi vertikal) program pendidikan dasar yang bersifat umum tersebut. Modul ini disusun sebagai bagian dari usaha untuk mengakomodasi peserta didik yang telah menyelesaikan dengan baik program pendidikan dasarnya mendahului teman-temannya.

Hal tersebut juga sebagai bagian dari pengakuan terhadap realitas peserta didik yang pada kenyataannya ada yang lebih cepat belajarnya daripada peserta didik lainnya. Mereka berbeda, yaitu dalam hal kemampuan intelektual dan fisik, serta lingkungan sosial, ekonomi, dan pendidikan keluarga yang dapat mempengaruhi prestasi belajar mereka.

Dengan adanya modul-modul pengayaan ini, lembaga pendidikan tidak akan menghambat peserta didik yang proses belajarnya cepat. Dengan mengombinasikan modul inti dan modul pengayaan untuk berbagai bidang studi, lembaga pendidikan memungkinkan para peserta didiknya maju berkelanjutan (asas continuous progress) dalam proses belajarnya sesuai kemampuan dan irama belajarnya masing-masing.

 

  • Unsur-Unsur Modul

Untuk membuat sebuah modul yang baik, maka satu hal penting yang harus kita lakukan adalah mengenali unsur-unsurnya. Sebagaimana telah kita singgung pada bab sebelumnya, modul paling tidak harus berisikan tujuh unsur, yakni judul, petunjuk belajar (petunjuk peserta didik atau pendidik), kompetensi yang akan dicapai. informasi pendukung, latihan-latihan, petunjuk kerja atau lembar kerja (LK), dan evaluasi. Melalui ketujuh komponen itulah, kita bisa menyusun sebuah bahan ajar yang disebut modul. Di samping struktur modul semacam itu, ada struktur modul lain yang dikemukakan oleh para pakar, dua di antaranya disampaikan oleh Surahman dan Vembriarto.

  1. Struktur Modul Menurut Surahman

Dalam pandangan Surahman (2010:2), ternyata modul dapat disusun dalam struktur sebagai berikut.

  • Judul Modul

Bagian ini berisi tentang nama modul dari suatu mata kuliah tertentu.

  • Petunjuk Umum

Bagian ini memuat penjelasan tentang langkah langkah yang akan ditempuh dalam perkuliahan, meliputi:

  1. kompetensi dasar,
  2. pokok bahasan,
  3. indikator pencapaian,
  4. referensi (diisi petunjuk dosen tentang buku-buku referensi yang dipergunakan),
  5. strategi pembelajaran (menjelaskan pendekatan, metode, langkah yang dipergunakan dalam proses pembelajaran),
  6. lembar kegiatan pembelajaran,
  7. petunjuk bagi mahasiswa untuk memahami langkah-langkah dan materi perkuliahan, dan
  8. evaluasi
  • Materi Modul

Bagian ini berisi penjelasan secara rinci tentang materi yang dikuliahkan pada setiap pertemuan.

  • Evaluasi Semester

Evaluasi ini terdiri atas evaluasi tengah semester dan akhir semester dengan tujuan untuk mengukur kom petensi mahasiswa sesuai materi kuliah yang diberikan.

 

  1. Struktur Modul Menurut Vembriarto

Menurut pandangan Vembriarto, unsur-unsur modul yang sedang dikembangkan di Indonesia meliputi tujuh unsur sebagai berikut. 33

  • Rumusan tujuan pengajaran yang eksplisit dan spesifik

Tujuan pengajaran ini dirumuskan dalam bentuk tingkah laku peserta didik. Tiap-tiap rumusan tujuan me lukiskan tingkah laku yang diharapkan dari p peserta didik setelah menyelesaikan tugas mereka dalam mempelajari suatu modul. Rumusan tujuan pengajaran ini tercantum pada dua bagian, yaitu:

  1. Lembaran kegiatan peserta didik, untuk memberi tahukan kepada peserta didik tingkah laku yang diharapkan dari mereka setelah mereka berhasil menyelesaikan modul.
  2. Petunjuk pendidik (un tuk guru/dosen/instruk tur), untuk memberita hukan kepada pendidik tentang tingkah laku atau pengetahuan pe serta didik yang se harusnya telah mereka. miliki setelah mereka merampungkan modul yang bersangkutan.
  • Petunjuk untuk pendidik

Petunjuk untuk pendidik ini berisi keterangan ten tang bagaimana pengajaran itu dapat diselenggarakan secara efisien. Bagian ini juga berisi penjelasan tentang macam-macam kegiatan yang mesti dilakukan oleh kelas, waktu yang disediakan untuk menyelesaikan modul yang bersangkutan, alat-alat pelajaran dan sumber yang harus dipergunakan, prosedur evaluasi, serta jenis alat evaluasi yang dipergunakan.

  • Lembaran kegiatan peserta didik

Lembaran ini memuat materi pelajaran yang harus dikuasai oleh peserta didik. Materi dalam lembaran ke giatan peserta didik tersebut disusun secara khusus sede mikian rupa, sehingga dengan mempelajari materi terse but, tujuan-tujuan yang telah dirumuskan dalam modul dapat tercapai. Dalam lembaran kegiatan ini dicantum kan pula kegiatan-kegiatan (pengamatan, percobaan, dan sebagainya) yang harus dilakukan oleh peserta didik.

Di dalamnya dapat pula dicantumkan buku-buku yang harus dipelajari peserta didik sebagai pelengkap materi yang terdapat di dalam modul.

  • Lembaran kerja bagi siswa

Materi pelajaran dalam lembar kegiatan disusun sedemikian rupa, sehingga peserta didik dapat secara aktif mengikuti proses belajar. Dalam lembaran kegiatan tersebut, kita dapat mencantumkan pertanyaan-per tanyaan dan masalah-masalah yang harus dijawab serta dipecahkan oleh peserta didik. Sementara itu, lembaran kerja yang menyertai kegiatan peserta didik digunakan untuk menjawab pertanyaan dan memecahkan masalah tersebut. Pada lembaran kegiatan, peserta didik dilarang membuat coretan apa pun, karena buku modul itu akan digunakan oleh para peserta didik lainnya di waktu waktu yang akan datang. Semua kegiatan peserta didik dilakukan pada kertas lembaran kerja.

  • Kunci Lembaran Kerja

Materi pada modul tidak saja disusun agar peserta didik senantiasa aktif memecahkan masalah-masalah, melainkan juga dibuat agar peserta didik dapat meng evaluasi hasil belajar mereka sendiri. Oleh karena itu, pada tiap-tiap modul selalu disertakan kunci lembaran kerja. Kadang-kadang, kunci lembaran kerja ini telah tersedia pada buku modul, dan terkadang kunci terse but harus diminta kepada pendidik. Dengan adanya kunci itu, peserta didik dapat memeriksa ketepatan hasil pekerjaan mereka. Peserta didik berkesempatan memeriksa dan mengoreksi kembali apabila mereka membuat kesalahan-kesalahan dalam pekerjaan mereka. Dengan adanya kunci tersebut, terjadi konfirmasi dengan segera terhadap jawaban-jawaban mereka yang benar dan ko reksi dengan segera terhadap jawaban-jawaban mereka yang keliru. Itulah yang dimaksud dengan reinforcement langsung atas respons-respons peserta didik.

  • Lembaran Evaluasi

Perlu kita ketahui bahwa lembaran evaluasi yang berupa tes dan rating scale, evaluasi pendidik terhadap tercapai atau tidaknya tujuan yang dirumuskan pada modul oleh peserta didik, ditentukan oleh hasil tes akhir yang terdapat pada lembaran evaluasi tersebut, dan bukannya oleh jawaban-jawaban peserta didik yang terdapat pada lembar kerja. Para peserta didik yang malas, yang hanya menyalin kunci jawaban ke dalam lembaran kerjanya, akan segera sadar bahwa tanpa belajar, ia tidak akan siap menghadapi tes akhir yang diberikan oleh pendidik. Landasan evaluasi dan kuncinya ini senantiasa disimpan oleh pendidik sendiri.

  • Kunci Lembaran Evaluasi

Dalam hal ini, tes dan rating scale yang tercantum pada lembaran evaluasi disusun oleh penulis modul yang bersangkutan. Sedangkan item-item tes tersebut disusun dan dijabarkan dari rumusan-rumusan tujuan pada modul. Oleh sebab itu, dari hasil jawaban peserta didik terhadap teks tersebut dapat diketahui tercapai atau tidaknya tujuan yang dirumuskan pada modul yang bersangkutan. Dan, kunci jawaban tes serta rating scale tersebut juga disusun oleh penulis modul.

Setelah membaca urai kita dapat memahami bah wa struktur modul ternyata memiliki berbagai variasi. Paling tidak, kita dapat me lihat bahwa ada tiga variasi pendapat tentang struktur modul. Dan, alangkah lebih baiknya jika kita mau me nyusun sendiri modul itu, tidak menggantungkan ke pada penulis lain. Untuk itu, maka kita perlu menggu nakan salah satu variasi struktur modul tersebut secara konsisten. Hal ini penting agar struktur modul kita ter jaga sekuen dan sistematikanya.

 

Demikian referensi buku dengan judul Bab 5 Modul Buku Ajar(2) membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin Ruang Buku.