RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Buku Modul Pelatihan Analisis Kebijakan.
3. Kunci Jawaban Latihan BAB III
- Sebutkan elemen-elemen penting yang harus dipahami oleh seorang analis kebijakan dalam melakukan riset kebijakan menurut SIPRI dan WASCI.
- Fokus pada persoalan publik yang kontemporer atau sedang menjadi perhatian publik;
- Dirancang sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhanpengambil kebijakan;
- Riset kebijakan membutuhkan tindakan yang cepat karena hanya tersedia sedikit waktu untuk melakukan pengumpulan data, analisis dan menyusus rekomendasi;
- Pragmatis, rekomendasi harus merupakan hal yang dapat dikerjakan;
- Tujuannya adalah untuk memperjelas persoalan publik yang rumit sehingga dapat diselesaikan;
- Jembatan antara dunia teori dengan dunia praktis.
- Jelaskan perbedaan riset kebijakan yang bersifat positivistik dengan riset kebijakan yang bersifat naturalistik. Berbeda dari asumsi yang dipakai. Asumsi pada riset positivistik adalah:
- Obyektif (terdapat pemisahan yang tegas antara peneliti dengan obyek yang diteliti)
- Kausalitas (ada hubungan sebab dan akibat);
- Bersifat ilmiah: berbasis bukti empiris;
- Bersifat deduktif (dimulai dengan teori, membangun hipotesis, merancang instrumen pengukuran, pengamatan/ eksperimen, analisis data, dan penarikan kesimpulan);
- Metode penelitian yang dipakai bersifat terstruktur (sudah disiapkan sebelum penelitian dilakukan);
- Data yang dikumpulkan bersifat kuantitatif (realitas sosial yang diteliti dikonversi menjadi data-data kuantitatif dengan menggunakan indikator-indikator yang sudah terstandar);
- Hasil penelitian bersifat replicable (dapat diulang dengan hasil yang sama);
- Asumsi pada riset naturalistik adalah:
- Subyektif. Realitas sosial bersifat subyektif dan bervariasi tergantung pada perspektif orang yang terlibat dalam studi. Tidak seperti penelitian yang positivistik, penelitian kualitatif berargumen bahwa sebagai bagian dari realitas sosial, peneliti tidak mungkin dipisahkan dari obyek yang ditelitinya sehingga tidak mungkin peneliti dapat sepenuhnya bersifat obyektif dalam melihat realitas sosial yang ditelitinya;
- Bersifat induktif. Peneliti mencoba menjelaskan realitas yang ditelitinya dalam suatu konteks dan mencoba memberi makna dalam konteks yang lebih luas;
- Kontekstual. Realitas sosial dipengaruhi oleh banyak faktor, peneliti berusaha untuk mengungkapkan makna dibalik suatu fenomena yang ditelitinya;
- Peneliti merupakan bagian dari pembuat realitas yang diamatinya, sehingga peneliti dapat menggunakan metode yang dapat mengungkap ‘insider knowledge’ dengan cara melakukan pengumpulan data dalam seting yang bersifat natural;
- Data yang dikumpulkan bersifat naratif hasil observasi maupun wawancara;
- Penelitian kualitatif selama ini dikaitkan dengan beberapa metode pengumpulan data (Creswell, 1994:12), yaitu: etnografi, grounded theory, studi kasus, penelitian phenomenologi, dan penelitian naratif.
- Asumsi pada riset naturalistik adalah:
- Jelaskan tahapan-tahapan yang dilakukan dalam design penelitian kuantitatif.
- Menentukan topik: topik riset kebijakan tentu sangat terkait dengan sektor di mana seorang analis kebijakan bekerja
- Merumuskan masalah penelitian: masalah penelitian menduduki posisi strategis dalam kegiatan penelitian. Dalam kasus riset kebijakan, masalah penelitian sangat terkait dengan masalah publik. Masalah yang mendapat perhatian publik yang sangat besar;
- Metode penelitian: dalam penelitian yang bersifat positivistik maka metode penelitian yang dapat digunakan adalah survey atau eksperimental.
- Membangun Teori, Hipotesis dan Model: seorang analis kebijakan harus mampu memilih teori yang akan digunakan untuk menjelaskan masalah publik yang akan dijelaskannya.
- Menentukan bentuk data dan skala pengukuran: perbedaan skala pengukuran akan mempengaruhi jenis operasi statistik (analisis data) yang akan diterapkan pada data-data yang ada. Oleh karena itu idealnya riset kebijakan sedapat mungkin menggunakan data yang memiliki skala pengukuran yang bersifat interval atau rasio.
- Analisis data: setelah terkumpul, berbagai data yang diperoleh dari survey maupun eksperimen akan dianalisis.
- Sebutkan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam design penelitian kualitatif.
- Pendekatan naratif
- Pendekatan phenomenologi
- Pendekatan Etnografi
- Triangulasi (triangulation)
4. Kunci Jawaban Latihan BAB IV
- Sebutkan fungsi monitoring dalam analisis kebijakan.
- Fungsi monitoring dalam analisis kebijakan
- Membantu mengetahui kepatuhan terhadap ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan (compliance);
- Membantu mengetahui apakah sumber daya atau MODUL PELATIHAN PENGANGKATAN PERTAMA CALON ANALIS KEBIJAKAN 93 pelayanan yang ditujukan untuk target grup tepat sasaran (auditing);
- Menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk mengetahui perubahan sosial atau ekonomi yang terjadi paska kebijakan diimplementasikan dalam kurun waktu tertentu (accounting);
- Menghasilkan informasi yang membantu menjelaskan mengapa kebijakan dan program tertentu hasilnya berbeda dengan yang lainnya, sehingga dapat diketahui kebijakan dan program mana yang paling berhasil dan apa yang mendukung keberhasilannya.
- Fungsi monitoring dalam analisis kebijakan
- Sebutkan fungsi evaluasi dalam analisis kebijakan.
- Fungsi evaluasi dalam analisis kebijakan:
- Memberikan informasi mengenai kinerja kebijakan (policy performance), sejauhmana tujuan kebijakan dapat dicapai;
- Hasil evaluasi dapat juga membantu untuk meninjau kembali kesesuaian tujuan dengan masalah kebijakan yang dihadapi;
- Hasil evaluasi dapat digunakan untuk mendefinisikan ulang masalah kebijakan dan alternatif kebijakan. Misalnya setelah dievaluasi, suatu kebijakan ternyata perlu dihentikan atau diganti dengan alternatif lain.
- Fungsi evaluasi dalam analisis kebijakan:
- Jelaskan perbedaan antara policy input, policy process, policy output, dan policy impact dalam monitoring dan evaluasi.
- Policy inputs: sumber daya baik berupa waktu, uang, personil, peralatan dan sebagainya yang digunakan untuk menghasilkan output dan impact.
- Policy process: kegiatan administratif, organisasional, dan politik maupun pendekatan untuk input kebijakan menjadi output kebijakan dan efeknya.
- Policy outputs: barang atau jasa, atau resource yang diterima oleh target groups atau beneficiaries. Target groups adalah individu, komunitas, organisasi atau kelompok tertentu yang menjadi target kebijakan. Beneficiaries adalah penerima manfaat dari efek kebijakan.
- Policy impacts : perubahan aktual yang dihasilkan output kebijakan.
- Jelaskan fungsi melakukan forecasting dalam analisis kebijakan.
Forecasting dalam analisis dapat membantu para pengambil keputusan dalam:
- menghadapi ketidakpastian dan perubahan dan mengeksplorasi implikasi dari pilihan-pilihan kebijakan
- membantu menganalisis pilihan-pilihan kebijakan,
- memprediksikan apakah kebijakan yang berhasil diterapkan untuk menyelesaikan masalah tertentu dalam jangka pendek akan berhasil juga dalam jangka waktu yang lebih lama (long-run).
Demikian referensi buku modul dengan judul Pelatihan Analisis Kebijakan apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.
Sumber: Modul Pelatihan Analisis Kebijakan (Pusat Kajian Kebijakan Administrasi Negara, 2017)
