Apa Saja Karakteristik Monograf Sesuai Kemenristekdikti?

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai karakteristik Buku monograf yang sesuai dengan Kemenrisdikti.

Hai Guys! Seperti yang sudah kita ketahui, menulis buku monograf pastilah memiliki karakteristik tersendiri. Nah, apa saja sih karakteristik-karakteristik yang perlu kita tahu tentang buku monograf? Sebelum kita membahasnya bersama, mari kita ingat kembali mengenai apa itu buku monograf yuk!

Buku Monograf adalah suatu hasil karya tulis yang ditulis oleh seorang ahli atau spesialisasi pada bidangnya dan karya tulis ini membahas tentang sub bidang ilmu yang spesifik. Pada dasarnya, buku ini dikemas dengan cara komprehensif dan banyak dipergunakan untuk proses atau kegiatan belajar mengajar, sehingga perlu seseorang yang ahli dalam bidangnya agar paparan ilmu tersebut tidaklah sembarangan.

Setelah mengingat kembali apa itu buku monograf, sekarang kita akan membahas bersama nih Guys mengenai karakteristik-karakteristik monograf sesuai menurut Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi atau lebih yang lebih dikenal dengan Kemenristekdikti. Yuk, kita bahas bersama!

1. Berasal dari Hasil Riset atau Hasil Penelitian

Jadi Guys, pada karakteristik yang pertama ini merupakan salah satu karakteristik yang paling menonjol dalam buku monograf. Sebuah buku monograf haruslah ditulis berdasarkan dari hasil penelitian dan riset yang mendalam.

 Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, nantinya hal itu akan dikembangkan menjadi suatu susunan buku yang lebih komprehensif dan lebih lengkap pula. Maka dari itu, landasan dasar dari pengembangan buku monograf bukanlah berdasarkan dari sumber referensi.

2. Dipergunakan untuk Para Dosen dan Mahasiswa

Lalu karakteristik buku monograf yang kedua adalah memiliki kemanfaatan dalam penggunaan buku. Jadi, suatu buku monograf tersebut harus dapat digunakan untuk proses pembelajaran yang dilakukan dalam kelas. Singkatnya, buku monograf pastinya dapat dipergunakan atau dimanfaatkan oleh dosen dan mahasiswa agar dapat menunjang kegiatan belajar mengajar yang dilakukan.

3. Haruslah Tersusun dengan Runtut dan Alurnya Jelas

Jika dilihat dari sisi karakteristik yang ada, buku monograf memiliki suatu  alur atau runtutan ilmu dan logika yang jelas. Jadi Guys, karena buku monograf digunakan pada suatu sistem pembelajaran, sudah pasti buku tersebut harus memiliki isi yang runtut dan jelas agar dapat mempermudah penggunanya dalam mempelajari buku monograf.

Alur yang runtut dan jelas dalam buku monograf, mungkin bisa saja terpengaruh oleh suatu faktor karena dikembangkan dari hasil penelitian atau riset. Dimana seperti yang sudah kita ketahui jika hasil penelitian memang memiliki sistematika dan alur yang sudah pasti jelas.

Adapun alasan mengapa buku monograf dibuat secara jelas dan alur yang disusun runtut yaitu untuk memudahkan penulis dalam menentukan rumusan masalah yang ada dan menemukan solusi dari rumusan masalah itu. Jika diposisikan sebagai seorang pembaca, tentunya akan memudahkan kita dalam memahami isi karya pada buku monograf.

Isi karya tulis pada buku monograf ini harus memenuhi syarat-syarat pada sebuah karya ilmiah yang utuh ya Guys. Yaitu memiliki rumusan-rumusan masalah yang mengandung nilai kebaruan (novelty/ies), adanya metodologi pemecahan masalah, menggunakan dukungan data atau teori mutakhir yang lengkap dan jelas, serta mempunyai kesimpulan dan daftar pustaka di dalamnya. (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 2014)

4. Bahasa yang Digunakan Bersifat Formal dan Baku

Pada karakteristik yang keempat, karakteristik ini juga tidak kalah penting untuk diperhatikan dalam menulis buku monograf. Yakni memerhatikan terkait dari segi cara penyajian bukunya. Penyajian dari buku monograf sendiri dikemas dengan cara lebih formal dan menggunakan bahasa yang baku.

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, suatu buku monograf digunakan sebagai buku referensi dan pegangan untuk pembelajaran. Yang dimana buku monograf ini tidak hanya digunakan oleh masyarakat umum, tetapi juga digunakan untuk dosen dan mahasiswa dalam menunjang proses belajar mengajar.

5. Dapat Disebarluaskan dan Memiliki ISBN

Syarat suatu buku monograf adalah harus bisa dipublikasikan dan disebarluaskan. Maksudnya bagaimana ya? Jadi, buku monograf nantinya dapat dipublikasikan ke beberapa tempat agar dapat dikonsumsi oleh target.

Salah satunya akan dipublikasikan ke penerbit buku yang sudah menjadi  anggota IKAPI (Ikatan Kurator dan Pengurus Indonesia) atau bisa juga ke penerbit kampus terkait. Mengingat jika tidak semua penerbit bisa memberikan ISBN (International Standard Book Number), maka kita harus memastikan bahwa buku monograf yang kita terbitkan memiliki ISBN. ISBN di sini berfungsi sebagai identitas buku milik kita.

Terkait buku yang akan disebarluaskan, pastikan bahwa buku monograf kita harus mudah diakses dan juga mudah didapatkan. Disebarluaskan dalam konteks ini bukan untuk dibagikan gratis atau secara percuma, akan tetapi diperjualbelikan  ke toko-toko buku yang ada. Dari sinilah kita juga akan mendapatkan royalty atau keuntungan dari penerbitan buku monograf kita, royalti ini bisa kita anggap sebagai pemasukan tambahan ya Guys.

6. Fokus pada Satu Tema atau Satu Bahasan

Ini dia Guys, karakteristik yang paling penting ketika menulis buku monograf! Yakni fokus hanya  pada satu bidang ilmu saja. Cara ini sangat efektif untuk memaparkan tema lebih mendalam, tuntas, dan menyeluruh secara terperinci.

Dalam membuat buku monograf, sangat tidak disarankan untuk kita menulis lebih dari satu bidang ilmu. Karena dengan menggunakan bidang ilmu yang banyak, justru nantinya akan menimbulkan fokus kita terpecah menjadi banyak bagian. Dan pada saat sampai di tangan pembaca, para pembaca pun akhirnya juga akan merasa ada penjelasan yang kurang dan merasa bingung dengan isi buku monograf yang kita tulis.

7. Pembelajaran yang Dimiliki Menggunakan Sistem Metode Terbimbing

Perlu kita ketahui, keunikan dari buku monograf adalah memiliki pembelajaran dengan metode terbimbing. Jadi, buku monograf ini nantinya akan dipegang oleh leader, guru, atau dosen untuk digunakan sebagai sumber pembelajaran.

Karena tugas dosen/guru/leader adalah membimbing dan mengajar para mahasiswa atau muridnya, sudah pastilah mereka akan memaparkan isi dengan metode buku terbimbing yang sesungguhnya.

8. Ruang Lingkupnya Cocok untuk Penelitian dan Proses Belajar

Jika kita tahu, ruang lingkup dari buku monograf sendiri sangatlah tepat dan cocok jika digunakan untuk penelitian. Jadi hasil dari buku monograf lebih sering pula digunakan sebagai salah satu pendukung penelitian. Apalagi dengan bentuk monograf tidak hanya berbentuk buku monograf saja, melainkan ada beberapa bentuk lain, seperti yang sudah disinggung sebelumnya.

9. Dapat Dipergunakan Sebagai Syarat Poin Kredit

Jadi Guys, sudah menjadi rahasia umum jika kita sebagai seorang dosen menginginkan naik pangkat dan bisa memperoleh angka poin kredit, maka kita harus menulis buku monograf terlebih dahulu.

Pada saat seorang dosen mengajukan buku monografnya untuk digunakan pada angka poin kredit, maka dosen tersebut akan memperoleh angka kumulatif sebanyak 20 poin. Ini adalah salah satu cara yang dapat kita  gunakan dan manfaatkan sebagai seorang dosen.

10. Tidak Menyimpang dari Undang-Undang Dasar

Sebagai buku pegangan untuk proses belajar mengajar, maka sudah jelas jika buku monograf yang kita buat tidak boleh sampai menyimpang dari Undang-Undang Dasar 1945. Maka dari itu Guys, khusus buku monograf yang diperuntukkan untuk memperoleh poin kredit, kita harus mengikuti aturan dikti dengan cara tidak menyimpang dari Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila.

11. Mengikuti Aturan Teknis yang Ada

Jadi Guys, secara teknis terdapat beberapa syarat agar buku monograf yang kita buat dapat diterbitkan. Syarat-syarat tersebut misalnya adalah minimal buku monograf kita ditulis sepanjang 40 halaman,  menggunakan ukuran kertas 15.5 cm x 23cm, dan memiliki ISBN. Mengapa kita perlu memerhatikan aturan teknis yang ada ketika menulis buku monograf? Karena jika pada setiap teknisnya telah kita penuhi, maka kita akan memperoleh penilaian atau poin dari Kemenristekdikti.

Nah, itu tadi Guys mengenai beberapa karakteristik yang perlu dimiliki oleh buku monograf. Sampai sini, kita sudah mengetahui tiap detail dari karakteristik-karakteristiknya. Mulai dari poin pertama hingga poin terakhir, dapat kita perhatikan jika kita ingin membuat buku monograf maka kita perlu memahami tiap poin-poinnya dan tidak ada salahnya untuk kita memperhatikan betul tiap teknisnya agar dapat lolos pengajuan poin kredit ya Guys! Sekian ulasan ini dibuat. Semoga bermanfaat bagi kita semua ya!

Demikian referensi buku ajar dengan judul Integrasi Multimedia ke dalam Kurikulumapabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku