RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Jenis-jenis Bahan Ajar
Menurut Koesnandar, bahan ajar berdasarkan subjeknya diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu:
a. Bahan ajar yang sengaja dirancang untuk belajar.
Bentuk bahan ajar ini antara lain buku, handouts, lembar kegiatan siswa (LKS) dan modul. Bahan ajar yang dirancang umumnya digunakan sebagai bahan presentasi, bahan referensi, dan bahan belajar mandiri.
b. Bahan ajar yang tidak dirancang namun dapat dimanfaatkan untuk belajar, misalnya kliping, koran, film, iklan atau berita.
bahan ajar dapat diklasifikasikan menjadi 4 (empat) yaitu:
a. Bahan ajar cetak (printed): seperti handout, buku, modul, lembar kegiatan siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, dan model/maket.
b. Bahan ajar audio: seperti radio, piringan hitam, dan compact disk (CD) audio.
c. Bahan ajar audio visual: seperti video compact disk (VCD) dan film.
d. Bahan ajar multimedia interaktif: seperti CAI (Computer Assisted Instruction), CD multimedia interaktif, dan bahan ajar berbasis web.
A. Bentuk Bahan Ajar (Form of Teaching Material)
Bentuk bahan ajar untuk sekolah dasar itu tidak jauh berbeda dengan bentukbentuk bahan ajar pada umumnya. Menurut Mulyasa (2006),bentuk-bentuk bahan ajar atau materi pembelajaran,antara lain:
1. Bentuk bahan ajar tercetak, Contoh: hand out, buku, modul, brosur, dan leaflet.
a. Hand out adalah pernyataan yang telah disiapkan oleh pembicara.
b. Buku adalah bahan tertulis yang menyajikan ilmu pengetahuan buah pikiran dari pengarangnya.
c. Modul adalah sebuah buku yang ditulis dengan tujuan agar peserta didik dapat belajar secara mandiri tanpa dengan bimbingan guru.
d. Brosur adalah bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yang disusun secara bersistem atau cetakan yang hanya terdiri atas beberapa halaman dan dilipat tanpa dijilid atau selebaran cetakan yang berisi keterangan singkat tetapi lengkap.
e. Leaflet adalah bahan cetak tertulis berupa lembaran yang dilipat tapi tidak dimatikan/dijahit.
2. Bentuk bahan ajar non cetak
a. Audio Visual, Contoh: video/film,Video Compact Disc (VCD)
b. Audio, Contoh: radio, kaset, Compact Disc (CD) audio, piringan hitam
c. Visual, Contoh: foto, gambar, model/maket.
d. Multi Media, Contoh: CD interaktif, Computer Based, Internet3
3. Bentuk bahan ajar yang berbentuk fasilitas, Contoh: perpustakaan, ruang belajar, studio, lapangan olah raga.
4. Bentuk bahan ajar berupa kegiatan, Contoh: wawancara, kerja kelompok,
observai, simulasi, permainan.
5. Bentuk bahan ajar berupa lingkungan masyarakat, Contoh: Teman, terminal pasar, toko, pabrik, museum.
B. Jenis Bahan Ajar
Jenis bahan ajar dibedakan atas beberapa kriteria pengelompokan. Menurut Koesnandar (2008), jenis bahan ajar berdasarkan subjeknya terdiri dari dua jenis antara lain: (a) bahan ajar yang sengaja dirancang untuk belajar, seperti buku, handouts, LKS dan modul; (b) bahan ajar yang tidak dirancang namun dapat dimanfaatkan untuk belajar, misalnya kliping, koran, film, iklan atau berita. Koesnandar juga menyatakan bahwa jika ditinjau dari fungsinya, maka bahan ajar yang dirancang terdiri atas tiga kelompok yaitu bahan presentasi, bahan referensi, dan bahan belajar mandiri.
mengelompokkan bahan ajar menjadi empat kategori, yaitu:
(1) bahan ajar cetak (printed) antara lain handout, buku, modul, lembar kegiatan siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, dan model/maket.
(2) Bahan ajar dengar (audio) antara lain kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio.
(3) Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video compact disk, dan film.
(4) Bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching material) seperti CAI (Computer Assisted Instruction), compact disk (CD) multimedia pembelajaran interaktif dan bahan ajar berbasis web (web based learning material).
Jenis-Jenis Bahan Ajar Menurut Para Ahli
Secara umum bahan ajar dapat dibedakan ke dalam bahan ajar cetak dan noncetak. Bahan ajar cetak dapat berupa, handout, buku, modul, brosur, dan lembar kerja siswa. Sedangkan bahan ajar noncetak meliputi, bahan ajar audio seperti, kaset, radio, piringan hitam, dan compact disc audio. Bahan ajar audio visual seperti, CAI (Computer Assisted Instruction), dan bahan ajar berbasis web (web-based learning materials) (Ika Lestari, 2013: 5).
Lebih lanjut Mulyasa (2006: 96) menambahkan bahwa bentuk bahan ajar atau materi pembelajaran antara lain adalah bahan cetak (hand out, buku, modul, LKS, brosur, dan leaflet), audio (radio, kaset, cd audio), visual (foto atau gambar), audio visual (seperti; video/ film atau VCD) dan multi media (seperti; CD interaktif, computer based, dan internet).
Bahan ajar yang dimaksud dalam kajian ini lebih ke bahan ajar cetak berupa buku teks. Hal ini dikarenakan, buku teks sangat erat kaitannya dengan kurikulum, silabus, standard kompetensi, dan kompetensi dasar. Rudi Susilana (2007: 14) mengungkapkan bahwa buku teks adalah buku tentang suatu bidang studi atau ilmu tertentu yang disusun untuk memudahkan para guru dan siswa dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran.
Buku teks mempunyai peran penting dalam pencapaian tujuan pendidikan nasional. Hutchinson & Torres dalam Litz, 2012: 5) mengungkapkan bahwa The textbook is an almost universal element of [English language] teaching. Millions of copies are sold every year, and numerous aid projects have been set up to produce them in [various] countries…No teaching-learning situation, it seems, is complete until it has its relevant textbook.
Buku teks merupakan salah satu unsur yang dibutuhkan dalam pengajaran. Buku teks dapat juga menjadi wadah untuk menuliskan ide-ide terkait kebudayaan nasional suatu bangsa. Sebagaimana yang diungkapkan Pingel (2009: 7) bahwa Textbooks are one of the most important educational inputs: texts reflect basic ideas about a national culture, and are often a flashpoint of cultural struggle and controversy.
apa saja jenis-jenis bahan ajar cetak beserta keunggulannya?
1. Buku
Definisi dari buku ialah sejumlah lembaran kertas yang kosong maupun sudah terisi materi, yang dijilid dan diberi sampul. Buku sebagai bahan ajar merupakan buku yang sudah diisi oleh materi hasil dari ilmu pengetahuan dan hasil dari analisis kurikulum dalam bentuk tulisan.
Biasanya, tenaga pengajar menggunakan buku sebagai sumber materi. Buku sebagai bahan ajar hendaknya bersifat faktual tentang ilmu pengetahuan. Buku fiksi juga dapat menjadi bahan ajar di mata pelajaran Bahasa Indonesia, contohnya seperti merangkum novel, menganalisis tokoh & latar, membuat resensi, dan semacamnya.
Apakah komik termasuk buku? Iya, komik masuk kategori buku karena masih memiliki teks dialog. Komik juga bisa digunakan sebagai bahan ajar yang lebih menyenangkan bagi siswa. Ini cocok diterapkan untuk peserta didik PAUD maupun SD.
Keunggulan dari buku ialah penjelasannya lebih lengkap dan terperinci, dalam satu bahan ajar ini terdapat banyak materi dan dapat dibawa ke mana-mana. Hal yang perlu diperhatikan adalah setiap penulis buku memiliki gaya tulis yang berbeda-beda. Pilihlah buku dengan penulisan yang reader-friendly, jelas, lugas, dan menarik bagi siswa.
2. Handout
Handout merupakan bahan tertulis yang sudah disiapkan oleh tenaga pengajar berupa poin-poin penting dari materi pelajaran. Biasanya handout sudah didesain sedemikian rupa agar proses belajar-mengajar tidak begitu melebar kemana-mana.
Keunggulan dari handout ialah sebagai berikut:
a. Peserta didik tidak perlu mencatat.
b. Acuan/pendamping guru ketika mengajar.
c. Sebagai bahan rujukan peserta didik.
d. Memotivasi peserta didik agar lebih giat belajar.
e. Pengingat pokok-pokok materi yang diajarkan.
f. Memberi umpan balik.
g. Menilai hasil belajar.
Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan handout ialah tenaga pengajar harus menjelaskan lebih banyak dan detail. Kalian bisa menginstruksikan ke siswa jika ada yang perlu dicatat maka catat agar materi mudah diingat. Selain itu handout lebih cocok diterapkan di bangku SMP, SMA, dan perkuliahan karena tahap perkembangan kognitif remaja sudah memiliki penalaran yang lebih baik.
3. Modul
Modul pembelajaran adalah bahan ajar yang disusun secara sistematis dan menarik yang mencakup isi materi, metode, dan evaluasi yang dapat digunakan secara mandiri untuk mencapai kompetensi yang diharapkan (Anwar,2010).
Karakteristik modul di antaranya sebagai berikut:
a. Self Instructional (siswa mampu belajar sendiri).
b. Self Contained (seluruh materi pembelajaran merupakan satu kompetensi dalam satu modul).
c. Stand Alone (bisa digunakan tanpa bahan ajar lain).
d. Adaptive (memiliki daya adaptif yang tinggi terhadap perkembangan ilmu dan teknologi).
e. User Friendly (bersahabat dengan penggunanya).
f. Consistent (konsisten dalam penggunaan bahasa, font, dan layout).
Keunggulan dari modul di antaranya ialah mudahnya evaluasi, bahan ajar lebih jelas batasan-batasannya, dan pendidikan memiliki daya guna lebih baik. Siswa juga bisa belajar sendiri tanpa pendampingan karena sudah terdapat instruksi yang lengkap dalam modul.
4. Lembar Kerja Siswa
Para siswa dan guru pasti sudah tidak asing dengan lembar kerja siswa (LKS). LKS merupakan lembaran soal yang harus dikerjakan oleh siswa. Karakteristik bahan ajar ini antara lain:
a. Lembar kegiatan berisikan petunjuk pengisian.
b. Materi kurang luas, namun soal-soal lebih banyak.
c. Membutuhkan penjelasan dari bahan ajar lain.
d. Berisikan tugas teoritis dan praktis.
Keunggulan lembar kegiatan siswa yakni memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran karena sifatnya yang lebih praktis. Bentuk fisik LKS juga relatif tipis sehingga dapat dibawa dengan mudah. Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan LKS ialah amati soal-soal terlebih dahulu sebelum mendistribusikannya. Mengapa demikian? Karena sering ditemui contoh soal yang agak “ngawur” sehingga bisa menyesatkan.
5. Brosur
Tak hanya untuk iklan, brosur merupakan bahan ajar yang praktis dan memberi kesan tidak memberatkan siswa untuk belajar. Mengapa demikian ? Biasanya dengan desain yang bagus, brosur akan lebih menarik perhatian dan impresi yang sulit dilupakan.
Sebagai contoh, brosur layanan kesehatan masyarakat di posyandu atau rumah sakit berisikan info mengenai penyakit-penyakit dikemas sedemikian kreatif sehingga masyarakat tertarik untuk membacanya. Begitu juga penerapan brosur untuk bahan ajar di sekolah/kampus. Gunakan ilustrasi dan warna yang menarik sesuai tema mata pelajaran/bab yang sedang dipelajari.
6. Leaflet
Bahan ajar cetak satu ini merupakan alat promosi atau pemasaran yang dicetak pada selembar kertas. Biasanya menggunakan art paper atau art carton yang memiliki dua atau lebih lipatan. Di dalam leaflet terkandung informasi singkat mengenai suatu program, usaha, atau kegiatan yang dilakukan oleh seorang pemilik atau badan usaha terkait dengan produk, jasa, atau acara yang mereka tawarkan.
Leaflet merupakan salah satu bahan ajar yang mirip dengan brosur, namun memiliki lipatan dan penjelasan lebih lengkap. Untuk keunggulannya mirip dengan brosur, yakni praktis, mudah memberikan kesan untuk pembacanya, siswa lebih mudah mengingat dan mudah dibawa ke mana-mana.
Jadi itulah, beberapa ulasan mengenai jenis – jenis bahan ajar. Jika belum paham bisa menghubungi kontak kami untuk informasi lebih lanjut.
Demikian referensi buku ajar dengan judul Jenis-jenis Bahan Ajar apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.
