Apa kabar Readers! Di antara kita mungkin ada beberapa orang yang penasaran mengenai apa itu buku monograf ? Atau mungkin masih bingung dengan perbedaan antara monograf dengan buku yang lainnya? Baiklah, tanpa berbasa-basi lagi, mari kita ulas bersama, agar kita tidak lagi sulit membedakan antara buku monograf dengan buku-buku lainnya dan memudahkan dalam menulis buku monograf.
Seperti yang kita tahu, buku monograf adalah buku yang menjadi pegangan bagi dosen dan mahasiswa. Monograf sendiri merupakan suatu buku yang berisi tentang penelitian ilmiah. Sekilas, mungkin ada di antara kita yang masih bingung dengan apa itu monograf, buku referensi, buku ajar, dan research novelty. Nah, sekarang mari kita ulas lebih mendalam mengenai ‘mereka’ semua ya Readers!
1. Buku Monograf
Bagi beberapa orang yang mungkin belum tahu pengertian dari monograf, monograf sendiri adalah bentuk tulisan mengenai suatu sub bidang dalam ilmu tertentu yang dibahas secara spesifik. Sedangkan buku monograf adalah suatu hasil karya tulis berbentuk buku yang terbitannya tunggal dan karya tulis ini disusun oleh seorang ahli atau spesialisasi pada bidang terkait.
Buku monograf biasanya digunakan untuk menaikkan pangkat dan juga digunakan sebagai pegangan materi pembelajaran. Jadi, buku monograf sangatlah penting dalam proses belajar mengajar yang dilakukan. Struktur dari buku monograf ini setidaknya memiliki unsur-unsur seperti latar belakang, rumusan masalah, tujuan, tinjauan pustaka, hasil dan pembahasan, serta daftar pustaka.
Lalu, siapa ya yang dapat menyusun buku monograf? Seseorang yang dapat menyusun buku monograf hanyalah seseorang yang sudah ahli dalam bidang tertentu. Tidak sembarang orang bisa membuatnya karena hal ini akan berpengaruh pada penilaian dan isi buku monograf yang dibuat.
Nah, bagaimana dengan karakteristik buku monograf? Di luar dari karakteristik menurut Kemenristekdikti, buku monograf sendiri memiliki beberapa karakteristik, di antaranya:
- Buku monograf merupakan hasil dari suatu penelitian atau riset
- Dapat digunakan untuk kegiatan mengajar dan meneliti
- Memiliki alur yang sesuai dengan urutan keilmuan atau alur logika
- Memiliki peta penelitian atau keilmuan
- Gaya penyajian yang diberikan berbentuk formal
- Dapat disebarluaskan atau diterbitkan
- Memiliki ISBN
- Pembahasan yang diberikan hanya berfokus pada satu sub cabang ilmu
- Memiliki metode terbimbing
- Dapat digunakan dalam kegiatan pengajaran ataupun penelitian
- Dapat digunakan sebagai rujukan dan dapat diletakkan dalam daftar pustaka
2. Buku Referensi
Buku referensi merupakan buku yang berisi suatu tulisan ilmiah dengan substansi pembahasannya berfokus pada satu bidang ilmu saja. Berbeda dengan monograf yang berfokus pada satu cabang ilmu saja, buku referensi membahas satu topik yang cukup luas yakni satu bidang ilmu. Jenis-jenis buku referensi terdapat berbagai macam mulai dari ensiklopedia, kamus, atlas, dan lain-lain.
Perlu sobat ketahui, jika beberapa kumpulan monograf dalam satu bidang ilmu dijadikan satu, kumpulan monograf dapat dijadikan buku referensi. Selain itu, buku referensi juga sama seperti buku monograf yang dapat diterbitkan secara luas atau dipasarkan pada masyarakat umum.
Lalu, apa saja sih karakteristik dari buku referensi ini? Baiklah, mari kita jabarkan bersama yuk!
- Mengasumsikan minat baca
- Buku ini dirancang untuk dibaca
- Tidak bertujuan instruksional
- Bertujuan untuk dipasarkan secara luas
- Teknik penyusunan secara linier sesuai dengan logika bidang ilmu terkait
- Belum tentu memberikan latihan dan rangkuman
- Gaya penulisan yang digunakan naratif dan padat
- Tidak menggunakan mekanisme umpan balik
- Tidak ada akomodasi kesulitan belajar
- Tidak memberi penjelasan mengenai cara mempelajari bukunya
3. Buku Ajar
Di antara buku pendidikan yang lain, juga terdapat yang namanya buku ajar. Buku ajar merupakan suatu jenis buku yang dijadikan pegangan bagi mahasiswa untuk suatu mata kuliah yang ditulis dan disusun oleh pakar bidangnya. Buku ini sudah pasti memenuhi kaidah buku teks sehingga dapat digunakan dalam kegiatan mengajar yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
Sama dua buku yang sudah kita bahas bersama tadi, buku ini juga bisa diterbitkan dan disebarluaskan secara umum. Bekal ilmu dalam buku ini dapat digunakan sebagai sarana belajar dan juga untuk menyertai kegiatan pembelajaran kuliah ataupun belajar mandiri.
Bagaimana dengan karakteristik yang dimiliki oleh buku ajar? Apakah sama seperti buku referensi? Karakteristik dalam buku ajar ini cukup berbeda meski sekilas mirip seperti buku referensi. Apa saja sih karakteristiknya? Berikut ini adalah karakteristiknya!
- Menimbulkan dan memotivasi pembacanya untuk belajar
- Target perancangan dan penulisan adalah untuk mahasiswa
- Menjelaskan tujuan instruksional
- Penyebaran yang terbatas karena fokus untuk digunakan oleh dosen dan mahasiswa
- Teknik penyusunan dengan fleksibel, sistematis, dan terstruktur sesuai dengan kebutuhan
- Memberi kesempatan mahasiswa untuk berlatih
- Terdapat rangkuman di dalamnya
- Gaya penulisan yang digunakan komunikatif
- Memiliki umpan balik di dalamnya
- Mengakomodasi jika terdapat kesulitan belajar
- Menjelaskan bagaimana cara mempelajari bahan ajar
4. Research Novelty
Bagi beberapa orang yang masih awam dengan novelty, istilah ini merujuk pada arti “kebaruan”. Maksudnya bagaimana ya? Seperti yang kita tahu, terkadang pada saat melakukan sebuah penelitian, di dalamnya terdapat suatu pengulangan atau melakukan penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya. Tentunya penelitian jadi terlihat percuma karena bisa saja menghasilkan hasil penelitian yang sama seperti hasil penelitian sebelumnya dan kurang memberikan pemecahan masalah baru.
Novelty sendiri bisa kita anggap sebagai unsur keaslian karena berkaitan dengan hasil penemuan yang sifatnya baru. Yang dimaksud dengan hasil penemuan baru adalah hasil penelitian yang memberikan celah pengetahuan baru yang belum pernah ditemukan oleh orang lain.
Novelty sangatlah penting karena unsur ini dapat berkaitan dengan tindakan plagiarisme. Apakah sepenting itu unsur novelty dalam suatu penelitian? Iya, sangat penting. Coba bayangkan bagaimana jika kita melakukan penelitian yang sudah pernah dilakukan oleh orang lain, apa yang nantinya akan terjadi? Ini sama saja seperti kita telah melakukan pengopian atau plagiarism terhadap hasil penelitian orang lain.
Selain itu, tujuan dari unsur ini dalam sebuah penelitian adalah untuk memberikan suatu hasil pemecahan masalah yang baru dan tidak berulang. Sehingga, hasil penelitian yang dilakukan dapat bermanfaat bagi tidak hanya diri kita, melainkan untuk orang lain juga.
Lalu bagaimana caranya agar kita bisa menemukan novelty? Terdapat pola atau metode yang bisa kita gunakan untuk menemukan unsur ini. Kita bisa menggunakan research gap atau suatu celah dalam riset yang dapat memberitahukan adanya pertentangan dalam hasil-hasil riset yang telah dilakukan. Meski penelitian yang kita gunakan mengambil variabel yang sama, akan tetapi jika kondisi pada saat menerapkan variabel tersebut berbeda maka bisa saja menimbulkan perbedaan hasil di dalamnya.
Baiklah Readers! Itu tadi adalah pengertian dari buku monograf, buku referensi, buku ajar, dan research novelty. Bagaimana? Apa sudah dipahami semua? Secara singkat, buku monograf, buku referensi, dan buku ajar merupakan contoh dari buku pendidikan yang berguna dalam kegiatan belajar mengajar. Untuk monograf sendiri masih banyak yang perlu kita pelajari lagi, dan jika Readers semua tertarik mengenai apa itu monograf, kalian bisa mengunjungi artikel-artikel kita yang lain ya!
Demikian referensi buku monograf dengan judul Perbedaan Buku Monograf dengan 3 Jenis Buku pada Perguruan Tinggi apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.
