Teknik Penulisan buku ajar

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai teknik penulisan buku ajar.

Hi Temen-temen, Kembali lagi bersama kami di ruang buku, kalau kemarin kita membahas tentang perbedaan buku. Kali ini kita akan membahas teknik penulisan buku ajar yang baik dan benar. Buku ajar pasti mempunyai peran penting bagi seorang dosen, karena buku ajar bisa membantu untuk meringankan pekerjaanya.

Dosen dalam kegiatan mengajar tidak hanya menjelaskan materi di hadapan mahasiswa. Mereka juga menyampaikan materi secara tertulis baik dalam bentuk buku, makalah, maupun yang lainnya. 

Materi pengajaran dalam bentuk buku salah satunya adalah buku ajar yang disusun dosen sebagai jembatan untuk menjelaskan materi kepada mahasiswa. Buku ajar kemudian menjadi pegangan bagi dosen agar bisa mengajar materi secara sistematis, tuntas, dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh mahasiswa. 

Namun, menulis buku ajar ternyata belum menjadi prioritas dosen. Kebanyakan masih bingung bagaimana strategi untuk menulis buku ajar dengan baik dan benar. Beberapa lagi masih bingung dengan teknik penulisannya. Maka berikut ulasannya.

BAGIAN DEPAN/AWAL BUKU AJAR

I. Bagian Luar Buku

1.Bagian Wajah Buku

Wajah buku terdiri dari cover depan, punggung buku, dan cover belakang. Kadang, sebuah buku juga diberi ‘sarung’ atau kulit luar dan lidah buku. Ini semua opsional, sesuai kemauan Anda sebagai penulis. Namun semua tambahan asesoris akan berpengaruh kepada penambahan biaya cetak nantinya, maka harus Anda pertimbangkan dengan cermat.

Daya tarik sebuah buku, pertama kali terletak pada bagian wajah ini. Cover buku sangat memengaruhi calon pembeli. Anda bisa menambahkan endorsment dari para tokoh atau selebritis di cover depan maupun belakang. Ini menjadi salah satu daya ungkit buku Anda.


2. Cover Depan
a. Judul Utama
b. Sub Judul/ Anak Judul

Ini dapat dijadikan pembeda dengan buku lain untuk keperluan peningkatan pasar buku. Mengingat akan menulis Buku Ajar, judul utama buku biasanya memiliki konotasi kuat dengan mata kuliah yang diampu.
Berhubung mata kuliah di satu program studi biasanya juga ada pada prodi atau perguruan tinggi yang lain, pemberian anak judul menjadi strategi yang menunjukkan pembeda buku yang ditulis dengan buku sejenis pada umumnya.
c. Nama Penulis
d. Nama Penerbit (jika akan diterbitkan)


3. Punggung Buku
a. Judul Utama
b. Nama Penulis
c. Nama Penerbit


4. Cover Belakang
a. Judul Utama
b. Anak Judul
c. Nama dan Tentang Penulis
d. Sinopsis
e. Nama dan Alamat Penerbit
f. Nomor ISBN
g. Untuk tingkatan apa buku ini ditulis (misal: pemula, menengah untuk komputer)
Dalam praktiknya, bagian luar buku akan melibatkan penerbit dalam memutuskan bentuk dan isi bagian luar buku. Karena disamping aspek isi dan format, terdapat juga aspek pasar yang harus dipertimbangkan sebelum buku diterbitkan.

ISI INTI BUKU AJAR

1. Pendahuluan

Dalam buku ilmiah atau ilmiah populer, pendahuluan sudah termasuk isi buku atau merupakan bab 1 (pertama); Judul bab tidak harus Pendahuluan tetapi isinya kurang lebih sama yaitu mencakup:

  1. Pengertian judul secara lengkap
  2. Perkembangan/latar belakang judul
  3. Ruang lingkup bahasan & uraian penjelasannya
  4. Tantangan mendatang

2. Penulisan Bab

Setiap bab mengandung tiga komponen: paragraf pembuka, paragraf utama, dan paragraf penutup (Burton & Steane, 2004:180) serta dekorasi. Paragraf pembuka untuk mengarahkan, memusatkan pikiran atau menarik pembaca pada substansi yang akan dibaca. Perhatikan poin berikut untuk lebih rincinya:

  1. Judul-judul bab merupakan bagian-bagian judul buku teks yang paling relevan.
  2. Judul bab sebaiknya berupa frasa bukan kalimat atau pertanyaan dan kosisten.
  3. Judul bab harus benar-benar relevan dengan judul buku teks dan saling

mengikat/berhubungan satu dengan yang lainnya

  1. Judul sub-bab (headings) harus relevan dan mempunyai ikatan yang kuat dengan judul bab. Judul sub-bab didukung oleh  judul sub-sub bab (sub-headings) yang relevan.
  2. Judul bab tidak mengulang judul buku, judul sub-bab tidak mengulang judul bab.

(Overlapping harus dihindari).

3. Paragraf Pembuka

Paragraf memberikan latar belakang (gambaran umum) dan singkat tentang judul bab. Secara struktural, paragraf pembuka menyebutkan sejumlah sub-bab yang akan dibahas. Lebih rinci isi paragraf pembuka menurut Leo (2007:29) adalah sebagai berikut:

  1. memberikan latar belakang informasi singkat tentang judul bab kepada pembaca;
  2. merangsang minat pembaca untuk terus melanjutkan membaca bagian berikutnya;
  3. menunjukkan susunan atau organisasi isi bab;
  4. memberitahukan bagian-bagian utama bab (sub-judul bab).
  5. menyatakan tujuan setiap bab/pelajaran yang akan dicapai.

Latar belakang menjawab sebagian dari pertanyaan berikut :

Apa, Di mana, Kapan Siapa, Mengapa, atau Bagaimana?

  1. Apakah masalah judul bab tersebut?
  2. Di mana masalah itu timbul?
  3. Kapan masalah itu timbul?
  4. Siapa aktor atau orang yang terlibat di dalam masalah tersebut?
  5. Mengapa atau bagaimana masalah itu timbul?

Teknik menarik pembaca dalam paragraf pembuka pada 5M:

  1. Menyatakan perkembangan masalah yang ada
  2. Memprovokasi atau merangsang perasaan pembaca
  3. Mengungkapkan fakta yang paling menonjol
  4. Menyatakan dengan ungkapan yang lucu atau meledek
  5. Mernyatakan kepercayaan, perhatian, atau pendapat masyarakat pada umumnya.

4. Paragraf Utama

Paragraf utama  membahas semua sub-judul (bagian-bagian) yang disebutkan dalam paragraf pembuka. Bagian-bagian paragraf utama mengikuti alur logis yang mengalir dan pertaliannya logis (coherent) mendukung  dan mengembangkan ide utama (Burton & Steane, 2004:180).

Ide utama biasanya berupa frasa dan muncul dalam kalimat utama yang pada umumnya merupakan kalimat pertama dalam setiap paragraf. Namun demikian para penulis yang sudah ahli mencantumkan ide utama tersebut tidak dalam kalimat pertama paragraf melainkan di tengah atau akhir paragraf.

Setiap paragraf mengandung:

(a) Kalimat utama (topic sentence) yang di dalamnya terkandung ide utama;
(b) Kalimat penjelas utama yang mendukung kalimat utama;
(c) Kalimat penjelas berikutnya yang kendukung kalimat penjelas utama serta kalimat penjelas berikutnya;
(d) kalimat penutup paragraf khusus untuk paragraf yang panjang bila diperlukan.

5. Paragraf Penutup

Paragraf penutup biasanya berisi ringkasan, pernyataan ulang atau kesimpulan dilengkapi dengan komentar atau harapan penulis untuk dipikirkan atau disikapi oleh pembaca.

Sering juga ditemukan latihan, pertanyaan, soal-soal, kasus, atau masalah  yang berhubungan dengan judul bab untuk mengetahui pemahaman dan melatih keterampilan pembaca.

6. Dekorasi

Dekorasi perlu dibuat untuk menghilangkan kejenuhan pembaca, menarik perhatian pembaca, membuat pembaca lebih mudah memahami isi, dan untuk menghias tampilan.

Dekorasi bab biasanya berupa gambar, ungkapan (kutipan), diagram, tabel, foto, ilustrasi dan sebagianya yang berhungan dengan bahasan bab.

7. Bahasa

Bahasa yang digunakan jelas, halus dan menarik, efisien dan konsisten mengikuti standar aturan penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Paragraf, kalimat dan kata tidak mengandung kesalahan yang serius.

Jargon (istilah asing dalam bidang tertentu) boleh digunakan istimewa bila tidak sinonim yang pas untuk jargon tersebut. Slang (bahasa prokem, gaul, plesetan) tidak digunakan dalam buku ilmiah dan kata-kata ambigu serta tabu harus dihindari.

8. Bebas dari Pelanggaran

Pelanggaran harus dihindari dalam tulisan akademis. Pelanggaran mencakup plagiarisme, libel, slander, isu-isu yang menyebabkan konflik dan mengandung gagasan yang tendensius. Plagiarisme yaitu menggunakan gagasan orang lain tanpa menyebutkan sumbernya.

Kutipan ditulis sesuai dengan aturan yang berlaku. Libel merupakan pernyataan atau gambar yang tidak fair (salah) sehingga menimbulkan konflik antar suku, agama dan ras (SARA).

Slander mengandung informasi yang salah dan sengaja dimasukan untuk menyatakan kejahatan atau kejelekan orang lain. Isu-isu yang menimbulkan konflik dan pendapat yang tenedesius juga perlu dihindari.

9. Penomoran

Buku teks sekarang pada umumnya hampir tidak menggunakan nomor atau kalau mau pakai maksimal dua digit.

Bila lebih dari dua digit, buku tersebut  akan terlihat seperti buku ilmiah murni (skripsi, tesis, desertasi atau artikel jurnal)  dan bukan buku text atau ilmiah populer.

Penomoran  1.1, 1.2, dst. Biasanya untuk gambar, ilustrasi atau diagram yang ada pada bab tersebut.

Untuk mengurangi deretan nomor, pointers, daftar, dan sebagainya, kita gunakan paragraf dalam menjelaskan setiap nomor atau pointers. Kita pastikan bahwa buku teks memberikan informasi lengkap setiap aspek yang dibahas dalam  bentuk narasi, bukan hanya point-pointnya saja.

10. Bagian Penutup

Bagian pentup buku berisi daftar rujukan, lampiran dan Biodata/CV penulis.

  1. Daftar rujukan
    Buku sebaiknya memunyai rujukan minimal dua puluh (20) sumber, ini sama dengan syarat minimal jumlah referensi tugas akhir/skripsi mahasiswa DIV atau S1.
  2. Jumlah halaman. Daftar rujukan disusun sesuai atauran American Psychologist Association (APA), Modern Language Association (MLA) atau aturan lainnya.
  3. Lampiran
    Lampiran berisi index, glossary, kunci jawaban, tapescript, dan informasi penting lainnya.
  4. Biodata/CV mencantumpakan pendidkan, pengalaman praktis dan akademis yang memberiakan kontribusi gagasan penulisan buku.
  5. Blurb (sampul belakang buku) merupakan penjelsan singkat tujuan dan isi buku dari penulis untuk menarik perhatian calon pembaca/pengguna buku agar membeli buku.

BAGIAN AKHIR BUKU AJAR

Bagian Akhir, End Matter atau Postliminary

Setelah semua isi buku Anda disusun pada bagian text matter, halaman-halaman berikutnya adalah bagian akhir. Di bagian end matter ini, bisa Anda berikan catatan penutup, untuk memberikan kesimpulan, atau ajakan, atau rekomendasi, atau saran, atau kata-kata pamitan, atau hal-hal lain untuk pembaca.

Setelah catatan penutup, halaman berikutnya berisi bibliografi atau daftar pustaka, jika ada kepustakaan yang Anda rujuk. Namun jika tidak ada kepustakaan yang Anda rujuk saat menulis, maka tidak perlu ada daftar pustaka.

Lengkapi Bagian Buku yang Kurang

Demikianlah anatomi dari sebuah buku. Setelah Anda memiliki naskah selama Ramadhan, definisikan bagian apa saja yang kurang? Bagian yang belum ada inilah yang harus Anda lengkapi.

Misalnya, yang belum ada adalah:

  • Kata Pengantar dari penulis
  • Kata Pengantar atau endorsment dari tokoh
  • Pendahuluan
  • Persembahan
  • Penutup

Nah, bagian buku yang belum ada itu, harus Anda siapkan sebelum masuk ke penerbit. Intinya, saat masuk penerbit, semua bagian buku sudah Anda lengkapi.

Demikian referensi buku ajar dengan judul Integrasi Multimedia ke dalam Kurikulumapabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.