RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Buku Ajar Integrasi Multimedia ke dalam Kurikulum.
Pendahuluan
- Kemampuan yang harus dimiliki oleh pendidik, adalah:
- Pengetahuan tentang komputer dan bagaimana mengoperasikannya. Peserta didik hanya perlu mengetahui paling sedikit tentang komponen sebuah komputer dan fungsinya. Mereka juga perlu mengetahui cara berkomunikasi melalui komputer dengan menggunakan ‘keyboard’ dan bagaimana komputer berkomunikasi dengan mereka dengan menggunakan teks dan grafik pada layar/skrin monitor.
- Kemampuan mengoperasikan software yang digunakan. Kebanyakan software yang ada di pasaran merupakan software yang mudah digunakan (user friendly), termasuk software Multimedia in Education (ME). Namun demikian, dalam keadaan tertentu penjelasan pendidik diperlukan agar peserta didik mengetahui tujuan pembelajarannya.
- Pemahaman tentang operasi dan peraturan keselamatan Peserta didik memerlukan latihan penggunaan komputer yang aman dan selamat. Walaupun sebuah komputer dirancang lengkap dengan peraturan keselamatan, namun kadang kala hal-hal yang tidak dinginkan bisa terjadi.
- Pengetahuan tentang hal-hal yang perlu dilakukan apabila timbul masalah Selama menggunakan komputer, masalah-masalah seperti gangguan listrik dan kerusakan software atau hardware terkadang muncul. Dalam hal ini peserta didik perlu mengetahui apa yang perlu dilakukan jika hal-hal di atas berlaku.
Integrasi multimedia dalam kurikulum khususnya memenuhi standar pendidikan dan tenaga kependidikan dalam pembelajaran merupakan hal yang penting dan memerlukan dukungan serta usaha yang bersungguh-sungguh. Diperlukan pendidikan dan pelatihan bagi kepala sekolah, pendidik, peserta didik dan semua pihak sehingga menguasai pengetahuan, ketrampilan dan kompetensi multimedia untuk diterapkan di dalam pembelajaran. Untuk itu, kepala sekolah berkewajiban melaksanakan kebijakan yang mendukung terhadap terlaksananya pembelajaran berbasis multimedia, penyediaan infrastruktur dan dukungan terhadap pengembangan pendidik dan staf melalui pendidikan dan pelatihan.
Strategi untuk menggabungkan dan memantapkan penggunaan TIK dalam pengajaran dan pembelajaran bukan hanya sematamata terletak di bahu pendidik saja tetapi juga kepada pemimpin sekolah. Peranan pemimpin sangat penting dalam membentuk budaya TIK di sekolah. Mereka bukan saja perlu memberi bantuan tetapi juga menjadi model sebagai pengguna TIK dan memberi respons pada perubahan. Untuk menerapkan budaya TIK di sekolah, satu dokumen tertulis seharusnya disediakan. Kebijakan ini membantu mendesain program TIK untuk kemampuan pendidik dan peserta didik menguasai TIK secara teratur dan progresif.
Sebuah kebijakan tidak perlu statis tetapi perlu diperiksa setahun sekali terutama apabila tahap keahlian pendidik meningkat dan terdapat perubahan pada dasar dan prosedur Kementerian Pendidikan Nasional. Kerangka kebijakan TIK dibina berdasarkan pada 7 pernyataan dan perancangan sekolah, pandangan dari orang tua, kebijakan rasional penyelidikan tentang pengajaran dan pembelajaran yang efektif dan perkembangan teknologi (Mohammed Sani dan Mohd Jasmy, 2002).
Untuk melaksanakan kebijakan dan pernyataan yang telah ditetapkan sekolah harus menyediakan rencana pembangunan. Heinrich (1995) menyatakan rencana ini mengandung aktivitas-aktivitas spesifik seperti strategi pemantauan dan penilaian; spesifikasi tentang pemilihan pembiayaan serta pembelian peralatan, kurikulum yang digunakan dan perancangan untuk penggantian serta pembinaan peralatan secara terus-menerus. Program pembangunan sekolah harus selaras dengan pernyataan dan prosedur yang telah ditentukan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Pihak Pejabat Pendidikan di Daerah seharusnya dilibatkan untuk membimbing dan mendukung sekolah untuk membuat pelan pembangunan TIK dan seterusnya memantau perlaksanaannya.
Integrasi Multimedia ke dalam Kurikulum Standar Sarana dan Prasarana
BSNP menjelaskan standar sarana dan prasarana pendidikan meliputi peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Selain itu, standar sarana dan prasarana pendidikan meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
Kepala sekolah harus memastikan sarana dan prasarana yang lengkap agar pendidik dapat memanfaatkannya dengan optimal dalam pembelajaran. Penggunaan laboratorium komputer atau laboratorium multimedia hendaklah mengikuti aturan atau jadwal yang telah ditetapkan oleh sekolah, kesalahan dan kekeliruan akan menimbulkan akibat yang fatal, selain proses pembelajaran akan terganggu juga akan mempengaruhi terhadap anggaran dan biaya sekolah. Munir (2010) mengatakan integrasi multimedia di dalam suatu program pembelajaran adalah salah satu faktor penting dalam mengoptimalkan kebermaknaan penggunaan multimedia di dalam pembelajaran. Program pembelajaran menggunakan multimedia perlu diintegrasikan dalam program pembelajaran agar tujuan kurikulum dapat dicapai.
Pengelolaan komputer dalam pembelajaran bergantung pada faktor-faktor seperti keadaan lembaga pendidikan, bentuk bangunan atau ruangan kelas, informasi pembelajaran, pengalaman warga belajar dan yang tidak kalah penting faktor keuangan. Pengelolaan kelas yang menggunakan multimedia dalam pembelajaran juga tidak terlepas daripada situasi kelas yang teratur, suasana pembelajaran yang segar dan menyenangkan. Untuk itu, bukan hanya peserta didik yang aktif, tetapi kehadiran seorang pendidik yang berwibawa dan profesional dalam proses pembelajaran juga memainkan peranan yang sangat penting.
Seorang pendidik harus selalu siap dengan materi pembelajarannya serta soal-soal yang terkait dan memiliki pengetahuan luas serta memiliki keyakinan yang tinggi terhadap apa yang diajarkannya. Selain itu, pendidik pun harus disiplin dan selalu menunjukkan minat terhadap materi pembelajaran yang diajarnya. Untuk itu, pembelajaran berbasis multimedia dengan memanfaatkan multimedia dan aplikasinya perlu diterapkan dengan didukung oleh kemampuan pendidik dan juga manajemen pengelolaan kelas berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
Sarana dan prasarana berhubungan dengan kebutuhan pembelajaran berbasis komputer (multimedia), yaitu:
Laboratorium Komputer
Sebuah lembaga pendidikan perlu menempatkan komputerkomputer di dalam Laboratorium Komputer jika kelompok peserta didik yang besar memerlukan penggunaan komputer pada waktu yang sama dan untuk tujuan yang sama. Penempatan seperti ini menjadikan penempatan peralatan dan software yang terpusat. Pembelajaran secara individu dan berkelompok bisa dijalankan berdasarkan jumlah komputer yang ditempatkan seperti ini.
Kelas
Menempatkan komputer-komputer di dalam ruangan kelas untuk kegiatan operasional komputer dapat melibatkan peserta didik dan memberi peluang kepadanya mengakses bahan atau informasi secara terus menerus sepanjang waktu belajar di sekolah. Namun kesempatan ini bergantung pada jumlah komputer di dalam sebuah kelas dan waktu yang disediakan untuk menggunakan komputer, karena peserta didik tidak selamanya berada di dalam kelas sepanjang waktu belajar.
Pusat Sumber Belajar
Komputer-komputer bisa ditempatkan di dalam Pusat Sumber Belajar untuk memenuhi kebutuhan peserta didik, atau warga belajarnya lainnya termasuk pendidik. Pusat Sumber Belajar mengumpulkan dan menempatkan semua software dan peralatan yang ada di lembaga pendidikan. Di Pusat Sumber Belajar ini peserta didik bisa meminjam berbagai materi pembelajaran dan alat sumber pembelajaran termasuk software komputer.
Pengertian Sumber Belajar
Sumber belajar adalah bahan-bahan apa saja yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pendidik maupun peserta didik dalam upaya mencapai tujuan. Dengan kata lain, sumber belajar adalah segala sesuatu yang diperlukan dalam proses pembelajaran, yang dapat berupa buku teks, media cetak, media pembelajaran elektronik, nara sumber, lingkungan alam sekitar, dan sebagainya.
Sumber belajar dipilih berdasarkan pada kompetensi, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi dasar. Sumber-sumber belajar dalam satu silabus sebaiknya bervariasi agar memberikan pengalaman yang luas kepada peserta didik.Keaktifan belajar tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan sumber belajar yang digunakan. Setiap bentuk bahan belajar menuntut digunakannya sumber belajar tertentu yang cocok untuk menunjang keefektifan belajar. Sumber belajar ini termasuk ke dalam lingkungan belajar, yang dapat meningkatkan kadar keaktifan dalam proses belajar.
Jenis-jenis Sumber Belajar
Sumber-sumber belajar yang dapat digunakan untuk mendapatlan bahan belajar, antara lain:
- Sumber bahan belajar yang tercetak, seperti:
- Buku Teks. Buku teks sebagai sumber bahan belajar utama dalam penyusunan silabus, sebaiknya tidak satu jenis atau dari satu orang pengarang. Buku teks yang digunakan hendaknya bervariasi agar mendapatkan materi pembelajaran yang luas.
- Buku Kurikulum. Buku kurikulum bagi pendidik merupakan sumber bahan belajar utama dalam penyusunan silabus, selain buku teks. Buku kurikulum sangat penting sebagai pedoman untk menentukan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan materi pembelajaran. Materi pembelajaran pada buku kurikulum hanya pokok-pokok materi pembelajaran, sehingga tugas pendidiklah untuk aktif dan kreatif mengembangkan materi pembelajaran tersebut.
- Penerbitan Berkala. Penerbitan berkala seperti koran yang terbit harian atau majalah yang terbit mingguan atau bulanan. Namun tidak semua penerbitan dijadikan materi pembelajaran, karena yang dipilih adalah yang berkaitan dengan bahan belajar suatu mata pelajaran.
- Laporan Hasil Penelitian. Laporan hasil penelitian bisanya diterbitkan oleh perpendidikan tinggi, lembaga penlitian, para peneliti. Manfaatnya adalah mendapatkan bahan belajar yang aktual dan mutakhir.
- Jurnal. Jurnal merupakan penerbitan hasil penelitian atau pemikiran ilmiah. Manfaatnya adalah mendapatkan bahan belajar yang kebenarannya telah dikaji dan diuji.
- Sumber bahan belajar berupa media elektronik hasil rekayasa teknologi
Media elektronik adalah komputer (seperti internet), televisi, VCD/DVD, radio, kaset, dan sebagainya. Media elektronik ini yang dimanfaatkan adalah programprogramnya yang berkaitan dengan bahan belajar suatu mata pelajaran.
- Nara Sumber
Nara sumber, yaitu orang-orang yang mempunyai keahlian (pakar) pada suatu bidang. Pemanfaatan nara sumber ini bisa dihadirkan di kelas untuk menyampaikan keahliannya sesuai dengan materi pembelajaran yang sedang dipelajari. Bisa pula dengan cara peserta didik dibawa ke tempat nara sumber tersebut. Nara sumber itu antra lain:
- Pakar mata pelajaran yang diminta untuk memberikan pendapat atau nasihatnya tentang kebenaran materi pembelajaran dari segi ruang lingkup, urutan, atau kedalamannya.
- Nara sumber profesional, yaitu orang-orang yang bekerja pada suatu bidang pekerjaan. Misalnya, materi pembelajaran tentang disiplin bisa diajarkan dengan memanfaatkan jasa polisi untuk menjelaskannya, terutama tentang disiplin berlalu lintas. Jika materi pembelajaran tentang menabung maka dapat memanfaatkan jasa pegawai perbankan.
- Lingkungan
Lingkungan ini seperti lingkungan alam, ekonomi, sosial, seni, budaya, teknologi, atau industri. Misalnya, mempelajari materi pembelajaran ekosistem air, maka peserta didik dibawa ke lingkungan sekitar sungai, kolam, danau, atau laut. Peserta didik dibawa ke lingkungan perekonomian seperti pasar untuk mempelajari materi pembelajaran tentang pasar.
Demikian referensi buku ajar dengan judul Integrasi Multimedia ke dalam Kurikulumapabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.
Sumber: Multimedia Konsep dan Aplikasi dalam Pendidikan (Alfabeta, 2012)
