11 Karakteristik Buku Monograf Sesuai Kemenristekdikti

Kegiatan belajar mengajar dalam suatu kelas pastinya tidak akan terlepas dari alat penunjang contohnya seperti buku pelajaran. Baik pengajar maupun peserta didik membutuhkan buku pelajaran seperti buku ajar, buku referensi, buku monograf, dan masih banyak lagi buku sejenisnya.

Demikian pula dalam proses pembelajaran dalam suatu kelas di perguruan tinggi. Seorang dosen memerlukan media penunjang dalam menyampaikan materi yang diajarkan agar mahasiswa dapat menangkap materi dengan tepat. Contohnya saja penggunaan media penunjang seperti buku monograf.

Mengenal Apa Itu Buku Monograf?

Buku yang dibuat oleh dosen atau pakar dalam bidang spesialisasinya atau ahlinya. Buku monograf adalah suatu hasil karya tulis yang fokus pembahasannya mengenai sub bidang ilmu yang spesifik. Contoh buku monograf dapat berjudul seperti: Monograf Rencana Pembangunan Industri Daerah; Buku Monograf Kelainan Bawaan, Belia dan Teknologi Maklumat dalam kerangka PBB; Hidup bersama sekolah: tugas yang perlu, mungkin dan kompleks; Monograf: Kinerja Penggunaan Cloud Accounting; dan masih banyak lagi lainnya.

Jika kita melihat contoh judul monograf tersebut, dapat kita ambil kesimpulan jika buku ini disusun dengan pembahasan buku mencakup dalam satu sub bidang yang rinci. Pada dasarnya, buku ini dikemas dengan cara komprehensif dan banyak dipergunakan untuk proses atau kegiatan belajar mengajar, maka dari itu hanya seorang ahli saja yang dapat menyusun buku tersebut.

Dalam penyusunan buku monograf perlu untuk memperhatikan ciri-ciri buku monograf atau karakteristiknya. Karakteristik buku monograf contohnya mulai dari asal penyusunan, bentuk susunan, gaya bahasa, penerbitan buku, dan masih banyak lagi lainnya.

Setelah mengingat kembali mengenai buku monograf, sekarang saatnya kita membahas inti artikel ini yakni karakteristik monograf sesuai Kemenristekdikti (Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi). Berikut kita ulas mengenai karakteristik monograf dan penjelasannya!

Karakteristik Buku Monograf

Jika merujuk pada Kemenristekdikti, setidaknya terdapat 11 karakteristik buku monograf yang perlu kita perhatikan. Apa saja karakteristik-karakteristik tersebut? Berikut ini penjabarannya.

1. Berasal dari Hasil Riset atau Hasil Penelitian

Jadi Readers, pada karakteristik yang pertama ini merupakan salah satu karakteristik yang paling menonjol dalam buku monograf. Sebuah buku ini haruslah ditulis berdasarkan dari hasil penelitian dan riset yang mendalam.

Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, nantinya hal itu akan dikembangkan menjadi suatu susunan buku yang lebih komprehensif dan lebih lengkap pula. Maka dari itu, landasan dasar dari pengembangan monograf bukanlah berdasarkan dari sumber referensi.

2. Dipergunakan untuk Para Dosen dan Mahasiswa

Lalu karakteristik buku monograf yang kedua adalah memiliki kemanfaatan dalam penggunaan buku. Jadi, suatu monograf tersebut harus dapat digunakan untuk proses pembelajaran yang dilakukan dalam kelas. Singkatnya, buku ini pastinya dapat dipergunakan atau dimanfaatkan oleh dosen dan mahasiswa agar dapat menunjang kegiatan belajar mengajar yang dilakukan.

3. Haruslah Tersusun dengan Runtut dan Alurnya Jelas

Jika dilihat dari sisi karakteristik yang ada, buku monograf memiliki suatu  alur atau runtutan ilmu dan logika yang jelas. Jadi Readers, karena monograf digunakan pada suatu sistem pembelajaran, sudah pasti buku tersebut harus memiliki isi yang runtut dan jelas agar dapat mempermudah penggunanya dalam mempelajari buku ini.

Alur yang runtut dan jelas dalam buku monograf, mungkin bisa saja terpengaruh oleh suatu faktor karena dikembangkan dari hasil penelitian atau riset. Di mana seperti yang sudah kita ketahui jika hasil penelitian memang memiliki sistematika dan alur yang sudah pasti jelas.

Adapun alasan mengapa buku monograf dibuat secara jelas dan alur yang disusun runtut yaitu untuk memudahkan penulis dalam menentukan rumusan masalah yang ada dan menemukan solusi dari rumusan masalah itu. Jika diposisikan sebagai seorang pembaca, tentunya akan memudahkan kita dalam memahami isi karya pada monograf. Maka dari perlu diperhatikan baik-baik cara menulis buku monograf yang tepat.

Isi karya tulis pada buku monograf ini harus memenuhi syarat-syarat pada sebuah karya ilmiah yang utuh ya Readers. Yaitu memiliki rumusan-rumusan masalah yang mengandung nilai kebaruan (novelty/novelties), adanya metodologi pemecahan masalah, menggunakan dukungan data atau teori mutakhir yang lengkap dan jelas, serta mempunyai kesimpulan dan daftar pustaka di dalamnya. (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 2014)

4. Bahasa yang Digunakan Bersifat Formal dan Baku

Pada karakteristik yang keempat, karakteristik ini juga tidak kalah penting untuk diperhatikan dalam menulis buku monograf. Yakni memerhatikan terkait dari segi cara penyajian bukunya. Penyajian dari buku tersebut sendiri dikemas dengan cara lebih formal dan menggunakan bahasa yang baku.

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, suatu buku monograf digunakan sebagai buku referensi dan pegangan untuk pembelajaran. Yang di mana monograf ini tidak hanya digunakan oleh masyarakat umum, tetapi juga digunakan untuk dosen dan mahasiswa dalam menunjang proses belajar mengajar.

5. Dapat Disebarluaskan dan Memiliki ISBN

Syarat suatu buku monograf adalah harus bisa dipublikasikan dan disebarluaskan. Maksudnya bagaimana ya? Jadi, buku tersebut nantinya haruslah dipublikasikan ke beberapa tempat agar dapat dikonsumsi oleh target.

Salah satunya akan dipublikasikan ke penerbit buku yang sudah masuk ke dalam  anggota IKAPI (Ikatan Kurator dan Pengurus Indonesia) atau bisa juga ke penerbit kampus terkait. Mengingat jika tidak semua penerbit bisa memberikan ISBN (International Standard Book Number), maka kita harus memastikan bahwa buku monograf yang kita terbitkan memiliki ISBN. ISBN di sini berfungsi sebagai identitas buku milik kita.

Terkait buku yang akan disebarluaskan, pastikan bahwa buku monograf kita harus mudah dijangkau dan juga mudah didapatkan. Disebarluaskan dalam konteks ini bukan untuk dibagikan gratis atau secara percuma, akan tetapi diperjualbelikan  ke toko-toko buku yang ada. Dari sinilah kita juga akan mendapatkan royalty atau keuntungan dari penerbitan buku yang kita buat, royalti ini bisa kita anggap sebagai pemasukan tambahan ya Readers.

6. Fokus pada Satu Tema atau Satu Bahasan

Ini dia Readers,karakteristik yang paling penting ketika menulis buku monograf! Yakni fokus hanya  pada satu bidang ilmu saja. Cara ini sangat efektif untuk memaparkan tema lebih mendalam, tuntas, dan menyeluruh secara terperinci.

Dalam membuat buku monograf, sangat tidak disarankan untuk kita menulis lebih dari satu bidang ilmu. Karena dengan menggunakan bidang ilmu yang banyak, justru nantinya akan menimbulkan fokus kita terpecah dalam banyak bagian. Dan pada saat sampai di tangan pembaca, para pembaca pun akhirnya juga akan merasa ada penjelasan yang kurang dan merasa bingung dengan isi buku yang kita tulis.

7. Pembelajaran yang Dimiliki Menggunakan Sistem Metode Terbimbing

Perlu kita ketahui, keunikan dari buku monograf adalah memiliki pembelajaran dengan metode terbimbing. Jadi, buku ini nantinya akan dipegang oleh pengajar, guru, atau dosen untuk digunakan sebagai sumber pembelajaran.

Karena tugas pengajar/guru/dosen adalah membimbing dan mengajar para mahasiswa atau muridnya, sudah pastilah mereka akan memaparkan isi dengan metode buku terbimbing yang sesungguhnya.

8. Ruang Lingkupnya Cocok untuk Penelitian dan Proses Belajar

Jika kita tahu, ruang lingkup dari buku monograf sendiri sangatlah tepat dan cocok jika digunakan untuk penelitian. Maka dari itu hasil dari monograf lebih sering pula digunakan sebagai salah satu pendukung penelitian. Apalagi dengan bentuk monograf tidak hanya berbentuk buku saja, melainkan ada beberapa bentuk lain, seperti yang sudah disinggung sebelumnya.

9. Dapat Dipergunakan Sebagai Syarat Poin Kredit

Jadi Readers, sudah menjadi rahasia umum jika kita sebagai seorang dosen menginginkan naik pangkat dan bisa memperoleh angka poin kredit, maka kita harus menulis buku monograf terlebih dahulu. Pada saat seorang dosen mengajukan buku monografnya untuk digunakan pada angka poin kredit, maka dosen tersebut akan memperoleh angka kumulatif sebanyak 20 poin.

Hal tersebut adalah salah satu cara yang dapat kita gunakan dan manfaatkan dalam meningkatkan poin kredit sebagai seorang dosen. Akan tetapi, meski demikian terdapat kriteria penilaian kredit poin pada monograf yang perlu diperhatikan mulai dari kode etik penulisan hingga penilaian yang digunakan.

10. Tidak Menyimpang dari Undang-Undang Dasar

Sebagai buku pegangan untuk proses belajar mengajar, maka sudah jelas jika buku monograf yang kita buat tidak boleh sampai menyimpang dari Undang-Undang Dasar 1945. Maka dari itu Readers, khusus monograf yang diperuntukkan untuk memperoleh poin kredit, kita harus mengikuti aturan dikti dengan cara tidak menyimpang dari Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila.

11. Mengikuti Aturan Teknis yang Ada

Secara teknis terdapat beberapa syarat agar buku monograf yang kita buat dapat diterbitkan. Syarat-syarat tersebut misalnya adalah minimal buku yang kita tulis memiliki 40 halaman, menggunakan ukuran kertas 15.5 cm x 23cm, dan memiliki ISBN pada saat akan diterbitkan. Mengapa kita perlu memerhatikan aturan teknis yang ada ketika menulis buku tersebut? Karena jika pada setiap teknisnya telah kita penuhi, maka kita akan memperoleh penilaian atau poin dari Kemenristekdikti.

Nah, itu tadi mengenai beberapa karakteristik yang perlu dimiliki oleh buku monograf. Sampai sini, kita sudah mengetahui tiap detail dari karakteristik-karakteristiknya. Mulai dari poin pertama hingga poin terakhir, dapat kita perhatikan jika kita ingin membuat monograf maka kita perlu memahami tiap poin-poinnya dan tidak ada salahnya untuk kita memperhatikan betul tiap teknisnya agar dapat lolos pengajuan poin kredit.

Demikian referensi buku monograf dengan judul 11 Karakteristik Buku Monograf Sesuai Kemenristekdikti apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, hingga jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain dapat menghubungi admin RuangBuku.